Megawati Minta Pemerintah tidak Membesar-Besarkan Golput

MATARAM–MI: Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendesak pemerintah dan kaum cendekiawan agar tidak membesar-besarkan golput.

Pemerintah dan kaum cendekiawan justru harus mendidik masyarakat untuk menggunakan hak piliha mereka dalam setiap pesta demokrasi di tingkat daerah maupun pusat.

“Saya membantah golput semakin besar. Justru golput itu jangan dijadikan contoh. Jangan dibesar-besarkan,” kata Megawati ketika bersilaturahmi dan memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat di Pura Karang Blumbang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/6).

Menurutnya, golput lebih sering muncul karena persiapan pesta demokrasi tidak matang. Salah satu aspek penting dalam mempersiapkan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah sosialisasi pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam memilih. Selain itu, kesiapan pemerintah dalam melakukan pendataan pemilih dan memberikan kartu pemilih tanpa diskriminasi.

“Golput itu karena apa? Apakah masyarakat sudah disosialisasikan? Apakah sensusnya susah sampai tingkat RT/RW yang benar? Berapa banyak kartu pemilih yang tidak diberikan ketika pilkada atau pemilu?,” tanyanya.

Megawati mengatakan, jumlah golput selama ini sengaja dibesar-besarkan, padahal itu tidak sesuai dengan kenyatan. Pasalnya, apabila masyarakat tidak senang dengan partai politik (Parpol), pemilu atau pilkada justru tidak laku sama sekali.

“Kalau masyarakat tidak senang dengan parpol, kenapa orang berebut bikin partai dan jadi pengurus parpol,” ujarnya.

Ia memaparkan, masyarakat harus disadarkan bahwa ikut mencoblos dalam pemiu atau pilkada akan menentukan masa depan mereka lima tahun ke depan. Pasalnya, golput adalah pilihan yang merugikan karena setiap orang tidak hidup menyendiri, tapi bermasyarakat.

“Jangan sampai kehidupan bebangsa dan bernegara ini tidak sehat. Masyarakat jangan disalahkan, tapi harus diajari. Kalau tidak ada yang memilih, langsung kembali saja ke sistem perwakilan,” cetus Megawati.

Pada kesempatan itu, Keua Umum DPP PDIP juga meminta seluruh kader dan simpatisan PDIP agar bekerja keras memenangkan pasangan Lalu Serinata-M Husni Djibril sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTB periode 2008-2013. Pasangan yang dijuluki Serius itu harus dimenangkan oleh kerja struktural PDIP di seluruh NTB.(Far/OL-01)

Tulisan ini dikutip dari Harian Media Indonesia

Leave a Reply