Kalah Pilkada Golkar, Salahkan Akbar Tandjung

Jakarta – Lagi-lagi calon yang diusung Partai Golkar di pilkada keok. Partai berlambang pohon beringin itu pun menyalahkan Akbar Tandjung.

“Saya jujur menyampaikan ada faktor-faktor. Faktor itu kebijakan masa lalu di mana kita memasang ketua Golkar yang harus naik, sekarang nggak boleh lagi kayak gitu,” kata Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif.

Hal itu disampaikan Syamsul usai menemani Jusuf Kalla mengambil nomor undian parpol di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (9/7/2008).

Apakah saat kepemimpinan Akbar Tandjung? “Ya, itu saat reformasi Golkar dipimpin Bang Akbar,” jawabnya.

“Saat itu diperkenalkan paradigma baru partai, saat itu ditegaskan di mana Partai Golkar menang, maka peluang untuk menjadi gubernur wakil gubernur adalah ketua DPD Golkar. Itu dipegang oleh kawan-kawan,” bebernya.

Aturan itu, kata Syamsul, memang tidak diberlakukan secara tertulis. Namun, lanjutnya, kader Golkar menjadikan kata-kata Akbar itu sebagai pegangan.

“Makanya teman-teman mengambil peluang itu, dan ternyata tak benar,” katanya.

Karena itu, kata Syamsul, Golkar memberlakukan konvensi untuk memilih calon. “Sekarang ini memakai konvensi, maka suara yang di bawah yang menentukan,” katanya.

“DPP mempertimbangkan untuk tidak lagi pakai itu (ketua DPD Golkar otomatis calon pimpinan daerah -red) tapi fit and proper test. Siapa yang mendaftar lalu di fit and propert test dan survei,” lanjutnya.(ken/nrl)

Sumber : Detik.com

Leave a Reply