Siapa Sosok Ketua DPR dan Golkar yang Baru?

Partai Golkar

Partai Golkar

Butuh pelaut tangguh di lautan bergelombang. Prinsip itu agaknya kini dibutuhkan oleh Partai Golkar saat ini. Bagaimana tidak? Saat ini partai terbesar kedua di parlemen itu ditinggal oleh sang ketua umum, Setya Novanto, yang kini berada dalam tahanan KPK.

Lebih jauh dari itu, menurut survei terakhir yang dirilis oleh LSI, angka elektabilitas Golkar kini mencapai kisaran 13-an persen. Survei tersebut dilakukan sebelum Setnov ditahan. Ini berarti efek dari tragedi tiang listrik dan drama penahanan Setnov oleh KPK belum masuk kalkulasi. Jadi bisa dibayangkan kini jikalau persoalan Setnov ini bisa membuat elektabilitas Golkar semakin menukik.
Continue reading

Dua Jimat Golkar Setelah Kasus Setya Novanto

Bagaimanakah prospek Golkar setelah drama panjang Setya Novanto (Setnov)? Akankah partai ini terpuruk dan ditinggalkan? Akankah partai ini menjadi partai gurem? Mampukah Golkar bangkit kembali?

Berkali- kali pertanyaan ini diajukan pada saya, baik oleh wartawan, politisi, kepala daerah dan tokoh Golkar sendiri.

Saya tak menjawabnya langsung. Melalui tulisan ini, saya sampaikan jawaban saya. Golkar punya dua jimat yang membuatnya selalu bisa bertahan. Partai ini bahkan memiliki kemampuan bangkit kembali yang mengejutkan.

Jawaban ini tentu berdasarkan hubungan saya yang panjang dengan partai Golkar. Saya dengan LSI sudah melakukan ratusan riset untuk dan tentang Golkar.
Continue reading

Pentingnya Teknik Spin Doctor Dalam Marketing atau Pemasaran Politik

doc: winstarlink.com

doc: winstarlink.com

Pergeseran sistem demokrasi di Indonesia yang dulunya pemilihan kepala pemerintahan maupun legislatif dilakukan oleh wakilwakil rakyat sekarang berkembang menjadi sistem demokrasi elektroral dimana pemimpin pemerintahan dan wakil rakyat dipilih langsung oleh rakyat,kemenangan sebuah pertarungan politik sangat ditentukan oleh banyaknya jumlah pilihan langsung masyarakat.

Untuk mencuri perhatian rakyat, diperlukan upaya untuk meyakinkan, setidaknya popularitas dan elektabilitas.

Hal inilah yang membuat para politisi dan partai politik harus bekerja keras untuk mempromosikan dirinya dan partainya kepada masyarakat, setelah itu harus adanya proses pencitraan positif oleh para politisidan partai politik kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tentulah tidak dapat ditangani seorang diri oleh para politisi.
Continue reading

Tak Ada Ideologi Politik di Jabar

Source: metrotvnews.com

Source: metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Bumi Pasundan, tak sekali dua menyuguhkan kejutan. Terkhusus, ihwal komunikasi politik jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ditinggal Partai Golongan Karya (Golkar). Sementara Walikota Bandung Ridwan ‘Emil’ Kamil, malah ramai pinangan.
Continue reading

PKS di Pilgub Jabar tanpa Konsultan Politik Eep Saefullah Fatah

TEMPO.CO, Karawang – Setelah sukses dengan kemenangan Anies-Sandi pada pemilihan kepala daerah DKI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, bakal kembali bertarung dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018-2023. Kali ini, ia bakal menjadi ketua tim pemenangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun depan.

Kepada Tempo, ia mengaku tidak bakal meratapi kepergian sejumlah pihak yang kini berlabuh ke kandidat lain. Eep Saefullah Fatah dari PolMark, misalnya, mantan konsultan politik Anies-Sandi pada pilkada DKI, di mana PKS di dalamnya, itu kini disebut-sebut menukangi politikus Golkar Dedi Mulyadi dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Continue reading

Polmark Ungkap Faktor Signifikan Kemenangan Anies-Sandi

Anies-Sandi Unggul di Quick Count (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

Anies-Sandi Unggul di Quick Count (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah menjelaskan, alasan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bisa menang telak di Pilkada Jakarta 2017.

