PM Najib Pastikan Jadwal Pemilu Tetap

KUALA LUMPUR, SENIN – Seolah meremehkan aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi sepanjang akhir pekan lalu di Kuala Lumpur, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Senin (30/4), mengatakan, pemilihan umum di negeri itu akan tetap digelar sesuai jadwal, secepatnya Juni tahun ini.

Kericuhan dan bentrok sebelumnya dilaporkan terjadi antara puluhan ribu pengunjuk rasa aksi damai, Sabtu lalu, dan aparat kepolisian.

Kondisi itu membayangi pelaksanaan pemilu Malaysia, yang bukan tidak mungkin hasilnya bakal mengancam posisi koalisi Barisan Nasional yang berkuasa, yang telah memerintah selama 55 tahun di negeri itu.

Najib sangat berharap pada hasil pemilu Juni mendatang, terutama ketika mandat kekuasaannya usai Maret mendatang. Namun, daya tarik Najib di kalangan kelas menengah negeri itu terancam rusak jika tuduhan kebrutalan aparat polisi terhadap 25.000 pengunjuk rasa kemarin terbukti.

Kekerasan

Meski demikian, aparat kepolisian tidak seluruhnya bisa disalahkan dalam kericuhan tersebut. Sebagian pengunjuk rasa diduga bertanggung jawab atas sejumlah kekerasan yang mereka lakukan dan berujung pada ditangkapnya ratusan demonstran.

Keberadaan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang sempat berpidato dalam aksi unjuk rasa independen yang digelar gerakan Bersih untuk reformasi pemilu itu juga dituduh menjadi pemicu kekacauan. Tuduhan tersebut datang dari partai penguasa dan juga media massa milik pemerintah. Mereka menyebut pidato Anwar memicu pengunjuk rasa merangsek dan berupaya menembus barikade aparat keamanan.

”Hal itu membuktikan kalau gerakan Bersih telah dibajak dan Anwar memanfaatkannya sebagai taktik untuk menguntungkannya dalam pemilu,” ujar Nur Jazlan Mohamed, anggota parlemen dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Merosot

Berdasarkan jajak pendapat terbaru seputar pemilihan umum mendatang, popularitas Najib merosot menjadi tinggal 69 persen. Cara polisi menangani pengunjuk rasa dengan kekerasan juga ikut memengaruhi kondisi tersebut.

Sejak itu Najib terus berupaya mendekati kalangan kelas menengah dan pemilih muda. Salah satunya dengan menggagas penghapusan sejumlah undang-undang keamanan era kolonial.

Selain itu, Najib berupaya mengambil hati rakyat dengan jalan mendorong reformasi terbatas sistem pemilu, yang oleh kelompok oposisi disebut sejak lama justru membantu koalisi nasional mempertahankan kekuasaannya.

Najib juga mencari langkah lain untuk menarik simpati dengan rencana mengumumkan kebijakan, yang untuk pertama kalinya, menetapkan besaran standar upah minimum bagi pekerja sektor swasta di Malaysia.

Pengumuman digelar pada Senin malam menjelang peringatan Hari Buruh sedunia. Berdasarkan informasi yang beredar, upah minimum akan ditetapkan sebesar 265-300 dollar AS.

Minggu kemarin, Kepolisian Diraja Malaysia membebaskan 471 orang yang ditahan sepanjang unjuk rasa, termasuk anggota parlemen senior Partai Keadilan, Tian Chua.

Kepolisian mengaku masih belum memutuskan apakah akan mendaftarkan tuduhan atas para pengunjuk rasa itu.

(AFP/REUTERS/DWA)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Di Kampanye PA, Fadel Muhammad Bilang Berjuang Mati-Matian untuk Zaini-Muzakir

BANDA ACEH – Pendukung Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir), calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Aceh memenuhi lapangan depan Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Senin sore, 2 April 2012.

Dalam kampanye yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut hadir Wakil Ketua Partai Golkar yang juga Mantan Menteri Kelautan Fadel Muhammad, Nasir Djamil (Anggota DPR RI), Abdullah Puteh (mantan Gubernur Aceh ), Farhan Hamid (Wakil Ketua MPR RI), Hasbi Abdullah (Ketua DPRA), Muklis Abee (Ketua PA Banda Aceh).

