Iklan Politik Melonjak: Pertumbuhan Iklan Paling Tinggi di Surat Kabar

Jakarta, Kompas – Selama Januari-Juni 2008, belanja iklan pemerintah dan organisasi politik meningkat 79 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini diperkirakan akan semakin tinggi menjelang Pemilu 2009. Di seluruh kategori produk, total belanja iklan di media cetak dan televisi selama semester I-2008 tumbuh 24 persen.

Pertumbuhan tertinggi terjadi di surat kabar. Pertumbuhan belanja iklan itu terekam dalam survei Nielsen Media Research Indonesia.

Senior Manager Business Development Nielsen Media Research Indonesia Maika Randini, Senin (11/8) di Jakarta, menjelaskan, survei meliputi 93 koran, 149 majalah dan tabloid, serta 19 stasiun televisi.

Data belanja iklan itu disajikan berdasarkan tarif normal tanpa menghitung diskon, promo, dan tidak termasuk iklan baris. Nielsen juga belum menghitung belanja iklan di internet dan radio.

Berdasarkan survei Nielsen, total belanja iklan televisi, surat kabar, majalah, dan tabloid pada Januari-Juni tahun ini mencapai Rp 19,5 triliun atau meningkat 24 persen dibandingkan dengan belanja iklan semester I-2007 yang sejumlah Rp 15,8 triliun.

”TV masih menguasai pangsa iklan terbesar, tetapi share iklan TV turun terus sejak 2005, sedangkan iklan di surat kabar tumbuh makin pesat,” ujar Maika.

Pangsa iklan TV turun

Pangsa iklan televisi terus turun dari 70 persen pada semester I-2005 menjadi 62 persen pada semester I-2008. Pada periode yang sama, pangsa iklan surat kabar menguat dari 26 persen menjadi 34 persen.

Pada semester I-2008, iklan televisi tumbuh 17 persen, sedangkan iklan surat kabar tumbuh 38 persen. Perlengkapan dan layanan komunikasi merupakan jenis produk yang paling banyak diiklankan di media.

Porsi iklan produk ini mencapai Rp 1,95 triliun atau 10 persen dari total belanja iklan semester I-2008. Pertumbuhan paling tinggi tampak pada kategori iklan politik, layanan hotline, serta perumahan.

Surat kabar menguasai 71 persen dari Rp 769 miliar iklan pemerintah dan organisasi politik. Adapun perumahan lebih banyak diiklankan di surat kabar. Iklan hotline yang tahun-tahun lalu muncul di surat kabar kini beralih ke televisi.

”Pengiklan yang ingin produknya ditampilkan lebih detail akan memilih surat kabar dibandingkan TV,” ujar Maika.

Dia memperkirakan, surat kabar masih akan mendapat booming iklan menjelang Pemilu 2009 karena peningkatan iklan politik diprediksi lebih tajam pada semester II-2008.

Pada semester I-2008, kategori iklan politik masih didominasi oleh kampanye pemerintah, misalnya untuk pemberantasan flu burung dan pendidikan, serta iklan calon kepala daerah. (DAY)

Source : kompas.com

Leave a Reply