Lima Tren Sosial Media Tahun 2012

KOMPAS.com – Tahun 2011 lalu, sosial media berkembang sangat pesat. Indonesia adalah salah satu negara yang terkena demam sosial media. Indonesia menjadi pengguna Facebook nomor kedua terbanyak dan pengguna Twitter terbanyak ketiga di dunia. Akan seperti apa perkembangan sosial media di tahun 2012? Berikut pemaparan Amy Jo Martin, pendiri Digital Royalty seperti dikutip Tech Crunch.

Sosial Media Akan Masuk Ke Siaran Televisi
Televisi di tahun 2012 akan menjadi wadah sosial media baru. Pertunjukan televisi akan melibatkan masyarakat secara langsung melalui sosial media. Jaringan televisi yang khusus menyiarkan berita pun akan melibatkan audiens untuk berinteraksi secara langsung tentang sebuah berita yang sedang hangat.

Siaran politik, kampanye, dan pemilihan Presiden mungkin akan dilakukan di televisi secara interaktif. Televisi, yang semula bersifat monolog, akan berubah menjadi dialog. Komunikasi yang semula satu arah, akan berubah menjadi dua arah dan lebih interaktif.

Streaming Televisi Akan Ramaikan Sosial Media
Ini kebalikan dari Integrasi Sosial Televisi. Setelah sosial media masuk ke ranah televisi, kali ini tayangan televisi yang akan masuk ke ranah internet. Di tahun 2012 ini, Super Bowl, pertandingan final sepak bola Amerika yang dilangsungkan di akhir musim pertandingan NFL di Amerika Serikat, akan tayang secara streaming.

Artinya, tayangan ini bisa dinikmati para netizen (sebutan bagi pengguna internet) tanpa harus menonton televisi. Nonton sepak bola bisa melalui desktop atau laptop. Tayangan streaming akan semakin menjamur di ranah online dan bisa diintegrasikan dengan sosial media dan periklanan.

Facebook Akan Menjadi Pusat Sosial Media
Ami percaya, di tahun 2012, Facebook akan menjadi pusat proyek-proyek sosial media. Facebook akan bisa menjual namanya untuk mendapatkan beragam proyek yang membuat sebuah sosial media tertentu tidak ditinggalkan oleh penggunanya.

Integrasi dengan Facebook menjadi sebuah keharusan yang menguntungkan di tahun 2012.

Bisnis Besar Sosial Media Akan Tumbuh

Perusahaan-perusahaan besar akan berkonsentrasi merawat akun jejaring sosial yang dimiliki perusahaan, untuk menjaga “brand image”. Facebook, Twitter, dan Youtube bukan lagi tempat untuk memasang iklan, melainkan menjalin hubungan sosial dengan pelanggan dan mitra bisnis.

Bagi pengusaha jejaring sosial, ini bisa menjadi tempat untuk membuat sebuah channel khusus berbayar bagi perusahaan lain, sehingga halaman yang mereka miliki terlihat lebih profesional namun tetap “bersahabat”.

ROI Masih Besar
ROI (Return on Investment) di sosial media masih besar tahun 2012 ini. Konsep hubungan yang terjalin dari keberhasilan sosial media akan diadopsi oleh perusahaan sebagai strategi bisnis. Costumer Service, riset, dan image branding akan menjadi bisnis yang penting di ranah sosial media.

Perusahaan akan memanfaatkannya untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mengerti kebijakan yang diambil dan sejauh mana pemasaran berhasil. Sosial media akan menjadi tempat investasi yang menghasilkan ROI besar dengan mengeluarkan sedikit investasi.

Source : Kompas Tekno

Outlook Teknologi Informasi Indonesia 2012 (Bagian I)

Sekalipun fisikawan Denmark ternama, Niels Bohr (1885-1962), pernah berucap bahwa “prediction is very difficult, especially about the future”, namun atensi akan apa yang terjadi di esok hari takkan pernah surut.

Setidak-tidaknya, pertanyaan tentang apa yang akan terjadi dalam sektor teknologi informasi Indonesia pada 2012, kerap menghampiri penulis. Dari yang bersifat konseptual hingga sisi pragmatis bisnis-nya.

