Parpol Harus Selektif Rangkul Artis

YOGYAKARTA–MI: Partai politik (parpol) harus selektif merangkul artis, dan bukan hanya memandang sisi ketenaran yang dimanfaatkan untuk mendongkrak perolehan suara dalam pemilu 2009.

“Kalau parpol mengajak artis masuk jajaran birokrat baik eksekutif maupun legislatif di pusat dan daerah, maka harus didukung kemampuan personal artis tersebut,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, AAGN Arie Dwipayana MSi, Jumat.

Sebenarnya, kata dia, fenomena artis terjun ke dunia politik sudah dilakukan pada masa Orde Baru yang mewadahi artis untuk kepentingan parpol.

“Ketika itu artis hanya dimanfaatkan untuk mendongkrak perolehan suara,” katanya.

Jika sekarang memang ingin menampilkan artis dalam pentas politik, maka artis yang direkrut harus memiliki pengalaman organisasi maupun politik yang baik.

“Misalnya pernah berperan dalam organisasi keartisan maupun berkiprah dalam advokasi artis dan belajar tentang politik. Kalau tidak ada kemampuan maka kehadiran artis hanya akan menjadi ‘badut politik’ yang bermain di atas panggung politik,” katanya.

Ia mengatakan, dengan jumlah parpol peserta pemilu 2009 yang mencapai 34 partai, maka persaingan antar parpol akan ketat sehingga mereka harus mencari cara efektif untuk mendulang suara.

“Adanya persaingan ketat ini menyebabkan parpol mencari figur yang banyak dikenal masyarakat, diantaranya adalah kalangan artis yang sering muncul di televisi,” katanya.

Meski demikian sebagian besar parpol nampaknya masih setengah hati dan hanya mendudukkan para artis tersebut sebagai orang kedua, bukan yang utama, seperti untuk posisi eksekutif di daerah para artis hanya menempati jabatan wakil kepala daerah atau sebagai orang kedua.

“Begitu juga di legislatif para artis masuk dalam daftar calon anggota legislatif (caleg) di bawah elit parpol,” katanya.(Ant/OL-01)

Source : Media Indonesia

Leave a Reply