Verifikasi Faktual: Hanya 13 Parpol yang Lolos di DIY

Yogyakarta, Kompas – Dari 33 partai politik baru calon peserta Pemilu 2009 yang diverifikasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya 13 yang dinyatakan lolos. Sisanya dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual karena tidak mampu memenuhi persyaratan.

”Sekitar 90 persen parpol yang tak lolos lebih disebabkan persoalan syarat keanggotaan,” ujar Suparman Marzuki, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (30/6) di Yogyakarta.

Suparman menuturkan, sebagian parpol tidak mampu memenuhi jumlah minimal keanggotaan, anggota tak bisa terverifikasi karena alamat tak jelas, anggota yang dicantumkan ternyata meninggal dunia, atau anggota mengingkari dukungan terhadap parpol itu.

Parpol yang lolos verifikasi di tingkat DIY adalah Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Pemuda Indonesia, Partai Matahari Bangsa, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Patriot, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Kristen Demokrat, Partai Republik Nusantara, Partai Perjuangan Indonesia Baru, dan Partai Kasih Demokrasi Indonesia. ”Hasil verifikasi itu telah final dan kami bawa hasilnya ke Jakarta untuk dilakukan rekap secara nasional,” katanya.

Dari Semarang, KPU Jawa Tengah menyatakan enam dari 17 parpol yang diverifikasi faktual di tingkat kabupaten/kota di provinsi itu lolos verifikasi. Sebelumnya, KPU Jateng meloloskan 17 parpol pada verifikasi faktual di tingkat provinsi. ”Dengan demikian, 11 parpol tak lolos verifikasi,” ungkap Ketua KPU Jateng Fitriyah, Senin.

Parpol yang dinyatakan lolos verifikasi faktual di Jateng adalah Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Barisan Nasional, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Peduli Rakyat Nasional.

Menurut Fitriyah, ada beberapa faktor yang menyebabkan 11 parpol tidak lolos verifikasi. Ada parpol yang alamat kantornya tidak jelas dan tidak ada bangunan fisik kantor seperti yang tertera dalam alamat. Ada pula yang anggotanya fiktif. (rwn/a03)

Tulisan ini dikutip dari Kompas.com

Leave a Reply