Kalla Akui Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada Golkar Menurun

Jakarta, Kompas – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla mengakui, tingkat kepercayaan publik terhadap partainya sekarang ini berada di bawah PDI-P.

Jusuf Kalla yang juga Wapres mengatakan hal itu seusai shalat Jumat (11/7) di Istana Wapres, Jakarta. Menurut dia, hal itu disebabkan Partai Golkar selalu dinilai dengan kinerja pemerintahan sekarang ini.

”Oleh sebab itu, untuk meningkatkan citra Partai Golkar, bukan hanya kinerja Partai Golkar saja yang harus diperbaiki, tetapi juga kinerja pemerintahan. Seperti halnya juga Partai Demokrat, Partai Golkar juga kuat hubungannya dengan pemerintahan,” kata Kalla.

Namun, ia yakin dalam waktu 10 bulan ini partainya dan pemerintahannya yang dipimpin bersama Presiden Yudhoyono akan bisa memperbaiki kinerjanya. ”Yakinlah itu, masih ada waktu 10 bulan bagi kita meningkatkan kinerja,” katanya.

Seperti diberitakan, Partai Golkar mengalami rentetan kekalahan dalam sejumlah pemilihan langsung kepala daerah (pilkada), seperti di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Maluku. Sebelumnya, kandidat Partai Golkar juga kalah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

”Tentu, kita kecewa. Tetapi, kita akan optimistis. Memang, di tingkat provinsi kita kalah. Namun, persentase kita menang 25 persen. Sedangkan di tingkat kabupaten, basis dukungan massa Partai Golkar sampai 42 persen dari 370 pilkada di tingkat kabupaten. Ini berarti basis kita di bawah sangat kuat. Jadi, saya optimistis bisa mencapai target 30 persen suara pada Pemilu 2009 mendatang,” katanya

Optimisme juga dinyatakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso. Menurut dia, Partai Golkar memang terpukul dengan sejumlah kekalahan di pemilihan gubernur. Apalagi, kekalahan itu terjadi di daerah yang dianggap basis Partai Golkar. ”Golkar baru memenangi 22 persen dari seluruh pemilihan gubernur yang sudah terselenggara,” ujarnya di Surabaya, Jumat.

Selain karena di daerah basis, kekalahan itu mempunyai nilai lebih karena menjelang Pemilu 2009. Pasalnya, kemenangan di daerah akan menjadi modal menggalang kekuatan menuju Pemilu 2009.

”Tetapi, Golkar masih optimistis menang,” ujarnya.

Senada dengan Kalla, Priyo juga beralasan bahwa Partai Golkar telah memenangi 42 persen kemenangan di seluruh pemilihan bupati/wali kota.

”Bupati/wali kota bisa bersentuhan langsung dengan pemilih. Dengan kemenangan di 42 persen dari seluruh pemilihan, Golkar masih kuat,” tuturnya.

Meskipun demikian, Partai Golkar tetap perlu menambah kemenangan pada pemilihan gubernur, terutama di Jawa. Partai Golkar tinggal punya satu kesempatan lagi, yaitu di Jawa Timur. Pada pilkada di Jawa Barat dan Jawa Tengah lalu, Partai Golkar kalah telak. ”DPP Golkar memberikan perhatian penuh pada pemilihan Gubernur Jatim,” ujarnya.

Pilgub Jatim melibatkan pemilih paling besar. KPU Jatim mencatat 29 juta orang masuk daftar pemilih tetap pilgub. Di Jabar dan Jateng hanya tercatat masing- masing 27,9 juta dan 25,8 juta pemilih. ”Kemenangan di Jawa punya nilai strategis,” ujarnya.

Namun, kekuatan politik yang dominan di Jatim bukan Partai Golkar, melainkan PKB dan PDI-P. (HAR/RAZ)

Source : Kompas.com

Leave a Reply