siwah.com

The New Era in Aceh Edutainment

Seulanga Hosting

Menangkap Arah PDI-P

Apresiasi positif publik tampak tinggi terhadap sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang memosisikan diri sebagai kekuatan oposisi. Posisi ini bukan tidak mungkin akan menjadi modal paling kuat untuk kembali menggaet simpatisan di tengah rendahnya apresiasi publik terhadap partai politik.

Sejumlah survei selama ini cenderung menempatkan parpol kurang mendapat apresiasi positif di mata publik. Dalam jajak pendapat menyambut Kongres III PDI-P pekan depan di Bali, terlihat kecenderungan positifnya apresiasi publik terhadap partai itu.
[Read the rest of this entry...]

Parpol Coba Membumikan Ideologi

Hasil jajak pendapat Litbang Kompas cukup mengejutkan. Responden menilai, Partai Demokrat adalah yang paling konsisten mempertahankan ideologinya. Parpol yang baru dua kali ikut pemilu itu dalam jajak pendapat itu mengalahkan ”partai ideologis”, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Walau dari jajak pendapat itu tak diketahui alasan responden menyatakan penilaiannya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam sejumlah kesempatan mengakui, memang 10 tahun terakhir pragmatisme telah menghilangkan roh partainya, yaitu Pancasila 1 Juni 1945 hasil galian Soekarno, yang berwujud marhaenisme yang diidentifikasi sebagai pembelaan kepada wong cilik.
[Read the rest of this entry...]

Menyiapkan “Jihad” di Aceh

Awal Januari 2009. Sebuah iklan di koran lokal berisi kisah penindasan di Palestina yang diikuti pendaftaran calon mujahidin membakar semangat Baili (24), santri dari Dayah, pesantren, di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Nanggroe Aceh Darussalam.

Anak keenam dari delapan bersaudara dari Desa Alue Bilie, Nagan Raya, ini segera menuju ke Banda Aceh untuk mendaftarkan diri. ”Saya ingin membantu Palestina yang ditindas. Tetapi, saya miskin, hanya bisa berjihad dengan tenaga,” ujar Baili mengisahkan alasannya mendaftar sebagai relawan ke Palestina yang diprakarsai Front Pembela Islam (FPI) itu.
[Read the rest of this entry...]

Bukan Peperangan Orang Aceh

Sebuah pesan pendek berbunyi: ”Tandzim Al Qoidah Indonesia Cabang Serambi Mekah telah bertahan untuk melanjutkan jihad terhadap musuh-musuh Allah: kaum Yahudi, Salibis, dan Murtadin serta meminta musuh-musuh Allah untuk segera meninggalkan tanah Serambi Mekah”.

Pesan lewat SMS itu dikirim Abu Yusuf dari Pegunungan Bun, Jalin, Kecamatan Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), kepada seseorang di Solo, Jawa Tengah, pada 27 Februari 2010. Abu Yusuf alias Mustaqim adalah lelaki asal Lampung yang memimpin pelatihan menembak dan membaca peta kelompok bersenjata itu. Dia disebut-sebut sebagai lulusan akademi militer Jamaah Islamiah Hudaibiyah di Mindanao, Filipina.
[Read the rest of this entry...]

Penataan Partai Politik Perlu

Jakarta, Kompas – Partai politik yang memiliki manajemen baik belum tentu menang dalam pemilu. Demikian pula sebaliknya, partai yang manajemennya tidak baik bisa jadi keluar sebagai pemenang. Namun, kondisi itu bukan alasan untuk tidak melakukan perbaikan manajemen partai.

”Ada hal lain, seperti demografi, yang menentukan kemenangan partai politik selain hal- hal seperti manajemen yang baik. Ini terbukti dalam pemilu,” kata
[Read the rest of this entry...]

Bukan Rumah Tandzim Al Qoidah

Bagi Kubang (28) alias Mustafaruddin, mantan anggota pasukan bersenjata Gerakan Aceh Merdeka, perjuangannya masih jauh dari usai. Perdamaian yang ditandatangani perwakilan GAM dan Pemerintah Republik Indonesia pada 2005 bukanlah perdamaiannya.

Ketika mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lain bergabung dalam organisasi Komite Peralihan Aceh dan menikmati dana reintegrasi, Kubang pun menolak bergabung.
[Read the rest of this entry...]

Mengurai Cabikan Luka Partai Politik

Belum tampak perubahan yang patut dibanggakan dalam mengikuti sepak terjang partai politik di negeri ini. Publik dan khususnya konstituen partai selama ini lebih banyak mengekspresikan ketidakpuasan ketimbang kebanggaannya dalam berpartai. Masih dapatkah partai terselamatkan?

Kondisi demikian tidak boleh dipandang sebelah mata. Betapa tidak, keberadaan partai nyaris tidak dirasakan manfaatnya oleh bagian terbesar publik. Malah, lebih mengerikan lagi, kiprah partai kerap justru dipersepsikan sebagai bagian dari berbagai persoalan politik yang terjadi di negeri ini.
[Read the rest of this entry...]

Menghitung Untung dan Rugi FTA ASEAN-China

KOMPAS.com — Guna memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi, meliputi perdagangan dan investasi, negara anggota ASEAN dan China sepakat membuat perjanjian perdagangan bebas. Ratifikasi terkait kerja sama itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004.
[Read the rest of this entry...]

Perubahan Iklim Ancam Pertanian Saree

M. Nizar Abdurrani I The Globe Journal | Selasa, 12 Januari 2010

Jantho – Global Warming atau pemanasan global dimana salah satu akibatnya adalah perubahan iklim ternyata bukan hanya terjadi di lapisan es Antartika ataupun gletser Himalaya. Perubahan iklim ternyata juga sudah dirasakan di Indonesia bahkan Saree, sebuah daerah dingin sentra pertanian di Aceh Besar.

Kecamatan Saree atau biasa masyarakat menyebutnya dengan Saree terkenal sebagaia tempat yang sejuk dan hasil pertaniannya yang melimpah. Saking sejuknya jika melintasi tempat yang terletak di pegunungan Seulawah Aceh Besar tersebut masyarakat harus memakai pakaian tambahan untuk menangkal udara dingin menusuk kulit. Tapi sejak beberapa tahun belakangan ini temperatur udara di Saree sudah lebih hangat. Yang lebih mengkhawatirkan adalah perubahan iklim ini mengancam sektor pertanian Saree di masa depan.

Petani Saree sedang memanen dini ubi

Petani Saree sedang memanen dini ubi

Fenomena ini menjadi fokus penelitian sekelompok peneliti yang sebelumnya telah mengikuti ‘Climate Change and Poverty’ selama bulan Oktober – November 2009, yang diselenggarakan oleh International Conference for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Banda Aceh. [Read the rest of this entry...]

Kemewahan yang Menggoda Senayan

KOMPAS.com – Tidak mudah menjadi wakil rakyat. Baru sebulan duduk di Senayan, godaan sudah datang segunduk. Pendirian yang tak benar-benar kuat, pragmatisme bisa melumat. Kesederhanaan tidak laku, kemewahan malah nomor satu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Gorontalo, Elnino Mohamad Husein Mohi, merasakan itu. Belum sampai sebulan dilantik, aktivis dan bekas wartawan itu mengaku sudah mendapatkan banyak cobaan.
[Read the rest of this entry...]

banner radio aneuk aceh Banner Liberty Reserve