Ini menjadi kian menarik dibahas, manakala jumlah pengguna internet Indonesia yang sudah tembus 50 juta, telah banyak mengubah tatanan. Bahwa teknologi informasi hari ini adalah keseharian yang masuk ranah consumer.

Teknologi informasi bukan lagi perangkat monopoli korporasi, atau sebagian golongan dengan akses kapital besar. Karena itu, mengabaikan consumer dalam semua kebijakan bisa menciptakan sebuah kesalahan besar.

E-Channel Revolution

Secara garis besar, ada empat poin utama –saling berkaitan–  yang akan terjadi tahun depan. Pertama, pergerakan mendatang akan terangkum  dalam sebuah konsep bernama e-channel revolution atau revolusi berbasis layanan dunia maya.

Frase ini merujuk pada situasi mulai meluasnya dan mengakarnya aplikasi internet dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia. Dari mulai e-commerce, e-lifestyle, e-social, e-payment, e-banking, dan sejenisnya.

Ambil contoh Forum Jual Beli/FJB  Kaskus.us atau tokobagus.com yang nilai transaksi bulanannya sudah demikian besar. Kita tak pernah mengira bahwa orang Indonesia akan jual-beli produk di internet secepat dan sedahsyat ini.

Bahkan, saya amati, generasi muda saat ini lebih mencari dan membeli produk berbasis rekomendasi koleganya di internet –sekalipun di lingkungan sekitarnya sudah ada toko konvensional yang menjual produk serupa.

Transaksi Elektronik

Demikian pula dengan sistem pembayaran elektronik. Kini lazim ditemukan, sekalipun di level pedagang ritel di Glodok, yang seluruh transaksinya dibayar oleh sebuah perangkat keypad (misalnya milik BCA) untuk mentransfer seketika.

Dua contoh ini menunjukkan bahwa pembayaran dan transaksi telah mengalami revolusi amat signifikan. Kepraktisan, kemudahan, kekuatan jejaring, keamanan, dan kecepatan, telah mengubah preferensi prilaku masyarakat Indonesia.

Revolusi ini tentu akan membahayakan mereka yang masih bergerak pada paradigma bisnis lama. Kita cukup terhenyak dengan kenyataan bahwa Aquarius Dago, toko kaset iconic Bandung sekian puluh tahun lamanya, juga harus ditutup!

Ini pertanda bahwa cara orang mengakses lagu dan film sudah berubah luar biasa. Mereka tetap mau mengeluarkan uang untuk menikmati tembang favoritnya, namun dengan cara digital dan sophiscticated seperti RBT/ring back tone.

Apakah kita kini mencari dan mereservasi hotel masih dengan mendatangi tempatnya? Banyak fakta di tahun ini menegaskan bahwa pencarian dan reservasi hotel semacam agoda.com justru lebih diminati, terutama oleh masyarakat urban.

Yang Kolot, Tergerus

E-channel revolution juga telah menggerus banyak perusahaan kolot, bahkan salah satu toko buku terbesar di Amerika pun, harus menerima kenyataan bahwa Amazon.com menyalipnya dan kini kokoh jadi toko buku terbesar di dunia.

Seluruh perubahan berbasis layanan digital ini akan kian menguat tahun depan di Indonesia. ‘Taring’-nya bahkan bakal makin tajam karena segala bentuk dan variasi layanannya makin banyak dan mungkin di luar imajinasi kita.

Kekuatan layanan penunjang hidup digital ini bisa juga makin mengakar karena perangkat pendukung semacam smartphone-pun makin terjangkau. Belum dengan fenomena komputer tablet yang mudah ditemukan di lingkungan kita.

Generasi GIMI

Prediksi penulis tentang generasi GIM (gadget internet mobile) di awal 2011 lalu, yang dinamis namun tetap terkoneksi, bukan hanya terbukti di lapangan, namun juga terjadi melampaui prediksi dengan fenomena iPad.

GIMI atau gadget internet mobile iPad and iPad like be adalah istilah yang lebih tepat ketika kita melihat bahwa masyarakat Indonesia semakin mudah dan nyaman saat mengakses internet kapan dan dimanapun.

So, tahun 2012 akan menunjukkan kian maraknya fenomena GIMI di Indonesia, sehingga menciptakan mata rantai yang kuat dalam mewujudkan e-channel revolution. Mereka yang masih konservatif, berhati-hatilah!

