Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Dari PA, Calonkan Diri Lewat Jalur Independen

Wah, ditengah desakan penundaan atau menolak Pilkada sebelum hukum sesuai dengan cara pandang Partai Aceh. 

Mantan combatan GAM yang dulunya bergerilya dikawasan pengunungan Aceh Utara ini, dan  kini aktif sebagai wakil DPRK Aceh Utara mewakili Partai Aceh. 

Tadi pada jam 23.40 Waktu Indonesia Bagian Barat, Kamis [10/11]

Ia gagah dan penuh senyum, bersama sejumlah pendukung hadir ke samping kantor koramil kecamatan Banda Sakti.  Ia bukan sedang berkasus,  hingga harus hadir di kantor  Koramil. Tetapi tahukan saudara?  dia membawa serta ribuan KTP, beserta pasangannya,  untuk mendaftarkan diri sebagai Balon Bupati Aceh Utara Priode 2012-2017.

Ternyata isu yang sempat mencuat beberapa bulan yang lalu, adalah benar. Saat itu isu korupsi 220 milyar oleh pemerintahan Ilyas Pasee dan Syarifuddin semakin gencar, dan setelah peristiwa putusan Partai Aceh Pusat pada hari Minggu sore tanggal 6 Februari 2011, yang  mengumumkan dr.Zainal Abdullah –Muzakkir Manaf   adalah kandidat dari Partai mantan gerilyawan itu yang akan bertarung dalam pilkada Aceh ke depan ini.

Komentar setuju atau kurang setuju dari mantan combatan terhadap putusan Pusat Partai itu terjadi, situasi   memanas, Saiful Alias Cagee, mantan combatan GAM dari daerah Peusangan Bireuen  diketahui public, paling getol menentang keputusan itu.
Akhirnya dia dipecat, dan sejumlah yang lain juga bernasib sama, seperti mantan Juru Bicara Pusat Partai Aceh Tengku Linggadinsyah yang dulunya sebagai gerilyawan dari wilayah Negeri Antara.

Apa sebab mereka di pecat? Tak lain karena kelompok ini mendukung Irwandi Yusuf yang layak dicalonkan dari Partai Aceh untyuk Pilkada ini.

Garis komando yang masih berjalan di kalangan mantan gerilyawan, membuat anggota harus tahan bicara, bagi yang tidak mau menerima resiko di pecat atau diberhentikan memilih bersikap diam-diam.

Nnamun bagi yang lantang langsung menyatakan tidak setuju. Tengku Sanusi mantan Panglima GAM Wilayah Peureulak, yang dikenal sangat bersahaja dan berwibawa.Pun terkena pemberhentian.

Tgk Sanusi adalah anak didik Dr Muktar Hasbi Geudong, dan Dr Zubir kabinet pertama Alm Hasan Tiro. Saat itu kedua kabinet tersebut sedang membangun Gerakan Aceh Merdeka di wilayah Peureulak. Dan merekalah yang menyusun struktur wilayah. 

Situasi sedikit memanas, tokoh dalam kancah politik Aceh pasca MoU, yaitu Saiful Alias Cagee, ditembak di depan warung kopi Gurkha miliknya. Nama Gurkha  adalah   nama kamp semasa ia masih menjadi petempur GAM sebelum damai tahun 2005.

Polisi belum membuka siapa penembak Cagee? Dan Polisi belum menyatakan secara nyata, analisa penembakan karena sebab Apa?

Pasca itu pendukung Cagee, semakin hati-hati, ada banyak kejadian kelompok Pro Mentro, menghindar kelompok Pro Irwandi. Tapi belum juga mengungkap tabir pembunuh Cagee atau  Bg Pon dan Si Abang. 

Dalam GAM dia bukan pasukan ke-rean.  Cageee…adalah panglima operasi yang hebat, mampu membangun stategi perang gerilya dikala situasi sulit. Memecahkan kelompok pasukan, adn memukul mundur lawan dengan melakukan penghadangan, hingga membangun benteng pertahanan, untuk menjaga Panglima.

Mantan Panglima Tinggi GAM Muzakkir Manaf dan Sofyan Daud serta GAM dari wilayah Lingge Takengon dimasa darurat militer. Di tengah gempuran  TNI ke basis pertahanan GAM sangat tinggi. Cagee menjadi palang pintu menjaga Panglima Muzakkir Manaf.

Sekilas  masa lalu.

||||

Kembali ke Munir.

Tengah beberapa waktu yang lalu, Misbahul Munir menyatakan niatnya untuk naik sebagai Calon Bupati Aceh Utara.   Dia memang membidik Muksalmina ketua Asosiasi Geuchik seluruh Aceh dan lama bercokol sebagai ketua di Aceh Utara.  Dan hari ini sudah benar.

Sebuah kata petuah menyebutkan, orang yang berani maju dan mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah, adalah orang yang punya cita –cita untuk berubah dan melakukan perubahan yang lebih baik  kepada masyarakat Aceh Utara.

Wakil Ketua DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh ini, Maju lewat  Jalur Independen, Jalur itu sangat ditentang Partai Aceh.  Karena sebab itu  pilkada molor sampai batas yang belum diketahui. .Serius atau ingin sekedar bencanda dengan KIP, seperti TA Khalid yang datang hanya untuk menanyakan tahapan pilkada, lalu tidak jadi mendaftar. 

Entah lah !

Nanti kita tanya sama Tengku Munir, atau kita ikuti saja perjalanannya. Tapi yang pasti kita lihat, pada hari terakhir putusan sela MK, dia datang;

“Kami membawa bukti dukungan KTP sebanyak 20.016 lembar dari 23 kecamatan,” kata Misbahul Munir kepada pihak KIP sesaat sebelum menyerahkan berkas pencalonan. Selamat Tgk Rahul [Misbahul Munir]. AT | Indriya

Source : Aceh Traffic

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply