Ini Saran Ahli untuk Melawan Ahok di Pilkada DKI 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menyampaikan pidatonya saat Deklarasi dukungan Partai Hanura di Jakarta, 26 Maret 2016. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta – Untuk melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI 2017 harus dengan keberanian karena inkumben selalu diuntungkan.

“Jadi melawan Ahok bukan dengan cara mengkritik isu suku, ras, dan agama (sara),” kata pengamat komunikasi politik Benny Susetyo kata dia Jakarta Selatan.
Continue reading

Membaca Tanda Zaman

Benny Susetyo Pr (foto:satuharapan.com

SATUHARAPAN.COM – Ketua DPR Ade Komarudin mengingatkan, revisi UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota harus untuk kepentingan nasional. Revisi, kata dia, jangan dilakukan hanya untuk menjegal salah seorang calon kepala daerah tertentu. Wacana revisi UU Pilkada mencuat menyusul keputusan Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Bagi sebagian kalangan, langkah Basuki merupakan ancaman. Alasannya, syarat yang diperuntukkan bagi calon independen yang diatur di dalam UU itu tidak memenuhi asas berkeadilan.

Ketakutan akan femenena Ahok sebagai calon independen tidak perlu dikuatirkan karena fenomena biasa dalam ilmu pemasaran politik bagian strategi meraih kemenangan. Marketing politik yang dari istilahnya sendiri terasa sebagai contradictio in terminis (dalam istilahnya seperti ada yang kontradiktoris). Tapi sesungguhnya tidak demikianlah adanya. Strategi-strategi marketing memang sudah saatnya diterapkan dalam politik, mengingat Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunkasi, semakin terintegrasinya masyarakat global dan tekanan untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi, institusi politik pun membutuhkan pendekatan alternatif untuk membangun hubungan dengan konstituen dan masyarakat luas.
Continue reading

Kisah “Hutang Budi” Jokowi di Media Sosial

JAKARTA – Pasangan Joko Windodo – Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Basuki) resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (15/10). Melihat kebelakang, tim sukses Jokowi-Basuki ternyata melancarkan sejumlah kampanye dengan mengandalkan media sosial.

Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube nampaknya memiliki fungsi lebih dalam menggiring opini publik untuk mencitrakan salah satu kandidat dalam pertunjukan politik yang tengah digelar. Tim kampanye pasangan Jokowi – Basuki menerapkan strategi tersebut, dan nampaknya ampuh dalam mendorongnya menjadi pemenang dalam Pilkada DKI 1. Continue reading

Addie MS, Ternyata Pemicu Fokoke Jokowi

Proses Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, yang menjadi barometer kota-kota di Indonesia, sebentar lagi akan segera berakhir. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta beberapa hari mendatang akan segera menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Berdasarkan versi hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Continue reading

Sekularisasi Politik Muslim Bantu Kemenangan Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam survei pra-pilkada dan exit poll putaran kedua menunjukkan bahwa sekularisasi politik umat Muslim, khususnya di DKI Jakarta, turut membantu kemenangan pasangan Jokowi-Ahok.

Dari hasil survei, sebanyak 49,8 responden beragama Islam menyatakan ajaran Agama Islam tidak melarang umat Muslim untuk memilih pemimpin non-Muslim dan 44,5 responden mengatakan sebaliknya. Continue reading

Megawati Pun Heran Lihat Cara Jokowi Kampanye

JAKARTA, KOMPAS.com – Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Melalui mesin partai, Jokowi sebenarnya disokong dana yang tak sedikit. Partai juga sudah menyiapkan segala macam atribut untuk berkampanye. Namun, cara berkampanye Jokowi justru membuat Megawati tertegun. Continue reading

Figur Menangkan Jokowi-Ahok

Kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua, Kamis (20/9), banyak dipengaruhi oleh dua hal, yaitu modal kapasitas individu dan buruknya citra pihak lawan.

Pasangan yang akrab dipanggil Jokowi-Ahok tersebut dinilai memiliki integritas moral yang baik serta memiliki keberanian dan ketegasan dalam melaksanakan gagasannya. Selain itu, Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Ahok yang mantan Bupati Belitung Timur ini juga dipandang lebih aspiratif daripada pasangan petahana Fauzi Bowo dan mantan Kepala Lembaga Sandi Negara Nachrowi Ramli. Continue reading

Parpol Bukan Jaminan

Jakarta, Kompas – Hasil hitung cepat Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta semestinya menjadi peringatan bagi partai politik besar. Mesin parpol yang dalam survei dinilai berelektabilitas relatif baik terbukti bukan jaminan untuk memenangkan calon dalam pemilihan umum.

Demikian dikatakan pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Haryadi, dan pakar hukum tata negara Saldi Isra di Jakarta secara terpisah, Kamis (20/9). Continue reading

Refleksi atas Kemenangan Jokowi

Ketika berlangsung Munas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Solo, 2008, penulis bertanya kepada ketua asosiasinya, Yusuf Serang Kasim—saat itu Wali Kota Tarakan, Kalimantan Timur—tentang alasan memilih Solo sebagai tuan rumah acara organisasi tersebut.

Yusuf menjawab: ”Kami, para wali kota, ingin belajar dan melihat langsung sukses Solo dalam aneka kebijakan yang berdampak langsung kepada rakyat.” Continue reading

Inilah Strategi Pemenangan Jokowi-Basuki

JAKARTA, KOMPAS.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tak memungkiri bahwa salah satu kunci kesuksesan timnya bisa mengungguli Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah dengan berkampanye di kantong-kantong suara Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

“Kalau soal lokasi kami kampanye itu, memang kami sudah petakan dari hasil putaran pertama lalu kenapa orang-orang ini tidak memilih kami. Ternyata, mereka tidak memilih karena masih meragukan kemampuan kami,” ujar Basuki, Kamis (20/9/2012) malam di markas Jokowi-Basuki, Jalan Borobudur 22, Menteng, Jakarta Pusat. Continue reading