Pemilihan Gubernur: Partai Politik dan Cagub Jatim 2008

Mengacu hasil pemilihan legislatif 2004 dan aturan main politik yang ada, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur telah menetapkan lima pasangan calon yang akan berkompetisi dalam pemilihan Gubernur Jatim 2008.

Pertama, Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji), menggunakan kendaraan politik utama PPP dan ditopang parpol-parpol kecil, meliputi PPNUI, PNI-Marhaen, Partai Merdeka, Partai Pelopor, PIB, PNBK, PKPI, PBR, PDS, PKPB, dan Partai Patriot. Kekuatan kendaraan politik Kaji ini sekitar 16,72 persen suara.

Namun, di luar itu, Kaji secara tak formal didukung penuh oleh ”elite struktural NU”. Khofifah adalah mantan menteri dan Ketua Muslimat NU, serta menjadi anggota PKB. Sedangkan Mudjiono adalah mantan Kepala Staf Kodam V/Brawijaya.

Kedua, Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), menggunakan kendaraan politik tunggal PDI-P dengan kekuatan 21 persen suara. Di samping itu, ditopang pula oleh ormas Kosgoro 1957 yang menjadi underbouw Partai Golkar. Juga, dukungan garansi personal Megawati Soekarnoputri.

Sutjipto adalah pengurus DPP PDI-P, sedangkan Ridwan Hisjam adalah mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim dan Ketua Kosgoro 1957 Jatim.

Ketiga, Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam), menggunakan kendaraan politik Partai Golkar dengan kekuatan 13,16 persen suara. Soenarjo yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jatim dan mantan Wakil Gubernur Jatim dikenal luas sebagai dalang wayang kulit. Sementara Ali Maschan adalah mantan Ketua PWNU Jatim yang dinon-aktifkan karena tarik-menarik kepentingan politik internal NU.

Keempat, Achmady-Soehartono (Achsan), menggunakan kendaraan politik tunggal PKB dengan kekuatan paling besar, yaitu 30,55 persen suara. Namun, kini PKB terpecah tiga, yaitu PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, PKB Muhaimin Iskandar, dan PKNU. Sebetulnya, secara riil kekuatan PKB Gus Dur yang menopang Achsan hanya sekitar 14 persen. Akan tetapi, kekuatan penopang lain adalah garansi personal Gus Dur dan jejaring sosialnya. Achmady adalah mantan Bupati Mojokerto dan Soehartono adalah mantan Kepala Staf Kodam V/Brawijaya.

Kelima, Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), menggunakan kendaraan politik Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Akumulasi kekuatannya 15,31 persen suara. Namun, Soekarwo sebagai mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim telah lama menggalang jejaring yang luas di jajaran birokrasi sipil dan masyarakat akar rumput. Ia juga menjadi anak emas Imam Oetomo, Gubernur Jatim sekarang. Sedangkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mantan Ketua GP Ansor dan menteri, serta berdarah biru NU, memiliki basis binaan yang luas dalam komunitas NU.

Haryadi Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga

Source : kompas.com

Leave a Reply