Dahsyatnya Kekuatan Pembaca di Era Internet

Jakarta – Saat ini telah terjadi pergeseran perilaku masyarakat dalam tren pengkonsumsi konten. Awalnya mereka berperan hanya sebagai konsumen yang pasif menerima informasi, kemudian bergeser menjadi konsumen dan produsen. Kini masyarakat memiliki kekuatan untuk berperan sebagai produsen, konsumen, maupun kolaborasi keduanya.

Seperti dicontohkan oleh Budiono Darsono, Pimpinan Redaksi Detikcom dalam seminar bertajuk ‘Strategi Menghadapi Krisis Manajemen di Internet’ di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

“Reporter melaporkan suatu peristiwa kemudian di-publish di media, masyarakat membaca. Pembaca juga bisa memberikan informasi kepada media, kemudian media
memuat berita dari informasi pembaca tersebut,” jelasnya.

Misalnya saja, lanjut Budiono, saat bom di Marriot-Ritz Carlton meledak kemarin. Ada pembaca yang memberikan informasi kejadian tersebut kepada media, walaupun baru informasi awal tentang adanya ledakan di sebelah Hotel JW Marriot.

Tak hanya itu, pembaca juga bisa aktif berpartisipasi dengan mengirim komentar menanggapi suatu berita atau mengirim surat pembaca. Menjamurnya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta berkembangnya blog juga memudahkan masyarakat menyampaikan suatu informasi atau keluhan.

Disinggung perihal komentar kotor berisi sumpah serapah dari pembaca yang sering ditemui di media online, Budiono menyebutkan bahwa saat ini masih merupakan era pembelajaran, dimana orang memiliki kebebasan berpendapat. Namun pria humoris ini optimistis masyarakat akan semakin baik, semakin pintar dan lambat laun komentar-komentar kotor akan berkurang.

Source : Detikinet

Filed Under: Information Technology

Tags:

Similar Post : None Found

RSSComments (2)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. m.nizar says:

    makanya baca berita ga perlu beli koran lagi, cukup klik aja http://www.theglobejournal.com

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.