Selain itu ada juga tiga mantan jenderal, yaitu mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn) TNI Soenarko, Mayjen (Purn) TNI Djali Yusuf, dan mantan Kasdam Brigjen (Purn) M.Yahya. Mereka duduk sepanggung untuk mendukung kampanye akbar pasangan Zikir ini.

Sebelum Zaini Abdullah dan Muzakhir Manaf berpidato, tampil Fadel Muhammad berorasi. Fadel mengatakan Partai Golkar benar-benar mendukung Zikir.

“Kami telah berjuang mati-matian untuk pasangan yang ideal ini. Aceh sekarang sangat mendamba-dambakan pemimpin yang sangat peduli dan amanah dengan rakyatnya. Semoga Zikir yang kami usung bisa menjadi pemimpin itu,” ujar Fadel.

Dalam orasinya, Fadel juga mengatakan kepada massa, “coba buka kepalan tangan kanan kalian, dan lihat ada berapa jari di sana? Ya, ada lima jari di sana. Maka dari itu cobloslah nomor urut lima di pilkada nanti,” ujar Fadel yang disambut suara gemuruh dari pendukung Zikir.[]

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mualem: Usaha Mikro Pengaruhi Tumbuhnya Industri Makro

BANDA ACEH – Saat berorasi dalam kampanye akbar di lapangan depan Stadion Lhong Raya Banda Aceh, Calon Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan bahwa Partai Aceh khususnya Zikir (Zaini-Muzakir) akan memegang teguh MoU Helsinki dan mempertahankan perdamaian di Aceh, Senin 2 April 2012.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem itu mengatakan nantinya jika mereka terpilih, Zikir akan berusaha agar di Aceh diberikan kesehatan dan pendidikan gratis. Tidak hanya itu Muzakir juga berjanji akan meningkatkan sektor pertanian, kelautan, dan industri.

Di sektor industri, Muzakir mengatakan akan mengutamakan industri menengah dengan memberikan pinjaman pinjaman kepada kredit mikro dengan bunga yang sangat kecil. “Usaha mikro sangat berpengaruh besar dengan tumbuhnya industri makro di Aceh,” ujar Mualem.

Ia juga mengkritik kepimpinan Aceh lima tahun lalu yang tidak membawa rakyat Aceh sejahtera. “Sekarang ada juga yang mengaku-ngaku bahwa JKA itu milik dia. Kami tegaskan, JKA bukan milik dia namun milik seluruh Aceh. Dan dilihat dari awalnya JKA adalah itu semua kebijakan dari DPRA yang kita ketahui di dalam DPRA 75 persennya partai Aceh,” ujarnya.

Acara kampanye ini turut dimeriahkan juga oleh Imun Jon dan rapai pasee.[]

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Fadel Muhammad Kampanye untuk Zaini-Muzakir

BANDA ACEH – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad, hari ini akan berkampanye untuk pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Zaini Abdullah – Muzakir Manaf. Politisi senior Partai Golkar ini saat ini sudah berada di Banda Aceh. Nanti siang dia akan meluncur ke Lapangan Harapan Bangsa, Lhong Raya, tempat Partai Aceh berkampanye.

Fadel adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelumnya dia juga adalah Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009. Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia.

Tokoh lainnya yang akan tampil kampanye di Banda Aceh untuk Zaini-Muzakir hari ini antara lain adalah Mayjend (Purn) Soenarko yang adalah mantan Panglima Kodam Iskandar Muda. Sejumlah tokoh lainnya dipastikan akan terlibat dalam kampanye hari ini.

Adapaun pasangan Zaini-Muzakir yang biasanya berkampanye di dua lokasi yang terpisah, dalam kampanye di Banda Aceh, mereka akan bersama tampil di panggung. Saat ini para pendukung dan simpatisan untuk pasangan Zaini-Muzakir dan Partai Aceh mulai berdatangan ke lokasi kampanye yang dirancang menjadi merah warna khas Partai Aceh.[]

Source : Atjehpost.com

Irwandi Kritik Program Saingannya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bekas Gubernur Aceh yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan 9 April nanti, Irwandi Yusuf, berkampanye di Lapangan Merdeka, Kota Langsa, Ahad (1/4) sore. Dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya, Irwandi mengkritik sejumlah program rivalnya.

Program rivalnya yang dikritik yaitu program bagi-bagi uang sebesar Rp1 juta kepada setiap kepala keluarga di Aceh yang diusung kandidat dari Partai Aceh. Menurut Irwandi, program itu tidak realistis. “Itu sangat tidak mungkin bisa direalisasikan,” kata Irwandi.

