CATATAN AKHIR TAHUN: Ini Wilayah Pertarungan Jokowi-Prabowo Paling Sengit

Source: http://indonesiaexpat.biz

Merujuk pada hasil-hasil survei, peta penguasaan dukungan para pemilih pada Pemilu Presiden 2019 mendatang diperkirakan berubah dibandingkan pemilu sebelumnya. Perubahan bakal terjadi pada wilayah yang selama ini menjadi battle ground antara Jokowi maupun Prabowo. Wilayah-wilayah manakah itu?

Berdasarkan hasil Pemilu Presiden 2014 lalu, Joko Widodo yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla berhasil memenangkan pertarungan, dengan menguasai sebanyak 70.997.833 pemilih atau sebesar 53,15 persen. Sebaliknya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, hanya mampu menguasai hingga 62.576.444 pemilih (46,85 persen).

Apabila ditelusuri, kemenangan Jokowi tersebar di 23 provinsi dan para pemilih di luar negeri. Prabowo secara keseluruhan unggul di 10 provinsi. Berdasarkan penguasaan jumlah pemilih dan wilayah kemenangan, dari 33 provinsi tersebut sebenarnya dapat dipetakan menjadi tiga wilayah penguasaan masing-masing sosok calon presiden saat itu, baik Jokowi maupun Prabowo.
Continue reading

KESENJANGAN SOSIAL, OPINI PUBLIK, DAN SIKAP PARTISAN

Burhan Muhtadi & Eve Warburton
Source Photo: Majalah Tempo

SEBUAH ironi tersaji di depan mata.

Sejak 2017, perekonomian Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan produk domestik bruto menembus US$ 1 triliun atau sekitar Rp 15 ribu triliun. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi mencatatkan prestasi yang patut dipuji. Setelah dihantam krisis ekonomi dan politik 1997-1998, Indonesia mampu menggeliat dengan rata-rata pertumbuhan pada 2000-2017 mencapai 4 persen. Tingkat kemiskinan juga menurun drastis, bahkan tinggal satu digit sejak Maret 2018.

Terlepas dari rentetan kabar baik ini, kesenjangan antara kaum miskin dan kaya justru makin lebar. Koefisien Gini—yang mengukur ketimpangan antara kelompok miskin dan kaya— naik dari 0,30 pada 2000 menjadi 0,42 pada 2014, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan ketimpangan paling cepat se-Asia Tenggara (Indrakesuma et al, 2015). Ketimpangan ini terutama disebabkan oleh akumulasi kekayaan yang menumpuk pada segelintir elite kaya. The Credit Suisse Research Institute merilis “Global Wealth Report” yang menunjukkan 1 persen orang kaya di Indonesia menguasai 49,3 persen dari total kekayaan di seluruh Nusantara. “Prestasi” ini hanya dikalahkan oleh Rusia, India, dan Thailand.

Continue reading

Politik, Kekuasaan dan Industri Media

Source: Dreamstime.com

MENJELASKAN politik memang sangat rumit. Kadang antara teori dengan fakta tidak berbanding lurus.Dimana teori menjelaskan sebuah perangkat pengetahuan yang begitu ribet dengan berbagai sistemnya: ada epistemologi, epitemologi dan aksiologi. Akan tetapi pada realitasnya, tidak berfungsi seutuhnya seperti bangunan pengetahuan yang dikehendaki oleh para penemu teori-teori tersebut.

Memang antara teori dan realitas tidak pernah singkron. Terkadang realitas cepat duluan berlari dari pada konsep-konsep yang harus diperdebatkan. Realitas itu kaitanya dengan insting seseorang untuk mencapai tujuan, sedangkan konsepsi adalah merangkum seluruh kebenaran dari berbagai perorangan untuk disatukan menjadi bangunan baru pengetahuan, yang tentunya dianggap sebagai kebenaran.
Continue reading

Siapa Sosok Ketua DPR dan Golkar yang Baru?

Partai Golkar

Partai Golkar

Butuh pelaut tangguh di lautan bergelombang. Prinsip itu agaknya kini dibutuhkan oleh Partai Golkar saat ini. Bagaimana tidak? Saat ini partai terbesar kedua di parlemen itu ditinggal oleh sang ketua umum, Setya Novanto, yang kini berada dalam tahanan KPK.

