Personal Branding ala HANCOCK

Semalam saya bermalam mingguan bersama istri sambil menonton film Will Smith terbaru berjudul “HANCOCK”, adalah seorang Jhon Hanckok yg diperankan oleh Will smith, seorang superhero pemabok yg sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap publik, dia selalu menolong orang dengan caranya sendiri yg sangat berbahaya bagi orang-orang yg mau ditolongnya, saat dia melalukan aksinya seringkali menyebabkan kerusakan properti umum, tingkah ini sangat merugikan masyarakat, dan juga menyebabkan dia dikecam oleh warga dunia.

Personal Brand Image Hancock yg salah kaprah ini dikuatkan oleh video-video dia di YouTube, diantaranya yg merekam beberapa saat setelah dia memadamkan kebakaran sebuah apartemen, dengan pakaian compang-camping (terbakar) dan terkesan ‘maaf’ agak porno, karena sebagian pakaian bagian belakangnya kebakar, dia landing didepan anak-anak yg sedang membeli ice-cream. Kisah lainnya di YouTube merekam video cara Hancock menyelamatkan ikan paus yg terdampar dipantai, dengan entengnya hancock melempar ikan paus tsb ke tengah laut dan mengenai kapal layar yg tengah berlayar disana hingga tenggelam.

Tingkah laku Hancock yg seenaknya ini, bersamaan dengan pemberitaan media (TV, Koran dan Social Media) yg mengkonfirm sikap ini, membuat publik semakin membenci Hancock. Sayangnya Hancock bukanlah tipe orang yg peduli dengan pendapat publik.

Lha… gimana ini? Seharusnya dalam cerita-cerita superhero, biasanya mereka dicintai dan dielu-elukan setiap saat. Sifat mereka seringkali menjadi teladan bagi masyarakat awam, suka menolong serta rela berkorban.
Pada film Spiderman, ada sebuah nasehat “Bahwa didalam kekuatan besar, terkandung kewajiban yang besar pula”, semacam aturan dasar yg wajib dijalankan bagi setiap superhero.

Apa yg terjadi selanjutnya adalah ketika Hancock menyelamatkan dengan seorang eksekutif humas Ray Embrey (Jason Bateman), Ray berusaha membantu memulihkan image Personal Brand Hancock, mengembalikan image seorang superhero yg seharusnya (dicintai dan disayangi warga dunia).
Perubahan musti dilakukan, sifat, sikap dan gaya hidup Hancock harus berubah 180derajat.

Mulai dari menghilangkan kebiasaan minum minuman keras hingga menata cara Hancock berpakaian. Action Hancock selanjutnya harus berubah, walaupun berat, namun ketika dijalani mulai berdampak positif bagi brand image Hancock. Televisi, koran-koran, dan YouTube mulai banyak memuat berita-berita positif tentang brand image Hancock yg baru.

Dari film Hancock, saya mengambil beberapa kesimpulan untuk perbaikan Personal Branding Image:

1. Peliharalah brand image anda dengan baik, jangan sampai audience/market kita menerima brand image yg salah mengenai kita. Jangan seperti Hancock yg dulu, seorang superhero biang kerusakan yg dibenci warga dunia, jadilah Hancock seorang superhero pembela kebenaran yg dicintai warga dunia.

2. Jangan abaikan pemberitaan tentang brand kita di media (cetak, TV, radio) dan Social Media (YouTube, Facebook, Del.icio.us, dll), pastikan berita yg beredar sesuai dengan message yg kita sebarkan, bila tidak sesuai, secepatnya lakukanlah recovery.

3. Apabila brand image anda sudah sesuai dengan original message dari anda, maka buatlah market percaya bahwa keahlian anda bisa diandalkan, dengan adanya bukti-bukti yg otentik.

Jadi, apakah personal brand image anda telah sesuai dengan tujuan utama anda?

Source : kolumnis.com, 6 Juli 2008

Leave a Reply