Seperti diketahui, dalam kampanye di hadapan ribuan pendukungnya di Aceh Tenggara, calon wakil gubernur dari Partai Aceh, Muzakir Manaf, berjanji akan mengelola 70 persen dana bagi-hasil minyak dan gas untuk kesejahteraan rakyat. Muzakir bilang, setiap keluarga akan diberikan Rp1 juta.

Irwandi bilang, di Aceh saat ini terdapat 1,2 juta kepala keluarga. Jika satu juta dikali 1,2 juta, maka dalam sebulan dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun. “Kalau setahun, maka dibutuhkan dana Rp14,4 triliyun. Sementara dana yang dimiliki Aceh per tahun hanya Rp9,5 triliyun,” ujar bekas juru kampanye Partai Aceh pada pemilu 2009 ini. “Jadi tidak mungkin.”

Kampanye Irwandi di Lapangan Merdeka juga diisi orasi politik dari bekas Juru Bicar Militer Gerakan Aceh Merdeka Sofyan Dawood, bekas Panglima GAM Aceh Rayeuk Muharram Idris, bekas Juru Bicara GAM di Stockholm Bakhtiar Abdullah, Fauzi Zainal Abidin Tiro (keponakan Hasan Tiro), dan Hasan Umar Tiro (putra Keuchik Umar, panglima GAM Pidie Pertama). []

Source : Acehkita.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Di Langsa, Nazar Janjikan Gaji Geuchik 1 Juta Perbulan

LANGSA – Calon Gubenur Aceh, Muhammad Nazar, menjanjikan jika dirinya nanti terpilih menjadi Gubenur Aceh periode 2012 – 2017, maka akan menerapkan standar minimal gaji Geuchik di seluruh Aceh sebesar Rp 1 juta perbulan.

Hal itu disampaikan Nazar ketika melakukan Kampanye dialogis yang dihadiri ratusan kader partai pengusung (Demokrat, PPP, SIRA) serta berbagai elemen masyarakat Kota Langsa, Rabu, 28 Maret 2012, di Rangkang Kupi Kota Langsa. Kampanye dialogis itu juga dihadiri Calon Walikota Langsa yang diusung Partai SIRA, H Jauhari Amin.

Dikatakan Nazar, pemberian gaji  itu dianggap penting mengingat tugas dan tanggung jawab Geuchik sangat penting dalam pembangunan Aceh. Di hadapan ratusan pendukungnya,  Nazar mengatakan geuchik merupakan ujung tombak dalam proses pelaksanaan pembangunan di Aceh.

“Mengingat kompleksitas peran geuchik, maka sudah selayaknya pemimpin di tingkat gampong tersebut mendapatkan penghargaan yang lebih layak.

Jika nanti Allah mengizinkan saya memimpin Aceh, maka kita akan terapkan standar minimal gaji geuchik sebesar Rp 1 juta, sehingga kesejehteraan geuchik akan lebih terjamin dan program pembangunan juga akan lebih sempurna,” kata Nazar.

Selain akan menerapkan standar minimal gaji geuchik, Muhammad Nazar pada kesempatan tersebut juga mengingatkan kadernya untuk berpolitik dengan santun dan tidak melakukan hal-hal tercela. Karena, kata Nazar, pemilukada merupakan arena politik yang harus dilakoni dengan aman dan damai serta penuh dengan rasa persaudaraan.

“Kita tidak ingin ada kader kita yang berprilaku tidak baik dalam proses Pemilukada. Karena apa yang kita jalani ini harus berjalan dengan aman dan damai,” lanjutnya lagi.

Sementara untuk sektor ekonomi, Nazar menjanjikan jika ia terpilih nanti akan membuka lapangan kerja sebesar-sebesarnya, mengatasi angka pengangguran, dan memberdayakan industri-industri produktif seperti padi, kacang kuning, jagung, pabrik ikan, dan pabrik garam.

Sedangkan untuk pengembangan sumber daya manusia, Nazar menjanjikan beasiswa bagi anak yatim, mahasiswa S1, S2 dan S3. Selain itu, juga akan diberikan bantuan bagi perguruan tinggi, penguatan dayah, dan balai-balai pengajian.

