Fraksi PDIP Dianggap Enggan Perjuangkan Jokowi

Joko Wdodo

.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Burhanudin Muhtadi menyoroti ketidakseriusan internal PDI Perjuangan (PDIP) dalam mendukung Jokowi menjadi capres. Dia menyatakan, Jokowi bisa gagal terpilih menjadi presiden meski memiliki elektabilitas lebih tinggi ketimbang tokoh lain.

“Itu isu serius. Ada keengganan fraksi memperjuangkan Jokowi. Tim tidak solid,” kata Burhanudin, Selasa (15/4).
Continue reading

Irwandi: Perbedaan Politik Jangan Memutus Persaudaraan

BIREUEN – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berharap perbedaan pandangan politik yang ada dalam masyarakat jangan sampai memutus tali persaudaraan, melain disikapi dialog yang arif dan komunikatif.

“Perbedaan politik jangan sampai memutus tali persaudaraan dan silaturrahim di antara kita, karena persaudaraan adalah abadi sifatnya,” ujar Irwandi saat menghadiri Maulid Akbar di Masjid Besar Kutablang, Bireuen, Sabtu, 5 Februari 2012.

Maulid Akbar yang dihadiri sekitar 2000-an undangan itu dihadiri Abuya Muhibuddin Wali dan ulama karismatik Aceh Teungku Usman Kuta Krueng. Hadir pula Ketua MPU Aceh Profesor Muslim Ibrahim, Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman, Sekda Bireuen Razuardi Ibrahim dan sejumlah ulama dan pimpinan dayah Aceh lainnya.

Dalam pidatonya di acara maulid itu, Irwandi meminta semua komponen tidak menyikapi perbedaan politik dengan melakukan hal-hal yang melanggar aturan yang berlaku. Menurutnya perbedaan politik sebagai sebuah hal yang wajar dalam alam demokrasi.

“Bukan hanya perbedaan politik, begitu pula bila ada sedikit perbedaan dalam menjalankan ajaran Islam. Dialog dan musyawarah adalah media ampuh untuk menyelesaikan perbedaan yang ada. Terlebih cara seperti itu adalah cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi perbedaan di kalangan umat,” kata Irwandi.

Gubernur Irwandi juga mengajak semua elemen memelihara suasana kondusif menjelang pilkada 9 April mendatang. Irwandi yang kembali maju ke gelanggang pilkada 2012 berharap pemilu memilih kepala daerah baru dapat sukses, aman dan damai. “Bebas dari prilaku intimidasi dan teror Untuk menghasilkan pemimpin Aceh yang terbaik lima tahun ke depan,” ujarnya.

Sebagai Gubernur yang telah menjabat selama lima tahun dan berakhir pada 8 Februari 2012, Irwandi sekaligus minta maaf atas segala kesilapan dan janji serta harapan yang belum terpenuhi. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” katanya.

Pada bagian akhir sambutannya dia berpesan kepada siapapun yang terpilih sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh ke depan mampu membangun Aceh ke arah yang lebih baik dari saat ini.[]

Source : Atjehpost.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Citrakan Islam yang Bersahabat

Jakarta, Kompas – Citra Islam saat ini banyak disalahpahami, terutama karena dianggap lekat dengan kekerasan, bahkan terorisme. Hanya umat Islam yang bisa memperbaiki citra negatif tersebut dengan menampilkan praktik kehidupan yang cinta perdamaian, bersahabat, dan prodemokrasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Institut Francais du Proche-Orient dari Perancis, Francois Burghat, dalam diskusi ”Islam di Dunia Arab, Agama, Identitas dan Politik,” di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (7/6). Pembicara lain adalah peneliti Institut de Recherche sur l’Asie du Sud-Est Contemporaine (IRASEC-CNRS), Remy Madinier.

Menurut Francois Burghat, citra Islam di dunia saat ini memang memiliki banyak wajah. Di negara-negara Timur Tengah, Islam punya fungsi politik tinggi. Sebuah partai, misalnya, kemungkinan memperoleh simpati publik jika menggunakan nama Islam.

Namun, di dunia internasional, kesan tentang Islam sangat bervariasi. Bisa jadi nama itu mengesankan citra positif, negatif, kekerasan, atau bahkan sangat keras. Semua itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk berbagai kesalahpahaman tentang Islam.

Jika ingin memperbaiki citra itu, umat Islam sepatutnya bekerja keras. Jangan selalu bersikap reaktif dengan apa yang berlangsung di Barat dan menyederhanakan persoalan. Perlu dikembangkan komunikasi dengan bahasa internasional yang bisa menghubungkan secara baik antara Barat dan Timur. ”Islam dimengerti dari perilaku mayoritas penganut Islam sendiri,” katanya.

Tentang persoalan demokrasi, misalnya, Francois Burghat melihat, sebenarnya umat Islam bisa memperkuat tafsir ajaran Islam yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Mayoritas umat Islam bisa membuat ijma’ atau kesepakatan pada tafsir yang lebih moderat dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Jadi sampel

Remy Madinier menilai, Islam di Indonesia tumbuh dengan warna berbeda dibandingkan dengan situasi di dunia lain, terutama di wilayah Timur Tengah. Di Indonesia, Islam berkembang bersama budaya lokal dan menjadi bagian dari sejarah pembentukan negara-bangsa. Ekspresinya sangat beragam, mulai liberalis hingga fundamentalis.

”Indonesia bisa menjadi sampel menarik bagi negara dengan penduduk Muslim yang berusaha menerapkan demokrasi. Muslim di sini (Indonesia) mau mendukung proses demokratisasi,” katanya.

Masyarakat Muslim mengambil nilai-nilai universal dari Islam untuk diserap dalam konstitusi negara. Semua itu dipengaruhi berbagai hal, termasuk sekularisasi yang didorong kelompok Islam moderat seperti Nurcholish Madjid (almarhum). Gerakan reformasi yang sekarang melanda negara-negara di kawasan Timur Tengah sebenarnya sudah berlangsung 10 tahun lalu di Indonesia.

Reformasi di Indonesia memperlihatkan semangat kaum Muslim untuk menerapkan demokrasi, kesetaraan laki-laki dan perempuan, serta kebebasan. Di tengah ketidakpastian situasi di negeri ini, Islam juga menjadi referensi untuk mencari jalan keluar. (IAM)

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Elektabilitas Naik, PDIP Apresiasi Survei LSI

VIVAnews – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengungkapkan rasa syukur atas hasil survei LSI terbaru yang menunjukkan dukungan kepada PDIP meningkat. Menurutnya, hal itu adalah buah dari kerja keras kader-kader partai itu dari pusat hingga daerah.

“Alhamdulillah, kalau memang survei itu seperti kenyataannya. Artinya, kerja-kerja yang kami lakukan membuahkan hasil. Jadi kami bisa menjaga pemilih yang ada, sekaligus menambah pemilih yang baru,” ujar Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 31 Mei 2011.

Puan menegaskan bahwa selama ini partainya memang gencar melakukan konsolidasi internal, guna memperjuangkan program-program yang dapat diterima oleh masyarakat. Dengan demikian, kata Puan, hasil survei LSI menjadi semacam petunjuk bagi PDIP bahwa program-program mereka paling tidak sudah cukup sesuai dengan harapan masyarakat.

Putri Megawati Soekarnoputri itu berharap, apa yang dilakukan PDIP saat ini, dapat terus menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap partai berlogo banteng tersebut. Puan menegaskan, PDIP akan terus memperjuangkan program dan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Itu adalah posisi politik PDIP yang sesungguhnya. Jadi, hasil survei terbaru LSI juga merupakan apresiasi dari masyarakat atas posisi politik PDIP,” tutur Puan. Ia menambahkan, PDIP juga tidak akan berhenti mengkritisi kebijakan yang tidak pro-rakyat.

“Tapi bukan berarti posisi politik kami membuat kami harus berhadap-hadapan dengan teman-teman lain yang masuk dalam koalisi. Kami tidak akan menghambat hal-hal yang menjadi kebijakan untuk rakyat. Rakyat pasti tahu itu,” kata Puan.

Source : Vivanews.com