Mesin Politik Golkar Diminta Efektif

JAKARTA — Menjelang pilkada gubernur dan wakil gubernur di sejumlah daerah, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, menyambangi para kadernya untuk memberikan semangat. Kemarin (4/7), ia berkunjung ke Denpasar dan Mataram untuk melakukan temu kader sebelum hari pencoblosan pilkada di kedua daerah itu.

Dengan didampingi sejumlah fungsionaris pusat partainya, Kalla memberikan pengarahan agar massanya tetap solid menghadapi pilkada. Ia juga meminta agar mesin politik partai bisa bekerja efektif menyokong calon yang diusung partai. ”Dalam pilkada, figur sangat menentukan. Tapi figur ini juga harus didukung partai,” ujar Kalla saat memberikan pengarahan di hadapan ribuan kadernya di Denpasar, Bali.

Temu kader itu dilakukan di ruang tertutup. Pilkada Gubernur Bali akan dilangsungkan pada 9 Juli 2008 dan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 7 Juli 2008. Kepada kadernya di Bali, mantan pengusaha ini berpesan agar melaksanakan kampanye secara santun. Kampanye hendaknya benar-benar dijadikan sarana untuk meraih dukungan rakyat. ”Kita juga tak ingin kampanye dengan uang karena itu berbahaya,” katanya mengingatkan.

Selama hampir satu jam, Kalla memberikan arahannya. Namun rombongan tak bisa berlama-lama di Bali. Setelah menuntaskan arahannya, ia langsung terbang ke Mataram, NTB. Di sana Kalla mengajak kadernya untuk menghindari golput. Bahkan, ia meminta para kader, alim ulama, atau pemimpin di NTB mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menggunakan hak pilihnya.

Melihat hasil pilkada di sejumlah daerah, Kalla mengaku prihatin dengan semakin meningkatnya masyarakat yang tak menggunakan hak pilihnya (golput). Trennya, rakyat yang golput kini sudah lebih dari 40 persen. Terakhir pada pilkada gubernur dan wagub di Jateng, sebutnya, rakyat yang datang ke TPS hanya 57 presen. Sedangkan sisanya, 43 persen, memilih untuk mengabaikan haknya. ”Jadi sekarang ada dua hal yang menentukan dalam pilkada, yaitu bagaimana saudara meyakinkan orang lain dan meyakinkan kader-kader sendiri untuk datang ke TPS,” ucapnya.

Dalam pilkada atau pemilu, bagi Kalla, satu suara mempunyai nilai yang sangat tinggi. Ia lantas menyontohkan kekisruhan Pilkada Gubernur Maluku Utara yang terus berkepanjangan akibat selisih suara yang tipis. Di provinsi itu, ujarnya, selisih suara hanya sebesar 800 orang atau setara dengan jumlah pemilih di dua TPS. ”Kalau perlu warga saling mengingatkan untuk pergi ke TPS, umumkan saja di masjid-masjid,” imbuhnya. djo

Tulisan ini dikutip dari Republika Online

Leave a Reply