Sekularisasi Politik Muslim Bantu Kemenangan Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam survei pra-pilkada dan exit poll putaran kedua menunjukkan bahwa sekularisasi politik umat Muslim, khususnya di DKI Jakarta, turut membantu kemenangan pasangan Jokowi-Ahok.

Dari hasil survei, sebanyak 49,8 responden beragama Islam menyatakan ajaran Agama Islam tidak melarang umat Muslim untuk memilih pemimpin non-Muslim dan 44,5 responden mengatakan sebaliknya.Hasilnya, pemilih Muslim untuk pasangan Foke-Nara mencapai 51,9 persen dan untuk pasangan Jokowi-Ahok sebesar 48,1 persen.

“Sekularisasi politik pemilih terlihat dari indikator ini,” ujar CEO SMRC Grace Natalie saat mempresentasikan hasil survei SMRC di Morrissey Serviced Apartment Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/92012).

Sementara itu, agama-agama minoritas lainnya lebih dari 80 persen memilih pasangan Jokowi-Ahok. Menurut survei SMRC, sikap non-Muslim yang sangat solid bisa dipahami karena jumlahnya hanya sekitar 15 persen.

Dan, lanjut Grace, di manapun perilaku kelompok minoritas memang seperti yang ditunjukkan hasil survei itu.

Namun, bila Muslim berperilaku politik seperti minoritas tersebut, yang mengasosiasikan antara agama dan pilihan politik secara kuat, hasil Pilkada DKI Jakarta akan berbeda.

“Tidak terjadinya perilaku umat Muslim seperti minoritas itu mengindikasikan bahwa Muslim Jakarta sekuler perilaku politiknya. Dan, ini membantu kemenangan pasangan Jokowi-Ahok,” ungkap Grace.

Di samping itu, cara memilih dari setiap kelas sosial juga menampakkan sekularisasi pemilih di Jakarta. Pemilih yang berpendidikan dan berpendapatan lebih tinggi cenderung memilih pasangan Jokowi-Ahok.

Sebanyak 65,2 persen pemilih yang berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi memilih pasangan Jokowi-Ahok dan 34,8 persen memilih pasangan petahana Foke-Nara.

Sementara dari segi pendapatan per kapita, 62 persen responden memilih pasangan Jokowi-Ahok, sedangkan yang memilih pasangan Foke-Nara hanya 38,0 persen.

“Ini juga konsisten dengan paradigma sekularisasi politik di mana sekularisasi politik biasanya terkait dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan,” papar Grace.

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply