Banggakan Orde Baru, Golkar Ingin Dekati Petani dan Nelayan

TRIBUNNEWS/HERUDIN

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi senior Partai Golkar, Siswono Yudohusodo, mengungkapkan, pihaknya ingin menarik dukungan dari kalangan petani dan nelayan terkait strategi mengungkit kepemimpinan Soeharto dan masa Orde Baru dalam kampanye Pemilu 2014.

“Dalam lingkungan tertentu, seperti di daerah pertanian dan nelayan, masa Pak Harto itu lebih banyak. Sampai sekarang masih kuat,” ujar Siswono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Siswono mencontohkan, kalangan petani masih memiliki ingatan kuat akan kepastian pada masa pemerintahan Soeharto, ketika harga jual sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara pada masa kini, sebut Siswono, petani lebih banyak menemui ketidakpastian.

Meski demikian, Siswono mengakui zaman sudah berubah. Dia meminta agar publik tidak menyalahartikan maksud Golkar yang mulai membicarakan kejayaan Orde Baru.

“Jangan dikira dengan menyatakan Orde Baru, lalu Golkar ingin kembali ke era dulu. Golkar saat ini tidak bisa disamakan dengan Golkar zaman Pak Harto. Tatanannya sudah berbeda,” ucap mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi zaman Orde Baru tersebut.

Siswono menambahkan, maksud strategi Golkar untuk kembali mengungkit masa Orde Baru lantaran banyak orang yang bersikap menggeneralisasi sebuah era buruk. Padahal, pada masa Orde Baru, menurut Siswono, cukup banyak contoh positif yang seharusnya bisa ditiru pada era kini.

“Banyak orang fatalis, menganggap Orde Baru perlu dihabiskan. Padahal, dulu ada posyandu, kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa), sekarang sudah tidak ada, padahal itu bagus,” imbuh anggota Komisi IV DPR ini.

Seperti diberitakan, Partai Golkar belakangan ini mulai menyinggung soal kejayaan Orde Baru. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical bahkan meminta kader Golkar sekaligus anggota organisasi massa yang berafiliasi di dalamnya untuk tidak malu mengakui kalau Golkar berjaya pada era Orde Baru. Ical meminta mereka untuk bangga dengan masa kepemimpinan Soeharto.

“Kalau ada orang tanya, Anda Orde Baru? Jawab ‘ya’,” kata Ical saat berpidato di acara Pelantikan Pengurus Kosgoro 1957 di kantor DPP Golkar di Jakarta, Senin (10/2/2014) malam.

Salah satu bukti bahwa zaman Orde Baru adalah zaman yang positif, ucap Ical, adalah dengan munculnya baju dan stiker Soeharto dengan tulisan “Enak Jamanku To?” Menurutnya, baju dan stiker tersebut adalah bukti kerinduan masyarakat terhadap sosok Soeharto dan Partai Golkar.

Source : Kompas.com

Leave a Reply