Pilkada Pidie Jaya Terancam Gagal

SIGLI- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pidie Jaya terancam gagal. Pasalnya, hingga kini Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai penyelenggara Pilkada dilaporkan belum memiliki dana.

Hal itu dikatakan Ketua KIP Pidie Jaya, Drs Basri kepada Serambi Jumat (4/7) via telepon kemarin. Dikatakan, akibat dana yang bersumber dari pemerintah belum diperoleh, saat ini untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, pengurus KIP Pidie Jaya terpaksa mengorek uang saku sendiri dalam menyiapkan keperluan jelang bergulirnya pesta pilkada. “Kita tidak mungkin terus menerus menggunakan dana sendiri. Dan jika dana belum cair, maka dipastikan Pilkada Pidie Jaya terancam tak bisa dilaksanakan,” kata Basri.

Ia mengaku, pihaknya telah mendatangi Bupati Pidie Jaya dan Setdakab Pidie Jaya untuk meminta pinjaman dana sementara. Akan tetapi, pihak Pemkab menjawab tidak dibenarkan kas bon, dan itu melanggar aturan yang ada. “Saya berkomitmen pilkada di Pidie Jaya harus sukses. Tapi persoalan sekarang terkendala dengan dana,” tukas Basri.

Setdakab Pidie Jaya, Ramli Daud kepada Serambi Jumat (4/7), membenarkan sampai kini dana untuk KIP belum cair. Bahkan, katanya, dana bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) dan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie dari kabupaten induk belum dicairkan.

“Kita harus menunggu dana itu cair, karena jika dana tersebut belum ada kita tidak tahu, karena pos yang lain tidak tersedia. Sementara untuk kas bon tidak dibenarkan, alias melanggar aturan,” pungkasnya.(nr)

Berita ini dikutip dari Harian Serambi Indonesia Online

Leave a Reply