PKS di Pilgub Jabar tanpa Konsultan Politik Eep Saefullah Fatah

TEMPO.CO, Karawang – Setelah sukses dengan kemenangan Anies-Sandi pada pemilihan kepala daerah DKI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, bakal kembali bertarung dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018-2023. Kali ini, ia bakal menjadi ketua tim pemenangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun depan.

Kepada Tempo, ia mengaku tidak bakal meratapi kepergian sejumlah pihak yang kini berlabuh ke kandidat lain. Eep Saefullah Fatah dari PolMark, misalnya, mantan konsultan politik Anies-Sandi pada pilkada DKI, di mana PKS di dalamnya, itu kini disebut-sebut menukangi politikus Golkar Dedi Mulyadi dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat.

PolMark adalah lembaga konsultan politik yang memberikan jasa konsultasi political marketing dari hulu ke hilir. Ada tiga jenis layanan pokok yang ditawarkan, salah satunya adalah pemenangan pemilihan umum (presiden serta legislatif pusat dan daerah) dan pemilihan umum kepala daerah.

Mangga (silakan) Kang Eep ke tempat lain, yang jelas kita sudah punya strategi matang untuk membuat PKS hat-trick di Jawa Barat,” kata Mardani kepada Tempo di sela acara pelantikan tim pemenangan pilkada Jawa Barat di Karawang, Ahad, 13 Agustus 2017.


Presiden PKS Sohibul Imam menambahkan dengan mengatakan belum mencari tenaga konsultan lain untuk membantu PKS pada pemilihan Gubernur Jawa Barat. “Saat ini kami belum membicarakan konsultan, persoalan itu diserahkan kepada mereka berdua (Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu). Kami fokus memanaskan mesin politik saja dulu,” ujar Sohibul.

Pada 2018-2019, jasa konsultan politik di pilkada diprediksi bakal banyak pesanan. Pasalnya pada 2018, bakal ada 171 pilkada di Indonesia. Sebanyak 17 di antaranya adalah pemilihan gubernur.

Jasa yang ditawarkan konsultan politik, antara lain menerima dan menangani semua pesanan jasa konsultasi politik, misalnya, membaca peta dukungan, pencitraan, strategi pemenangan, mobilisasi opini, hingga hitung cepat setelah pemilihan.

Pada 2018-2019, diprediksi memiliki peran strategis bagi seluruh partai politik di Indonesia. Bagi Presiden PKS Sohibul Imam, misalnya, 2018 dan 2019 adalah tahun yang sangat penting.

“Kita akan habis-habisan, karena pilgub 2018 terjadi di provinsi yang besar dan luas. Perannya strategis ada Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumut, Sumsel, Riau, Lampung, Maluku, dan sebagainya,” katanya.

HISYAM LUTHFIANA

Source: Tempo.com

Leave a Reply