Seulanga Hosting

Golkar Kalah di Jateng Imbas Kenaikan BBM

PEKALONGAN - Banyaknya pihak yang menyatakan kekalahan Partai Golkar dalam Pilgub Jawa Tengah (Jateng), karena kesalahan cagub Bambang Sadono dinilai tidak sepenuhnya benar. Hal yang paling mempengaruhi justru karena imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
[Selengkapnya...]

Bale Agung di Hiruk Pikuk Pesta Demokrasi

SINGARAJA - Lingkungan Bale Agung, di Kota Singaraja, Buleleng merupakan kampung dari leluhur keluarga Presiden RI 1, Ir Soekarno alias Bung Karno. Ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Lingkungan Bale Agung Singaraja.Bung Karno merupakan sosok manusia yang lahir dari perkawinan campuran dua budaya, yakni Jawa dan Bali utara. Ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodiharjo, dulunya merupakan seorang guru sekolah rakyat (sekarang SD) yang mengajar di Kelurahan Paket Agung, Singaraja. Lalu, mempersunting Ida Nyoman Rai hingga lahirlah Bung Karno.

Darah keturunan Bung Karno sampai kini masih sesekali melakoni silaturahmi dengan kerabatnya di Bale Agung, Singaraja. Putra bungsu Bung Karno, Guruh Soekarno Putra, yang paling sering datang ke Bale agung. Lalu apa kabar Bale Agung kini di tengah-tengah hiruk pikuk pesta demokrasi di Indonesia baik dalam suasana Pilkada Bali dan menjelang rencana besar PDIP untuk suksesi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri dalam Pilpres Indonesia nanti?
[Selengkapnya...]

PNI Marhaenisme Targetkan Tiga Juta Suara

DENPASAR–MI: Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme hanya menargetkan tiga juta suara untuk memenuhi batas minimal kuota 2,5 persen agar dapat mempertahankan eksistensi partai.

“Kita bersyukur untuk mengikuti Pemilu 2009 tidak perlu verifikasi. Tetapi ke depan harus bisa lebih baik, paling tidak mampu memenuhi kuota minimal tiga juta suara,” kata Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme, Dyah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri.
[Selengkapnya...]

DPS Pemilu 2009 Bertambah Sekitar 15,1 Persen

JAKARTA–MI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan umum (pemilu) 2009 sebanyak 174,41 juta. Terjadi pertambahan sekitar 15,1% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2004 yakni sebanyak 148,0 juta jiwa.
[Selengkapnya...]

Pemilu 2009 Rawan Konflik

JAKARTA–MI: Konflik pemilihan umum (pemilu) 2009 nanti diperkirakan lebih rawan daripada pemilu 2004 lalu. Itu disebabkan antara lain masa kampanye pemilu lebih panjang yakni sembilan bulan, masalah parlemen threshold 2,5%, dan masalah perolehan suara calon legislatif 30% dari BPP.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary mengatakan potensi konflik tinngi saat kampanye berbarengan. “Parpol kan banyak, bisa saja dalam satu daerah sama-sama kampanye. Pada saat pulang berbarengan massa parpol bisa saling bertemu di jalan sehingga ini bisa berpotensi konflik,” katanya di Kantor KPU Jl Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (4/7).
[Selengkapnya...]

PPP Kedepankan Caleg Antikorupsi

JAKARTA–MI: Partai Persatuan Pembangunan mantargetkan untuk mendapatkan dukungan 15% suara  atau menduduki 84 suara DPR RI dalam Pemilu 2009 dengan mengajukan calon-calon legislatif  yang bersih dari tindak korupsi yang saat ini marak terjadi di kalangan anggota dewan.

Hal itu dilakukan karena PPP bertekad untuk  menjadi partai yang bersih, sekaligus untuk menarik konstituen. Masalah yang menyandung mantan Ketua DPW PPP Jambi yang juga menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI Al Amin Nasution juga dijadikan bahan instrospeksi diri partai.
[Selengkapnya...]

Biaya Pemilu Bertambah Rp255,8 Miliar

JAKARTA–MI: Mundurnya pelaksaan pemungutan suara pemilu 2009 dari tanggal 5 April menjadi 9 April berdampak pada bertambahnya anggaran sekitar Rp255,8 miliar. Biaya tersebut untuk keperluan logistik, biaya honor penyelenggara, dan biaya pemutakhiran data karena jumlah pemilih akan bertambah.

Anggota KPU Abdul Azis mengatakan dengan pengunduran jadwal pemilu, maka jumlah pemilih pemula yang berumur 17 tahun akan bertabah. Begitu juga jumlah TNI/Polri yang pensiun akan menambah jumlah pemilih.
[Selengkapnya...]

Peraturan KPU Siap Diubah untuk Pencalonan DPD

JAKARTA–MI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap mengubah peraturan KPU tentang Pencalonan DPD dengan mencantumkan domisili provinsi sebagai syarat pencalonan.

Hal itu dilakukan untuk melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan judicial review atas UU No 10/2008 terhadap UUD 1945 yang diajukan DPD dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
[Selengkapnya...]

Parpol Diuntungkan Pengunduran Pemungutan Suara

JAKARTA–MI: Pengunduran jadwal pelaksanaan pemungutan suara dari 5 April menjadi 9 April menguntungkan parpol.  Perubahan ini otomatis merubah jadwal penetapan parpol peserta pemilu yang seharusnya 3 Juli diundur menjadi 5-7 Juli.

Ada waktu tiga hari bagi parpol untuk mengklarifikasi masalah-masalah verifikasi faktual ke KPU. “Parpol bisa menanyakan masalah verifikasi faktual yang mereka anggap bermasalah. KPU tetap terbuka untuk menerima klarifikasi parpol,” kata anggota KPU Andi Nurpati yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Verifikasi Faktual Parpol di Jakarta, Kamis (3/7).
[Selengkapnya...]

Penyelenggara Hitung Cepat Hasil Pilkada Diminta Cermat

JAKARTA–MI: Lembaga survei penyelenggara hitung cepat (quick count) hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) diminta lebih cermat dalam metodologi maupun proses pengumpulan data agar hasil hitungannya akurat.

“Jika salah data dan diumumkan maka akan menimbulkan gejolak politik yang cukup besar,” kata Kepala Divisi Survey Watch Lembaga Survei Nasional (LSN) Dedet Fogerty di Jakarta, Rabu (2/7).
[Selengkapnya...]