Dalam kampanye dialogis ini, Nazar tanpa ditemani wakilnya, Nova Iriansyah. Kampanye berakhir pukul 17.00 WIB. []

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Di Kuala Simpang, Zaini Janjikan Pemerintahan yang Bersih dan Jujur

BANDA ACEH – Kandidat Gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah, hari ini, Rabu 28 Maret 2012, melakukan kampanye di Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Dalam kampanye itu, Zaini tidak ditemani oleh wakilnya Muzakir Manaf karena pada saat yang bersamaan Muzakir juga berkampanye di Matang, Bireuen. Zaini ditemani Muzakir Hamid , salah satu anggota tim suksesnya. 

Dalam orasi politiknya, Zaini menyampaikan visi dan misi di hadapan massa yang hadir. Zaini juga menjanjikan pemerintah yang bersih dan jujur jika mereka terpilih nanti. Selain itu, ia juga mengatakan andaikan dipercaya menjadi Gubernur Aceh, ia akan mengupayakan peningkatan pendidikan umum dan agama, serta kesejahteraan rakyat.

“Masa yang memadati lapangan bola Kuala Simpang menjadi bukti sejarah, sebab antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Muzakkir Hamid.

Muzakkir Hamid juga mengatakan kampanye itu turut didukung oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Persatuan Paguyuban Masyarakat Aceh Jawa (PPMAJ) Kuala Simpang.

Kampanye juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Aceh, Yakob Tailah. []

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Muzakkir Manaf: Kita Punya Tanah di Belanda

Bireuen – Muzakkir Manaf, Calon Wakil Gubernur Aceh yang diusung oleh Partai Aceh (PA), melakukan kampanye di Lapangan Blang Asan, Matang Geulumpang Dua, Bireuen, Rabu (28/3). Pada kesempatan orasi di penghujung acara, Mantan Panglima AGAM ini mengatakan, bahwa Aceh memiliki aset di negeri yang pernah menjajah Aceh yakni Belanda.

“Kita juga punya tanah di Belanda, ganti tanah pemakaman prajurit Belanda di Banda Aceh. Kelak, tanah-tanah ini akan kita jadikan asset semua rakyat Aceh, bukan asset independen atau sekelompok orang,” ujarnya yang pada kesempatan kampanye kali ini tidak didampingi oleh Zaini Abdullah selaku Calon Gubernur dari Partai Aceh.

Disamping itu, Muzakkir Manaf  juga berjanji dihadapan ribuan massa PA, jika pasangan ZIKIR menang dalam Pilkada tahun ini maka tanah hibah milik rakyat Aceh yang ada di Arab Saudi akan dikembalikan kepada rakyat Aceh.

Selain itu, Muallem juga menjelaskan bahwa berkat adanya MoU Helsinki, Aceh akan mempunyai Lembaga Wali Nanggroe. “Kelak lembaga ini akan menjadi tempat berkumpulnya ulama-ulama yang ada di Aceh, pemerintahan akan kita jalankan sebagaimana diatur dalam Islam,” ujarnya.

Kampanye PA di Ibu Kota Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen ini, dihadiri ribuan massa Partai Aceh, dimulai sekitar jam 14.00 WIB, diawali dengan penyampaian sikap PAN dan PDI-P yang mendukung pasangan ZIKIR, kemudian dilanjutkan dengan orasi Tgk Nasruddin Jeunib, yang merupakan tokoh Partai Aceh di Bireun.

Turut hadir  dan juga menyampaikan orasi politik memenangkan pasangan ZIKIR dalam kampanye tersebut,  Ketua DPW PA Bireun Darwis Jeunieb, Juru Bicara Partai Aceh Fachrul Razi, Ketua DPD PDI-P Aceh Karimun Usman, perwakilan DPW PAN Aceh, dan Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk. Abu Azis serta kandidat calon Bupati Bireun yang diusung oleh Partai Aceh. Dan sedikit mengejutkan publik pada kesempatan ini hadir  salah satu mantan Gubernur Aceh yakni Abdullah Puteh.

Untuk menghibur massa, di panggung merah tersebut  tampil juga musisi lokal, yang juga eks kombatan GAM, Imum Jhon, yang menyanyikan beberapa buah lagu bertemakan perjuangan GAM dan Partai Aceh. (Mun)

Source : Atjehlink.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kontestan Dilarang Libatkan Anak-Anak dalam Kampanye

Sigli | Harian Aceh - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Pidie mengingtkan kepada para kontestan untuk tidak melibatkan anak-anak turut dalam kampanye. Hal itu diungkapkan Humas Panwaslu Pidie, Said Husen kepada Harian Aceh, Senin (26/3).