Lebih jauh dari itu, menurut survei terakhir yang dirilis oleh LSI, angka elektabilitas Golkar kini mencapai kisaran 13-an persen. Survei tersebut dilakukan sebelum Setnov ditahan. Ini berarti efek dari tragedi tiang listrik dan drama penahanan Setnov oleh KPK belum masuk kalkulasi. Jadi bisa dibayangkan kini jikalau persoalan Setnov ini bisa membuat elektabilitas Golkar semakin menukik.
Continue reading

Dua Jimat Golkar Setelah Kasus Setya Novanto

Bagaimanakah prospek Golkar setelah drama panjang Setya Novanto (Setnov)? Akankah partai ini terpuruk dan ditinggalkan? Akankah partai ini menjadi partai gurem? Mampukah Golkar bangkit kembali?

Berkali- kali pertanyaan ini diajukan pada saya, baik oleh wartawan, politisi, kepala daerah dan tokoh Golkar sendiri.

Saya tak menjawabnya langsung. Melalui tulisan ini, saya sampaikan jawaban saya. Golkar punya dua jimat yang membuatnya selalu bisa bertahan. Partai ini bahkan memiliki kemampuan bangkit kembali yang mengejutkan.

Jawaban ini tentu berdasarkan hubungan saya yang panjang dengan partai Golkar. Saya dengan LSI sudah melakukan ratusan riset untuk dan tentang Golkar.
Continue reading

Pentingnya Teknik Spin Doctor Dalam Marketing atau Pemasaran Politik

doc: winstarlink.com

doc: winstarlink.com

Pergeseran sistem demokrasi di Indonesia yang dulunya pemilihan kepala pemerintahan maupun legislatif dilakukan oleh wakilwakil rakyat sekarang berkembang menjadi sistem demokrasi elektroral dimana pemimpin pemerintahan dan wakil rakyat dipilih langsung oleh rakyat,kemenangan sebuah pertarungan politik sangat ditentukan oleh banyaknya jumlah pilihan langsung masyarakat.

Untuk mencuri perhatian rakyat, diperlukan upaya untuk meyakinkan, setidaknya popularitas dan elektabilitas.

Hal inilah yang membuat para politisi dan partai politik harus bekerja keras untuk mempromosikan dirinya dan partainya kepada masyarakat, setelah itu harus adanya proses pencitraan positif oleh para politisidan partai politik kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tentulah tidak dapat ditangani seorang diri oleh para politisi.
Continue reading

Tak Ada Ideologi Politik di Jabar

Source: metrotvnews.com

Source: metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Bumi Pasundan, tak sekali dua menyuguhkan kejutan. Terkhusus, ihwal komunikasi politik jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ditinggal Partai Golongan Karya (Golkar). Sementara Walikota Bandung Ridwan ‘Emil’ Kamil, malah ramai pinangan.
Continue reading

PKS di Pilgub Jabar tanpa Konsultan Politik Eep Saefullah Fatah

TEMPO.CO, Karawang – Setelah sukses dengan kemenangan Anies-Sandi pada pemilihan kepala daerah DKI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, bakal kembali bertarung dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018-2023. Kali ini, ia bakal menjadi ketua tim pemenangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun depan.

Kepada Tempo, ia mengaku tidak bakal meratapi kepergian sejumlah pihak yang kini berlabuh ke kandidat lain. Eep Saefullah Fatah dari PolMark, misalnya, mantan konsultan politik Anies-Sandi pada pilkada DKI, di mana PKS di dalamnya, itu kini disebut-sebut menukangi politikus Golkar Dedi Mulyadi dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Continue reading

Polmark Ungkap Faktor Signifikan Kemenangan Anies-Sandi

Anies-Sandi Unggul di Quick Count (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Anies-Sandi Unggul di Quick Count (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah menjelaskan, alasan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bisa menang telak di Pilkada Jakarta 2017.

“Sebabnya, karena suara Ahok-Djarot terkarantina. Maksudnya terkarantina, tak bisa meluas kampanye mereka. Suara Ahok turun hampir 14 ribu dari putaran pertama,” kata Eep dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 22 April 2017.
Continue reading