Parpol Islam Menang Jika Berkoalisi

JAKARTA–MI: Cara utama bagi partai politik Islam untuk dapat memenangkan Pemilu adalah dengan melakukan koalisi permanen. Jika beberapa partai telah berkoalisi, maka sangat dimungkinkan Parpol Islam dapat mengantongi 30% suara.

Selama ini yang menyebabkan partai Islam sulit mendapatakan suara mayoritas dalam Pemilu adalah karena adanya persaingan yang kuat antara satu parpol Islam dengan parpol Islam yang lain, dan adanya perbedaan ideologi yang mendasar.

“Setiap partai saling bersaing, menyebabkan partai-partai Islam mati hidup-mati hidup. Koalisi permanen artinya punya kekuatasn yang cukup dan terhindar dari perpecahan di internal partai. ” kata Wakil Ketua MPR RI Aksa Mahmud dalam acara Dialog Publik Parpol Islam dan Tantangan Pemilu 2009, Rabu (2/7).

Menurut Aksa, parpol Islam sulit berkoalisi saat ini, karena wacana koalisi belum pernah dibicarakan antara satu parpol dengan parpol yang lain. Selama ini Parpol nasionalis belum pernah berhasil dalam koalisi, apalagi parpol Islam.

“Koalisi bukan hal yang mudah, namun Parpol Islam akan mempunyai kekuatan dengan koalisi. Jika koalisi bisa dilakukan, 30% suara bisa didapat. Namun jalan untuk ke sana memang sangat berat, ungkapnya.

Sementara yang menjadi tantangan bagi parpol-parpol Islam saat ini adalah bagaimana mengubah paradigma yang menggeser pilihan konstituen selama ini. Menurut Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, harus ada pergeseran yang cukup drastis dari parpol-parpol Islam untuk mengambil suara lebih banyak dan agar tetap bertahan dengan keberadaan partai-partai Nasional yang selama ini mendominasi jumlah suara.

‘”Jika partai Islam terus menonjolkan identitasnya, maka akan kecil kemungkinan untuk mengumpulkan dukungan,” katanya. (*/OL-2)

Tulisan ini dikutip dari Media Indonesia Online

Leave a Reply