Pemutakhiran Data Pemilih Terhambat

LHOKSEUMAWE – Pemutakhiran data pemilik untuk pelaksanaan pemilu 2009 di wilayah Lhokseumawe terhambat. Sebab petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga kini belum dilantik. Selain itu, alokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disetujui dalam DIPA 2008 tak sesuai kebutuhan di lapangan.

Informasi yang diperoleh Serambi, jumlah pemilih untuk pemilu 2009 di Lhokseumawe sebanyak 125.215 orang dari jumlah penduduk 169.682 orang. Jumlah tersebut nantinya akan didata ulang oleh pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, sehingga kevalidan data pemilih bisa dipertanggungjawabkan.

Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih KIP Lhokseumawe, Dedy Syahputra kepada Serambi, Senin (21/7), membenarkan bahwa proses pemutakhiran data pemilih terhambat. Pasalnya, kata Dedy, pada data awal yang menjadi pegangan KIP, jumlah pemilih di Lhokseumawe hanya 125.215 orang.

Namun, jumlah itu belum didata ulang ke lapangan. Namun, kendalanya hingga saat ini DIPA hanya mengalokasikan 253 TPS. Padahal, realitas kebutuhan di lapangan untuk TPS harus ada 286 TPS. “Merujuk pada DIPA, maka Lhokseumawe masih kekurangan 33 TPS,” ujar Dedi. Idealnya, menurut Dedy, setiap satu TPS harus menaungi 500 pemilih sehingga total TPS yang dibutuhkan untuk empat kecamatan dalam wilayah Lhokseumawe sebanyak 286 TPS.

Terkait dengan pemutakhiran data, tambahnya, sampai sekarang KIP belum mempunyai dana untuk melantik PPK di empat kecamatan. Untuk pelantikan itu, KIP punya dana hibah Pemko sebesar Rp 400 juta dan diharapkan proses penggunaan dana tersebut bisa cepat dilaksanakan.(swa)

Source : Serambi Indonesia

Leave a Reply