Can social media swing votes in this election campaign?

As journalism professor David Maguire noted at the start of this campaign, prime minister Kevin Rudd has had such limited time in which to develop a social media strategy that he has “parachuted” in some advisers from Barack Obama’s successful digital campaign.

But Rudd’s use of social media in this election will not be able to replicate the Obama campaign in the US, which recruited first-time voters and non-voters rather than the swinging voters of Australia’s compulsory electoral system. Obama had a longer lead-up to actually establish a relationship with these voters, and used sVRM (social voter relationship management) to engage voters in issues that are close to them.
Continue reading

Please ‘like’ me: why Facebook might be the key to success in the 2016 election

Another big week in federal politics is underway, with the budget announced on Tuesday. Then, possibly this weekend, Prime Minister Malcolm Turnbull will formally call a double-dissolution election for July 2.

While it is true that the official campaign does not begin until the governor-general issues the election writs, the mechanics of parties’ campaigns began months, even years, ago.

Political party operatives, staffers of politicians, and political organisations such as GetUp are flooding voters’ inboxes with emails about issues they want etched in voters’ minds by polling day.
Continue reading

Capres dan Media Sosial

Ilustrasi, Kompas Cetak

KOMPAS.com – Siapa yang menguasai internet dan media sosial, dialah yang akan memimpin negara. Barack Obama sudah membuktikannya di AS. Bagaimana dengan calon presiden Republik Indonesia? Sejauh mana capres-capres memanfaatkan media sosial untuk menjaring pendukung?
Sebelum menjabat presiden Amerika Serikat 2008, Barack Obama, Senator Illinois ini, sukses memanfaatkan internet untuk menjaring pendukung dan mengumpulkan dana secara online. Obama memiliki jejaring sosial mulai dari Facebook, LinkedIn, Youtube, Twitter, Friendster, hingga MySpace. Pada pemilihan periode kedua 2012, Obama juga memanfaatkan jejaring sosial lainnya yang populer di Amerika, seperti Google Hangouts.

Menguasai komunikasi publik salah satu kunci kemenangan capres. Franklin D Roosevelt menggunakan radio untuk menjangkau pendukungnya, John F Kennedy memanfaatkan televisi untuk meraih kemenangan.

Barack Obama memanfaatkan internet, menyapa masyarakat akar rumput melalui media sosial yang bertebaran di Amerika. Obama mencatat sejarah, menjadi orang berkulit hitam pertama yang tinggal di Gedung Putih. Internet menjadi sarana ampuh bagi Obama.
Continue reading

Politikus Tebar Pesona di Media Sosial

TEMPO.CO, Jakarta – Politikus juga memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, menarik simpati, dan membangun citra sekaligus popularitas dalam momen Ramadan. Ketua Umum Partai Golongan Karya yang juga calon presiden dari partai tersebut, Aburizal Bakrie, sering menyapa calon pemilihnya lewat akun Twitter@aburizalbakrie. Pemilik akun berpengikut 180 ribuan orang ini rajin pula memasang aktivitas berbuka puasa yang dilakukannya di pelbagai tempat.

Continue reading

Addie MS, Ternyata Pemicu Fokoke Jokowi

Proses Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, yang menjadi barometer kota-kota di Indonesia, sebentar lagi akan segera berakhir. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta beberapa hari mendatang akan segera menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Berdasarkan versi hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Continue reading

[Infografik] Pengaruh Media Sosial dalam Politik

Peran Medsos dalam Politik

Media sosial dalam dunia politik, pengaruh yang ditawarkannya selama ini masih menjadi perdebatan. Bukan saja karena media sosial adalah barang baru dalam media komunikasi, tetapi juga karena ketergantungan terhadap akses internet masyarakat masih memegang peran penting.

Infografik Zynqo.com berikut mencoba menjelaskan, mengapa dan bagaimana media sosial memiliki peran penting di dunia politik. Di antara butir pentingnya adalah, kehadiran para politikus di internet bisa menunjukkan bahwa mereka tidak ketinggalan jaman, dan penggunaan media sosial dapat menjangkau jutaan khalayak dengan biaya yang relatif murah.
Continue reading

Kampanye Lewat Media Sosial Ampuh Jaring Pemilih Muda

JAKARTA–MICOM: Praktisi politik perlu memerhatikan media sosial dan internet sebagai salah satu sarana menarik minat para pemilih muda.

Demikian kesimpulan pengamatan profesor ilmu politik Universitas Chicago Cathy Cohen dan koleganya profesor ilmu pendidikan Mills College, Joseph Kahne.

Kedua profesor tersebut memimpin pengamatan atas hasil survei nasional terhadap 3 ribu anak muda dengan rentang usia 15-25 tahun.

Dalam laporan penelitian berjudul Participatory Politics: New Media and Youth Political Action itu, partisipasi politik anak muda ditunjukkan lewat publikasi blog politik, kicauan politik, hingga meneruskan video bertema politik kepada teman-temannya.

“Siapapun yang peduli terhadap demokrasi harus menaruh perhatian pada dimensi penting politik bagi anak muda ini,” ujar Kahne.

Dalam pengamatan tersebut, tim menemukan 84% anak muda memercayai informasi yang disebarkan secara daring oleh rekannya.

