PM Badawi “Tegang”; Putra Mahathir Juga Sudah Mundur dari UMNO

Kuala Lumpur, Rabu – Perdana Menteri Abdullah Badawi tampak tegang menghadapi manuver Mahathir. Dia kembali melakukan pertemuan darurat dengan sejumlah pemimpin partai yang tergabung dalam Barisan Nasional untuk memastikan bahwa dukungan terhadapnya masih kuat.

Parlemen BN mengadakan pertemuan pada Rabu (21/5) kemarin. Sehari sebelumnya, Selasa, Perdana Menteri Badawi mengadakan pertemuan khusus dengan para anggota parlemen dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). UMNO merupakan bagian dari koalisi partai-partai, yang tergabung dalam BN.

Sejumlah tokoh dari partai lain yang sama-sama bergabung dengan UMNO di BN meyakini UMNO di bawah kepemimpinan Badawi akan mampu mengatasi berbagai ujian.

”Secara keseluruhan, itu pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah UMNO, seperti juga sejarah partai-partai politik lainnya,” kata Pejabat Ketua Gerakan Dr Koh Tsu Koon, Selasa lalu.

Dalam sejarah UMNO, banyak mantan ketua yang kemudian keluar dari UMNO karena kecewa dengan penggantinya, tetapi rakyat Melayu Malaysia tetap setia mendukung UMNO. Faktor sejarah inilah yang diyakini banyak pengamat akan tetap bertahan. Kesempatan menjatuhkan perdana menteri belum pernah terjadi dalam sejarah Malaysia.

Terus beraksi

Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad terus membujuk para anggota parlemen Malaysia agar sementara mundur dari koalisi Barisan Nasional yang berkuasa. Ini bertujuan memaksa perubahan kepemimpinan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi.

”Ini adalah cara untuk memaksa Badawi mundur. Jika pemerintah tak lagi menjadi kekuatan mayoritas di parlemen, pemerintahan Badawi akan jatuh,” kata Mahathir dalam tulisan di situs pribadinya, Rabu.

Barisan Nasional memenangi 140 dari 222 kursi di parlemen pada pemilihan umum Maret lalu. Ini adalah untuk pertama kalinya BN kehilangan mayoritas dalam 40 tahun terakhir di parlemen.

Mahathir menyalahkan Abdullah atas kemunduran besar koalisi BN tersebut. Dia menganggap PM Malaysia itu seorang pemimpin yang lemah, menyuburkan nepotisme dan korupsi, serta tidak mampu menangani kekecewaan publik atas meningkatnya kriminalitas dan sengketa ras.

”Jika Barisan Nasional sudah menggantikan Abdullah dengan cara meninggalkan koalisi, mereka bisa meneruskan dukungan kepada Barisan Nasional tanpa Badawi kembali membentuk pemerintahan lagi,” tulis Mahathir.

Keputusan Mahathir (82) untuk mundur dari UMNO sejauh ini belum diikuti anggota-anggota parlemen dan tokoh-tokoh berpengaruh UMNO. Hanya putra Mahathir, Mokhzani, pada Rabu lalu menyatakan mundur dari UMNO. Akan tetapi, dia sudah tidak menduduki jabatan di UMNO.

Meski demikian, ajakan Mahathir tersebut memunculkan kekhawatiran lagi di kalangan koalisi BN. Beberapa waktu lalu pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa oposisi mempunyai 30 anggota parlemen dari BN yang ingin menyeberang ke kubu oposisi. (Reuters/IHT/OKI)

Tulisan ini dikutip dari Kompas Cetak,Kamis, 22 Mei 2008

Leave a Reply