Indonesia Bertabur Partai, Hanya 8 yang Siap Hadapi Pemilu

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai politik Indonesia bertaburan dalam pemilu legislatif yang berlangsung pada April. Tercatat, ada 38 partai nasional yang bertarung untuk memperebutkan pilihan. Namun, dari partai sebanyak itu, hanya delapan partai yang dapat dikatakan siap menghadapi pemilu. Sisanya tidak sukses dalam pertarungan karena lemahnya dukungan finansial dan konflik internal partai.
Continue reading

Sistem Suara Terbanyak Perlemah Kelembagaan Partai

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik CSIS, Sunny Tanuwidjaja, menilai, sistem suara terbanyak untuk menentukan calon anggota legislatif (caleg) justru memperlemah kelembagaan partai. Ia juga menangkap terjadinya deinstitusionalisasi partai. Hal ini, menurutnya, tidak mendorong terjadinya peningkatan partai secara kelembagaan.
Continue reading

Perdamaian Aceh di ujung tanduk

IDI – Konflik lintas partai politik (Parpol) yang belakangan kerap terjadi di Aceh akibat perbedaan kepentingan politik, termasuk aksi penghilangan dan pengrusakan atribut partai dinilai dapat menggiring perdamaian Aceh ke ujung tanduk. Bahkan berpotensi melahirkan konflik baru di Bumi Serambi Mekkah.

Penilaian ini disampaikan Ketua GeMPAR-ACEH, Auzir Fahlevi, SH melalui siaran pers diterima Waspada Online di Idi, tadi malam. Menurutnya, jika konflik ‘bawah tanah’ antar parpol berlanjut, secara perlahan menimbulkan kekecewaan massa pendukung parpol yang merasa menjadi korban. Kekecewaan ini bukan mustahil bakal bermuara pada aksi balas dendam berbau anarkis, hingga menyulut api konflik baru sesama masyarakat Aceh.
Continue reading

Partai Keadilan Sejahtera: Mosaik Pluralitas Muslim Perkotaan

Partai Keadilan Sejahtera mencerminkan sebuah kekuatan baru yang mencirikan pluralitas Islam perkotaan. Ia menjadi mosaik yang menghubungkan patahan-patahan dikotomis antara Islam tradisional dan modern, antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Karakteristik baru dari wajah politik aliran. BAMBANG SETIAWAN

Citra yang melekat pada diri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai perwujudan dari kekuatan partai Islam pluralis juga tecermin dalam hasil survei nasional yang dilakukan Litbang Kompas 20 Februari-3 Maret 2009. Terbanyak (49,3 persen) dari calon pemilih PKS dalam Pemilu 2009 adalah penganut agama Islam yang tidak terikat dalam salah satu aliran besar (NU atau Muhammadiyah). Baik pemilih dengan latar belakang agama Islam beraliran NU maupun Muhammadiyah memang menyumbang cukup besar pada kekuatan PKS, tetapi terbanyak adalah pribadi-pribadi yang tidak memiliki ikatan emosional dengan kedua aliran tersebut.
Continue reading

“Suara Kosong” dan Absennya Mandat

Di tengah ingar-bingar kampanye Pemilu 2009 hari-hari ini, ada baiknya kita mengingat kembali bahwa pemilu bukanlah tujuan, melainkan alat atau sarana. Bahwa dalam demokrasi merayakan hari pencontrengan bisa saja penting, tetapi yang sejatinya jauh lebih penting adalah menimbang hasil-hasil pemilu beserta implikasinya yang luas terhadap kehidupan kita.

Maka, alih-alih berkomentar tentang hiruk-pikuk adu janji selama kampanye ini, saya lebih senang membayangkan wajah Dewan Perwakilan Rakyat kita selepas Pemilu 2009.
Continue reading

‘Tak Ada Parpol Bersih Termasuk PKS’

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kerap mengklaim sebagai parpol yang betul-betul bersih. Tapi, tidak demikian bila dilihat oleh peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Bivitri Susanti. Baginya, tidak ada parpol yang sangat bersih.

Berikut pandangan mahasiswi program doktoral bidang hukum di University of Washington, AS, terhadap kinerja 4 parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PKS, yang dikirimkan ke INILAH.COM:
Continue reading

Golden Triangle Vs Golden Bridge

INILAH.COM, Jakarta – Meski pemilu legislatif semakin dekat, peta koalisi partai politik masih belum jelas benar. Kalaupun ada, barulah dua kutub yang tengah dirancang untuk saling berhadap-hadapan, yaitu Golden Triangle dan Golden Bridge. Siapa yang bakal meraih peluang?

Segitiga emas (Golden Triangle), demikian penamaan atas rangkaian pertemuan politik yang digelar antara PDIP, Partai Golkar, dan PPP. ADalah Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali yang pertama kali menyebutkan istilah itu. Seperti bola, wacana koalisi segitigia emas itu pun terus menggelinding.
Continue reading

Demokrasi Para Penjudi dan Jurus Mabok Gus Dur Yang Keluar Lagi

Sebentar lagi di negara ini akan diselenggarakan Pemilu untuk kesekian kalinya, sebuah kegiatan berbiaya tinggi yang diharapkan dapat mengubah wajah bangsa ini menjadi lebih baik dibanding sekarang.

Idealnya dalam hiruk pikuk menjelang Pemilu seperti ini, yang terjadi adalah kegairahan menyaksikan pertarungan ide antar kandidat yang mendedah persoalan yang dihadapi bangsa ini. Entah itu persoalan ekonomi, budaya sampai posisi kita yang berada di pinggiran dalam percaturan politik internasional.
Continue reading

Partai Islam keok terus, 2009?

Indonesia dengan mayoritas muslim yang berdasarkan sensus tahun 2000 berkekuatan 86,01% adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, negara dengan dominasi muslim yang sangat signifikan namun kenyataanya sejak berdiri tahun 1945, belum pernah sekalipun Islam yang direpresentasikan partai-partai Islam berada di puncak kekuasaan.

Dari Pemilu tahun 1955 sampai Pemilu tahun 2004 Partai – partaiIslam selalu keok dengan partai nasionalis, Statistik pemenang pemilu dari tahun ke tahun sebagai berikut : 1955 ( PNI/22,3%), 1971 (Golkar/62,08%), 1977 (Golkar/62,11%), 1982 (Golkar/64,34%), 1987 (Golkar/73,11%), 1992 (Golkar/68,10%), 1997 (Golkar/74,51%),1999 (PDIP/33,76%), 2004 (Golkar/21,6%).
Continue reading

Akbar Prediksi Suara Golkar Menurun di Pemilu 2009

JAKARTA – Partai Golkar diprediksi akan mengalami penurunan suara pada Pemilu 2009. Ini disebabkan mekanisme dan solidaritas Partai Golkar tidak berjalan dengan baik.

Demikian dikatakan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung kepada wartawan di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Continue reading