… Prediksi kedua: kejadian sedot pulsa tahun ini, akan berulang tahun depan, sekalipun dalam bentuk yang berbeda. Seperti apa? Nantikan dalam Outlook Teknologi Informasi Indonesia 2012 Bagian Dua …  

* Dr. Dimitri Mahayana, Penulis adalah Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision.

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Nielsen Pantau Trafik Dari Perangkat Mobile

The Mobile expert

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan eksponensial terhadap popularitas perangkat internet multimedia telah mendorong meningkatnya penggunaan web melalui perangkat nonkomputer pribadi, dan saat ini banyak pengguna internet di Asia Tenggara yang mengakses internet selain dari komputer pribadi mereka, seperti perangkat mobile dan tablet.

Konsumen di di Asia Tenggara dengan cepat mengadopsi teknologi baru seperti Smartphone dan tablet yang dapat menyediakan akses Internet di mana saja.
— Matt Bruce

Meski data yang dirilis Nielsen, pada Selasa (20/9/2011) mengungkapkan komputer pribadi tetap menjadi sarana utama untuk mengakses internet bagi pengguna di Asia Tenggara (94 persen), namun ada perkembangan untuk beralih pada perangkat alternatif. Empat persennya bahkan mengatakan bahwa ponsel mereka adalah perangkat utama yang digunakan untuk mengakses internet.

Penggunaan perangkat portabel ini sebagai sarana untuk mengakses internet diharapkan untuk terus berkembang di masa depan, dengan 61 persen dari pengguna internet mengatakan bahwa mereka akan mengakses internet melalui ponsel dalam 12 bulan ke depan, dan satu dari tiga akses berniat untuk mengakses internet melalui perangkat genggam multimedia lainnya seperti tablet .

Pada akhir 2010, Nielsen memperkirakan penetrasi Smartphone di kalangan netizen di Asia Tenggara menjadi sekitar 20 persen. Di samping itu, satu dari dua pengguna internet di Asia Tenggara yang belum memiliki Smartphone pada akhir tahun 2010, berniat untuk membeli smartphone pada tahun 2011, dengan peningkatan ini diharapkan ada kenaikan angka penggunaan smartphone sebagai mobile Internet, terutama jika tawaran data plan dari penyedia layanan menjadi lebih terjangkau.

“Konsumen di di Asia Tenggara dengan cepat mengadopsi teknologi baru seperti Smartphone dan tablet yang dapat menyediakan akses Internet di mana saja,” kata Matt Bruce, Nielsens Managing Director untuk Audience Measurement di wilayah APMEA .

“Kenaikan pesat dalam kepemilikan perangkat yang mampu menyediakan akses internet, sekarang mulai memainkan peranan penting dalam aktifitas internet konsumen dan klien kami semakin perlu untuk mengukur proporsi lalu lintas dari web mereka yang berasal dari perangkat selain komputer pribadi,” ujar Bruce.

Menjawab besarnya permintaan untuk akses internet “kapan saja, dimana saja”, Nielsen baru saja mengumumkan pembaharuan pada layanan website-tagging, Market Intelligence, yang memungkinkan pemilik situs, untuk pertama kalinya, memantau lalu lintas situs berdasarkan jenis perangkat.

Layanan terbaru Nielsen ini juga akan melaporkan ruang ultra-competitive operating system (OS) membandingkan Microsoft Windows OS dengan sistem lainnya seperti Mac OS, IOS (sistem operasi yang digunakan pada iPhone Apple dan iPad) dan Android.

“Dengan penggunaan terbesar aktivitas internet dilakukan melalui komputer pribadi, Windows tetap menjadi sistem operasional yang paling digemari,” kata Bruce.

“Jika kita melihat sistem operasi yang digunakan khusus untuk Smartphone atau tablet, hasilnya akan terlihat sangat berbeda. Dengan meningkatnya penggunaan internet melalui nonkomputer pribadi, sistem operasi seperti IOS dan Android mulai akan mengambil bagian yang besar dalam lalu lintas situs,” demikian dikatakan Bruce.

