Hati-hati isu pendidikan pada kampanye Pemilu 2009

LHOKSEUMAWE – Masalah pendidikan diprediksi akan menjadi isu menarik dalam kampanye Pemilu legislatif tahun 2009. Oleh sebab itu anggota DPR-RI dari komisi membidangi pendidikan, meminta masyarakat lebih jeli dalam menanggapi isu yang akan diusung dalam kampanye tersebut.

Anggota Komisi IX DPR-RI, Ahmad Farhan Hamid, di Lhokseumawe menegaskan, masyarakat harus lebih teliti dalam menanggapi setiap isu yang diusung dalam kampanye pemilu legislatif. Terutama masalah pendidikan.

“Jangan sampai yang disampaikan program cet langet (impian-red),” jelas anggota DPR-RI asal Aceh ini di sela-sela acara Deklarasi Gerakan Peduli Pendidikan, Selasa (29/7) di lapangan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Pada kesempatan itu hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NAD, Ilyas, Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid, Ketua DPRK Aceh Utara, Saifuddin Ilyas Dandim 0103./Aceh Utara, Yogi Gunawan, Kapolres Aceh Utara, Yosi Muhamartha, Kapolres Kota Lhokseumawe, Zulkifli dan undangan.

Sementara Kadis Pendidikan dan Pengajaran Pemkab Aceh Utara, Drs. M. Jamil, M.Kes mengakui, Aceh Utara belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan memadai. “Kita belum memiliki gedung pustaka yang presentatif untuk SLTA, MA, SMK, SLTP, MTs, SD dan MI,” lapor M. Jamil di hadapan Kadis Pendidikan NAD dan a undangan. Aceh Utara juga belum memiliki laboratorium IPA, lab. komputer, lab. bahasa dan ruang multi media yang presentatif.

Lahirnya gerakan peduli masyarakat, menurut M. Jamil, akibat siswa sering berkeliaran pada jam belajar. Mereka sering duduk-duduk di warung kopi atau kantin tanpa kepedulian. Masyarakat juga melaporkan, adanya guru-guru kurang disiplin mengajar, atau datang terlambat ke sekolah.

Selain itu hasil observasi yang dilakukan dinas pendidikan juga ditemukan berbagai fenomena yang menunjukkan perhatian kepada pendidikan belum sepenuhnya dilakukan masyarakat. (b17)

Source : Harian Waspada

Leave a Reply