Parpol Harus Berikrar Antidiskriminasi

BANDA ACEH – Partai politik peserta Pemilu 2009, diminta untuk mengeluarkan pernyataan bersama dalam mengantisipasi lahirnya sikap diskriminasi ataupun tindakan lainnya yang dapat mengancam jalannya pesta demokrasi di Aceh. Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi publik tentang strategi dan langkah mewujudkan pemilu damai di Aceh, dilaksanakan oleh Yayasan Insan Cita Madani (YICM), di Rodya Café, Banda Aceh, Sabtu (12/7).

Acara yang dimoderati oleh Irwan Adaby itu menghadirkan sejumlah pemateri dari partai politik lokal. Mereka adalah Amiruddin dari Partai Aceh (PA), Thamrin Ananda dari Partai Rakyat Aceh (PRA), Nurkhalis dari Partai Daulat Atjeh (PDA), dan Hayatisna dari Partai Aliansi Rakyat Aceh (PARA) Peduli Perempuan. Partai yang disebut terakhir, dinyatakan tidak lolos dalam seleksi faktual yang dilaksanakan oleh KIP Aceh beberapa waktu lalu.

“Ada hal tertentu yang menyebabkan intimidasi dan teror itu terjadi. Boleh jadi itu bukan masalah politik yang kemudian dipolitisir oleh pihak tertentu. Yang terpenting sekarang, bagaimana pengurus parpol dapat berperan untuk meminimalkan segala bentuk teror itu,” kata salah seorang peserta diskusi.

Ia juga menyebutkan, persoalan serupa pernah terjadi pada awal pilkada 2006. Namun dalam pelaksanaannya, pilkada juga berjalan tanpa hambatan yang berarti. “Sekarang bagaimana kita menciptakan langkah-langkah proses damai di aceh, karena hingga hari ini belum ada partai politik menggagas soal itu,” katanya lagi.

Peserta lainnya juga mempertanyakan komitmen parpol dalam mewujudkan pemilu damai di Aceh. Kata dia, pengurus parpol harus bisa meredam para simpatisannya untuk tidak melakukan tindakan anarkis. “Bukankah semua bertujuan untuk mendapatkan simpatisan rakyat,” katanya.

Selain itu, para peserta juga menyatakan harapan yang tinggi agar parpol yang memenangi Pemilu 2009, melalui anggotanya yang duduk diparlemen dapat mengimplementasi MoU Helsinki dan pelaksanaan beberapa klausul UUPA yang selama ini masih dianggap belum dilaksankan oleh Pemerintah Pusat. Menjawab peserta, sejumlah pengurus parpol menyatakan sikap responsif terhadap semua usulan peserta demi terlaksananya Pemilu 2009 yang aman dan damai.(yuh)

Source : Serambi Indonesia

Leave a Reply