Bruce menjelaskan bahwa bagi mereka yang bermain dalam bisnis menciptakan konten untuk internet, seperti pemilik media, pemahaman terhadap jenis perangkat dan sistem operasi yang akan digunakan konsumen untuk mengakses situs Web merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa konten yang disediakan telah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Source : Kompas.com

Pertama di Indonesia, Aplikasi Perkuliahan Berbasis Android

JAKARTA, KOMPAS.com – Sony Ericsson bersama Universitas Bunda Mulia meluncurkan aplikasi info perkuliahan berbasis Android pertama di Indonesia, Kamis (4/8/2011) di Jakarta. Aplikasi bernama M Campus itu memberi kemudahan dalam relasi antara mahasiswa, orang tua, dan dosen.

Dengan M Campus, mahasiswa bisa mengakses jadwal kuliah, nilai mata kualiah dan IPK, jadwal dosen, mata kuliah yang ditawarkan, informasi pembayaran dan lainnya. Dalam pengembangan lebih lanjut, orang tua bisa mengecek informasi akademis anak.

“Program aplikasi M Campus ini ialah salah satu upaya dalam memberikan dukungan di dunia pendidikan dan komunikasi. Seiring meluasnya pasar platform Android, kami punya posisi baik untuk memberi pengalaman beda bagi konsumen,” kata Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson.

Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Universitas Bunda Mulia, Danny Johannes mengatakan, “Kami yakin dengan teknologi informasi terkini, kami dapat membimbing mahasiswa profesional dalam upaya menyiapkan tenaga lulusan dengan kompetensi unggul.”

Aplikasi M Campus di-bundling dengan ponsel Sony Ericsson Xperia X8. Produk bundling ini akan diberikan pada 200 mahasiswa baru Universitas Bunda Mulia yang masuk tahun 2011 sebagai semacam uji coba. Jumlah itu adalah 10 persen dari total mahasiswa baru yang mencapai 2000-an orang tahun ini.

“Kita akan coba dulu pada 10 persen mahasiswa baru itu. Kalau nanti kita lihat berhasil, kita harapkan yang 10 persen itu bisa berpromosi ke yang lain,” kata Samudro Seto, Operator Relation & Marketing Partnership Manager Sony Ericsson Indonesia dalam konferensi pers.

Bundling dengan Xperia X8 sendiri dipilih karena dua alasan. Pertama karena permintaan Xperia X8 yang kini masih tinggi walaupun produk sudah dikeluarkan sejak tahun 2010. Kedua karena harga Xperia yang hanya Rp 1,4 jutaan sehingga cocok bagi kantong mahasiswa namun tetap memberi fungsi optimal dengan layar touch screen.

Untuk menjaga keamanan data, sistem telah dirancang. Data yang diakses adalah mirror dari data yang dimiliki office Bunda Mulia. Dengan demikian, seandainya data jebol, data asli di office masih ada dan bisa digunakan sebagai back up. Dari M Campus, nantinya bisa dilakukan pengembangan lain seputar mobile dan internet.

Hanny Sanjaya dari Sony Ericsson mengatakan, “Potensinya nanti bisa untuk e-advertising. Perusahaan bisa beriklan di aplikasi ini. Mahasiswa bisa belajar tentang e-learning dan e-commerce.”

Hanny mengatakan, M Campus juga bisa jadi media mengenalkan Android yang memungkinkan mahasiwa membuat dan menjual aplikasi. Tindak lanjutnya, Hanny mengatakan, “Kita ada rencana bikin UKM gadget dan games. Bunda Mulia siap menuju e-commerce ke depan.”

Untuk saat ini, beberapa keterbatasam masih dimiliki M Campus. Aplikasi hanya bisa dipakai dengan Xperia X8 yang telah dibundling. Aplikasi juga baru bisa dinikmati 200 orang dan tak bisa dibagi ke yang lain, bahkan dengan yang punya device Xperia X8 lama. Orang tua yang ingin mengakses juga mesti memakai ID dan password anak. Namun, ke depannya, beragam pengembangan juga bisa dilakukan.

“Kita juga membuka peluang untuk mengembangkan ke device lain. Ke depan, bisa juga dikembangkan untuk kampus lain,” kata Seto. Menurutnya, untuk mengimplementasikan aplikasi ini di kampus, yang paling dibutuhkan adalah kesiapan data.

Source : Kompas.com

Posted with WordPress for BlackBerry.