“Sebabnya, karena suara Ahok-Djarot terkarantina. Maksudnya terkarantina, tak bisa meluas kampanye mereka. Suara Ahok turun hampir 14 ribu dari putaran pertama,” kata Eep dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 22 April 2017.
Continue reading

Fenomena digital marketing di politik

Internet saat ini memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Mau bukti? Simak hasil survei yang dilakukan Opera di sembilan kota besar mengungkapkan, banyak penduduk yang memilih berinternet ketika menunggu. Sekitar 78% responden menuturkan kegiatan menunggu terasa lebih baik, jika mereka memiliki koneksi internet.

Survei yang melibatkan 1.000 responden ini menemukan kegiatan browsing atau mengakses media sosial adalah pilihan utama ketika memakai smartphone saat menunggu.
Continue reading

How Social Media, Microtargeting and Big Data Revolutionized Political Marketing

Marketing has revolutionized politics. An expert discusses how it’s affecting November’s election.

The paradigm has shifted in U.S. politics. Out-of-nowhere candidates—such as Republican presidential nominee Donald Trump and Democratic-socialist Sen. Bernie Sanders—have grown less from the political canon and more from the will of the people.
Continue reading

Tiga Provinsi dan Empat Kabupaten Paling Rawan

JAKARTA, KOMPAS — Tiga provinsi dan empat kabupaten yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada Februari 2017 tergolong memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.

Ketiga provinsi itu adalah Aceh, Papua Barat, dan Banten. Sementara empat kabupaten dengan kerawanan konflik tertinggi terdapat di Papua, yaitu Tolikara, Intan Jaya, Nduga, dan Lanny Jaya.

Data tersebut merupakan hasil pemetaan kerawanan di 101 daerah yang menggelar pilkada 2017 yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Survei dimaksudkan untuk mewujudkan pilkada yang demokratis dan damai sejak proses pencalonan dimulai.
Continue reading

Demokrat, PNA dan PAN Dikabarkan Usung Irwandi dan Nova Iriansyah

Banda Aceh – Juru bicara pusat PNA Thamren Ananda memposting foto duet Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. Pasangan ini meramaikan bursa pilgub Aceh 2017 yang hanya tersisa tujuh bulan lagi. Pasangan ini dikabarkan akan diusung oleh partai Demokrat, PNA dan PAN.

Jika menghitung jumlah kursi yang dimiliki ketiga partai ini, sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon. Demokrat memiliki 8 kursi di DPRA, PNA 3 kursi dan PAN 7 kursi. Total 18 kursi yang dimilikinya, sedangkan syarat minimal adalah 13 kursi sesuai UUPA, yakni 15 persen dari jumlah kursi DPRA.
Nova pernah maju bersama Muhammad Nazar saat pilgub 2012 lalu, keduanya maju dari jalur partai politik Demokrat, PPP dan SIRA. Namun pasangan ini hanya memperoleh 182 ribu suara dan berada diposisi ketiga, jauh dibawah pasangan Zikir yang mendapatkan lebih dari 1,3 juta suara. Sedangkan Irwandi – Muhyan mendapatkan 694 ribu suara.

Sumber HarianMerdeka.com menyebutkan ketua DPD PAN Aceh Anwar Ahmad sudah berhasil meyakinkan pihak DPP berdasarkan hasil survey internal partai. “Karena DPP sudah mengaminkan usulan DPD maka Anwar Ahmad langsung berkunjung ke rumah Irwandi Yusuf untuk menanyakan kesiapan mantan juru propaganda GAM tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian hanya Tarmizi Karim yang belum memiliki kendaraan politik, mengumpulkan 150 ribu KTP bukan perkara mudah dalam sisa waktu jelang pendaftaran dari jalur independen. Jikapun Tarmizi berduet dengan TM Nurlif, Golkar hanya memiliki 9 kursi dan butuh 4 kursi tambahan.

Sebelumya diisukan Tarmizi Karim akan diusung Demokrat dan Nasdem, namun Demokrat kini merapat ke Irwandi Yusuf, dan Nasdem ke Mualem.

Source: Harianmerdeka.com