Perempuan Aceh harus siap hadapi pemilu 2009

Banda Aceh, 15/8 (ANTARA) – Kaum perempuan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) harus siap menghadapi Pemilu Legislatif 2009 terutama untuk memenuhi ketentuan kuota 30 persen dalam partai politik.

“Memang memenuhi kuota 30 persen perempuan dalam partai politik tidak mudah. Saat ini saja banyak partai yang belum siap,” kata Direktur Eksekutif Mitra Sejati Perempuan Indonesia (MiSPI) Aceh, Syarifah Rahmatillah di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan rutin yang diadakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (BPPPA) NAD dengan tema kuota 30 persen perempuan.

Untuk mempersiapkan perempuan terjun di bidang politik tidak mudah apalagi saat ini batas waktunya sangat singkat bagi perempuan untuk ikut mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.

Menurut mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu, saat ini masih banyak partai politik nasional dan partai politik lokal yang belum mampu memenuhi kuota 30 persen tersebut untuk menjadi calon legislatif dari partainya.

Namun menurut Syarifah, ketidakmampuan memenuhi ketentuan itu bukan semata-mata kesalahan perempuan yang dianggap tidak mampu berpolitik tetapi kesalahan partai politik yang tidak melakukan kaderisasi kaum hawa di partainya.

Jika perempuan tidak muncul dalam pemilu 2009 bukan berarti mereka gagal tetapi memang butuh persiapan matang yang harus disiapkan dari sekarang sehingga pada pesta demokrasi yang akan datang perempuan siap untuk dicalonkan.

Jumlah perempuan yang duduk di legislatif di Aceh saat ini mulai menunjukkan peningkatan dari hanya enam orang pada pemilu 1999 bertambah menjadi 49 orang pada 2004.

Peningkatan tersebut cukup menggembirakan dan diperkirakan pada pemilihan yang akan datang kemungkinan akan semakin bertambah jumlah perempuan yang duduk di legislatif, kata Syarifah.

Source : Harian Waspada

Leave a Reply