Kampanye Terselubung di Sosial Media Kian Gencar

TEMPO.COJember – Acara pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan berlangsung Kamis besok, 29 Agustus 2013, dan saat ini merupakan masa tenang. Namun, di Kabupaten Jember, justru kian gencar kampanye terselubung menggunakan fasilitas media sosial, seperti short message service (SMS), Facebook, Twitter, maupun BlackBerry Messenger (BBM).

Isi kampanye umumnya berupa ajakan untuk memilih pasangan tertentu dengan menggunakan idiom-idiom. Di antaranya, “Sudah Ada Ibu, Tak Perlu Ikut Pak Dhe”, “Salam Jempol dari Pak Dhe”, “Semoga Berkah”, “Tidak Usah Bingung”, Yang Penting Beres”, “Kacepot Gulena Merah”, Salah Lopot Nyoblos KarSa”, serta “Jempol Mantap Poll”.
Continue reading

Survei: Caleg Merakyat dan Jujur Lebih Disukai

VIVAnews – Hasil survei Media Survey Nasional (Median) menunjukkan bahwa masyarakat atau responden cenderung tertarik untuk memberikan suaranya kepada calon anggota legislatif (caleg) yang berkualitas, tidak sekedar populer.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menjelaskan bahwa survei nasional Median di 33 provinsi yang dilakukan pada 10-18 Januari 2013 menemukan bahwa dari 1.200 responden yang diwawancarai, mayoritas lebih mengehendaki kualitas caleg yang berkarakter merakyat, yaitu sebesar 27,4 persen. Sedangkan karakter caleg terbanyak kedua yang dikehendaki rakyat adalah jujur dan bersih sebesar 19,3 persen, disusul dengan karakter cerdas (14 persen).

Continue reading

Uang Tak Jamin Naikkan Elektabilitas

Jakarta, Kompas – Rakyat makin cerdas dalam demokrasi. Uang tak serta-merta menaikkan elektabilitas calon pemimpin. Namun, motif ekonomi masih menentukan pilihan politik rakyat, terutama dalam pemilu kepala daerah dan jumlah pemilih relatif kecil.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry mengemukakan hal itu di Jakarta, Senin (17/12), mencermati elektabilitas calon-calon pemimpin yang diperkirakan akan bertarung dalam Pemilihan Umum 2014. Continue reading

Kisah “Hutang Budi” Jokowi di Media Sosial

JAKARTA – Pasangan Joko Windodo – Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Basuki) resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (15/10). Melihat kebelakang, tim sukses Jokowi-Basuki ternyata melancarkan sejumlah kampanye dengan mengandalkan media sosial.

Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube nampaknya memiliki fungsi lebih dalam menggiring opini publik untuk mencitrakan salah satu kandidat dalam pertunjukan politik yang tengah digelar. Tim kampanye pasangan Jokowi – Basuki menerapkan strategi tersebut, dan nampaknya ampuh dalam mendorongnya menjadi pemenang dalam Pilkada DKI 1. Continue reading

Addie MS, Ternyata Pemicu Fokoke Jokowi

Proses Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, yang menjadi barometer kota-kota di Indonesia, sebentar lagi akan segera berakhir. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta beberapa hari mendatang akan segera menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Berdasarkan versi hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Continue reading

Sekularisasi Politik Muslim Bantu Kemenangan Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam survei pra-pilkada dan exit poll putaran kedua menunjukkan bahwa sekularisasi politik umat Muslim, khususnya di DKI Jakarta, turut membantu kemenangan pasangan Jokowi-Ahok.

Dari hasil survei, sebanyak 49,8 responden beragama Islam menyatakan ajaran Agama Islam tidak melarang umat Muslim untuk memilih pemimpin non-Muslim dan 44,5 responden mengatakan sebaliknya. Continue reading

Megawati Pun Heran Lihat Cara Jokowi Kampanye

JAKARTA, KOMPAS.com – Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Melalui mesin partai, Jokowi sebenarnya disokong dana yang tak sedikit. Partai juga sudah menyiapkan segala macam atribut untuk berkampanye. Namun, cara berkampanye Jokowi justru membuat Megawati tertegun. Continue reading

Figur Menangkan Jokowi-Ahok

Kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua, Kamis (20/9), banyak dipengaruhi oleh dua hal, yaitu modal kapasitas individu dan buruknya citra pihak lawan.

Pasangan yang akrab dipanggil Jokowi-Ahok tersebut dinilai memiliki integritas moral yang baik serta memiliki keberanian dan ketegasan dalam melaksanakan gagasannya. Selain itu, Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Ahok yang mantan Bupati Belitung Timur ini juga dipandang lebih aspiratif daripada pasangan petahana Fauzi Bowo dan mantan Kepala Lembaga Sandi Negara Nachrowi Ramli. Continue reading

Parpol Bukan Jaminan

Jakarta, Kompas – Hasil hitung cepat Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta semestinya menjadi peringatan bagi partai politik besar. Mesin parpol yang dalam survei dinilai berelektabilitas relatif baik terbukti bukan jaminan untuk memenangkan calon dalam pemilihan umum.

Demikian dikatakan pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Haryadi, dan pakar hukum tata negara Saldi Isra di Jakarta secara terpisah, Kamis (20/9). Continue reading

Refleksi atas Kemenangan Jokowi

Ketika berlangsung Munas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Solo, 2008, penulis bertanya kepada ketua asosiasinya, Yusuf Serang Kasim—saat itu Wali Kota Tarakan, Kalimantan Timur—tentang alasan memilih Solo sebagai tuan rumah acara organisasi tersebut.

Yusuf menjawab: ”Kami, para wali kota, ingin belajar dan melihat langsung sukses Solo dalam aneka kebijakan yang berdampak langsung kepada rakyat.” Continue reading