Big Data Could Impact the Trump-Clinton Election

Source: innovation-accelerator.co.uk

In the race for the White House, it has never been clearer that each and every candidate β€” just like cars and running shoes β€” is a brand.
The strategists, political ad agencies, campaign managers and candidates are constantly working to define their messaging and understand the nuances of their audience interests. That way, they can better communicate their platform and drive votes.

Brand marketers work much the same way and in the world of consumer products, analysis of data plays an important role.

Analyzing both online and offline behaviors, data scientists have the power to discern the unique characteristics of consumer populations and generate audiences that turn browsers into buyers.
Continue reading

Data dari Media Sosial Harus Tetap Diverifikasi

Jakarta, Kompas – Keberadaan media sosial, seperti Facebook dan Twitter, adalah tantangan besar bagi media massa konvensional. Dengan makin banyaknya informasi melalui media sosial yang ditulis oleh siapa saja, wartawan pun dituntut untuk jeli memilih informasi itu, dan tetap memverifikasi data itu kepada narasumber.

”Ini persoalan serius bagi media konvensional yang tidak bisa menghindar dari badai media sosial. Semua orang bisa menjadi publisher melalui akunnya sehingga banyak informasi yang menyerbu dan orang menjadi bingung. Silakan mengambil atau mengintip media sosial, tetapi dengan beberapa syarat karena itu hanya data, belum menjadi informasi,” kata Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun dalam pemaparan hasil survei penggunaan konten media sosial yang dilakukan Dewan Pers di Jakarta, Jumat (17/2).

Indonesia adalah negara pengguna media sosial dengan peringkat tinggi di dunia. Pada Januari 2012, orang Indonesia yang memiliki akun Facebook sebanyak 43,1 juta orang, lebih tinggi dibandingkan Brasil. Namun, lebih rendah daripada India, yang tahun ini melampaui Indonesia.

Terkait perkembangan ini, Dewan Pers mengadakan survei untuk mengetahui kecenderungan penggunaan konten media sosial dalam peliputan dan produksi berita oleh wartawan. Survei diadakah pada 29 November 2011-3 Februari 2012, melibatkan 157 responden yang semuanya berprofesi wartawan.

Anggota Dewan Pers, Uni Lubis, memaparkan, dari survei itu diperoleh hasil, sebanyak 96 persen responden memiliki akun Facebook, 67 persen memiliki akun Twitter, 40 persen memiliki blog/Wordpress, 22 persen memiliki Linkedin, dan lain-lain (9 persen). Sebanyak 76 responden menjawab informasi di media sosial dipakai sebagai sarana memantau, 46 persen sebagai sumber ide berita, dan mencari narasumber 31 persen.

Sebanyak 75 persen responden menjawab selalu melakukan verifikasi ulang dengan mengontak orang yang pesannya dikutip di media sosial. Sebanyak 14 persen responden mengaku sebagian yang diverifikasi ulang. (lok)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.