“Anak -anak yang tidak memiliki hak pilih dilarang ikut dalam kampanye. Namun yang terjadi di beberapa tempat pada hari pertama dan kedua kampanye, masih terlihat adanya anak-anak diarena kampanye,” kata Said Husen.

Kata dia, pihaknya setelah melakukan pemantauan dan menanyakan langsung permasalahan ini kepada para kontestan terkait.

“Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, tidak satu pun didapati adanya mobilisasi anak-anak dalam kampanye. Hanya saja mereka ikut karena melihat adanya keramaian. Jadi hal itu sulit dihindari, apalagi kedatangan artis lokal, sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat terutama anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pemenangan Kandidat Pantai Aceh (PA) Pidie, M. Sufi, kepada Harian Aceh, membantah melibatkan anak-anak dalam kampnye di Mila dan Alun-Alun Kota Sigli. Anak-anak yang hadir, kata dia, tidak bisa dihindari karena mereka ikut orang tuanya untuk menyaksikan adanya artis lokal yang hadir saat jeda kampanye.

“Saya tegaskan bahwa dalam setiap acara kampanye PA tidak pernah memobilisasi anak-anak. Karena itu, jelas dilarang dalam etika berkampanye. Namun ada juga anak-anak yang hadir tidak bisa dilakukan tindakan apapun. Tidak hanya kampanye PA saja, tetapi kampanye kandidat lainya juga demikian. Mari kita sikapi ini dengan bijaksana, jangan ada salah penafsiran terhadap kehadiran anak-anak dalam kampanye, mereka juga ingin menyaksikan keramaian,” ungkap M. Sufi yang akrab disapa Abu Chik ini. (zuk)

Source : Harian Aceh

Posted with WordPress for BlackBerry.

Batasi Dana Kampanye agar Demokrasi Murah

Jakarta, Kompas – Dana kampanye untuk pemilihan umum di Indonesia sebaiknya dibatasi agar kampanye bisa lebih murah, mengurangi percukongan, ijon politik, dan utang kandidat. Pembatasan tersebut untuk menyamakan peluang keterpilihan antara petahana (incumbent) dan penantangnya.

”Pengaturan pengeluaran kampanye itu perlu untuk mengurangi pengeluaran yang eksesif selama kampanye dan menyalurkan sebagian dana politik untuk aktivitas pasca-pemilu,” kata Nico Harjanto, penasihat politik dari Rajawali Foundation, dalam diskusi ”Pembatasan Dana Kampanye Pemilu” yang digelar Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) di Jakarta, Rabu (14/3).

”Namun harus diingat, pembatasan pengeluaran dana kampanye tidak selalu membuat arena kompetisi pemilu lebih fair, incumbent selalu lebih diuntungkan,” kata Nico. Ia mencontohkan, 94 persen petahana di DPR AS terpilih kembali pada 2008. Rata-rata keterpilihan kembali petahana dari 1964-2008 itu 93 persen, untuk Senat 81 persen.

”Karena itu, demokrasi harus aksesibel dan semurah mungkin. Demokrasi di Indonesia makin tidak aksesibel dan incumbent selalu menang. Sekarang politik transaksional begitu kuat, patronase juga kuat. Setahun sebelum pemilu, dana bansos akan makin besar. Incumbent selalu menggunakan dana negara untuk kepentingan elektoral,” katanya.

Anggota Panitia Khusus RUU Pemilu, Agus Purnomo (Partai Keadilan Sejahtera), menyatakan, sebaiknya pembatasan dana kampanye sebesar sepertiga dari pendapatan anggota DPR.

”Cash flow anggota DPR itu take home pay sekitar Rp 60 juta sebulan. Dikalikan 12 bulan, dikalikan 5 tahun, maka didapat angka Rp 3,7 miliar atau Rp 4 miliar. Jadi, untuk kandidat anggota DPR, biaya kampanye dibatasi sepertiga dari Rp 4 miliar. Itu maksimal. Kalau dana kampanye parpol maksimal sebaiknya Rp 50 miliar. Tetapi, ini akan ditentang partai-partai besar,” kata Agus. (LOK)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.