45% partispan mengaku tertarik terhadap berita karena kicauan di Twitter atau status Facebook. Atas dasar itu, Cohen menantang politisi untuk melek informasi dan menyampaikan pesan politik lewat internet. (Science Daily/DK/OL-9)

Source : Media Indonesia

Lima Tren Sosial Media Tahun 2012

KOMPAS.com – Tahun 2011 lalu, sosial media berkembang sangat pesat. Indonesia adalah salah satu negara yang terkena demam sosial media. Indonesia menjadi pengguna Facebook nomor kedua terbanyak dan pengguna Twitter terbanyak ketiga di dunia. Akan seperti apa perkembangan sosial media di tahun 2012? Berikut pemaparan Amy Jo Martin, pendiri Digital Royalty seperti dikutip Tech Crunch.

Sosial Media Akan Masuk Ke Siaran Televisi
Televisi di tahun 2012 akan menjadi wadah sosial media baru. Pertunjukan televisi akan melibatkan masyarakat secara langsung melalui sosial media. Jaringan televisi yang khusus menyiarkan berita pun akan melibatkan audiens untuk berinteraksi secara langsung tentang sebuah berita yang sedang hangat.

Siaran politik, kampanye, dan pemilihan Presiden mungkin akan dilakukan di televisi secara interaktif. Televisi, yang semula bersifat monolog, akan berubah menjadi dialog. Komunikasi yang semula satu arah, akan berubah menjadi dua arah dan lebih interaktif.

Streaming Televisi Akan Ramaikan Sosial Media
Ini kebalikan dari Integrasi Sosial Televisi. Setelah sosial media masuk ke ranah televisi, kali ini tayangan televisi yang akan masuk ke ranah internet. Di tahun 2012 ini, Super Bowl, pertandingan final sepak bola Amerika yang dilangsungkan di akhir musim pertandingan NFL di Amerika Serikat, akan tayang secara streaming.

Artinya, tayangan ini bisa dinikmati para netizen (sebutan bagi pengguna internet) tanpa harus menonton televisi. Nonton sepak bola bisa melalui desktop atau laptop. Tayangan streaming akan semakin menjamur di ranah online dan bisa diintegrasikan dengan sosial media dan periklanan.

Facebook Akan Menjadi Pusat Sosial Media
Ami percaya, di tahun 2012, Facebook akan menjadi pusat proyek-proyek sosial media. Facebook akan bisa menjual namanya untuk mendapatkan beragam proyek yang membuat sebuah sosial media tertentu tidak ditinggalkan oleh penggunanya.

Integrasi dengan Facebook menjadi sebuah keharusan yang menguntungkan di tahun 2012.

Bisnis Besar Sosial Media Akan Tumbuh

Perusahaan-perusahaan besar akan berkonsentrasi merawat akun jejaring sosial yang dimiliki perusahaan, untuk menjaga “brand image”. Facebook, Twitter, dan Youtube bukan lagi tempat untuk memasang iklan, melainkan menjalin hubungan sosial dengan pelanggan dan mitra bisnis.

Bagi pengusaha jejaring sosial, ini bisa menjadi tempat untuk membuat sebuah channel khusus berbayar bagi perusahaan lain, sehingga halaman yang mereka miliki terlihat lebih profesional namun tetap “bersahabat”.

ROI Masih Besar
ROI (Return on Investment) di sosial media masih besar tahun 2012 ini. Konsep hubungan yang terjalin dari keberhasilan sosial media akan diadopsi oleh perusahaan sebagai strategi bisnis. Costumer Service, riset, dan image branding akan menjadi bisnis yang penting di ranah sosial media.

Perusahaan akan memanfaatkannya untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mengerti kebijakan yang diambil dan sejauh mana pemasaran berhasil. Sosial media akan menjadi tempat investasi yang menghasilkan ROI besar dengan mengeluarkan sedikit investasi.

Source : Kompas Tekno

Jelang 2014, Golkar Mulai Serius Garap Twitter

Jakarta – Suksesi legislatif dan presiden pada 2014 tinggal beberapa tahun lagi. Nah, partai politik pun bersiap diri. Selain menyebarkan ide-ide lewat dunia nyata, twitter pun digarap.

Pentingnya media sosial ini berkaca pada kesuksesan Presiden AS Barack Obama, yang mampu memaksimalkan kekuatan seluruh media sosial termasuk twitter dan facebook. Tidak heran, partai-partai di Indonesia mulai melirik cara ini. Salah satunya Golkar.

“Saat ini sedang di-set up. Tapi memang masih maju mundur karena kesibukan masing-masing (anggota tim),” jelas Wasekjen Golkar Lalu Mara saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/1/2012).

Golkar tidak main-main, seorang ahli disiapkan untuk merancang campaign lewat media sosial. “Ada namanya Rakhmat Djunaidi, dari Bakrie Telecom,” jelas Lalu Mara.

Golkar menilai, kekuatan media sosial, baik twitter dan facebook patut diperhitungkan. Apalagi anak-anak muda yang potensial menjadi pemilih umumnya memiliki akun di dua media sosial itu.

“Itu salah satu sasarannya,” jelas Lalu.

Source : Detik.com

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kiat Pemasaran di Media Sosial

KOMPAS.com  Media sosial atau situs jejaring sosial semacam Facebook, Twitter, dan Koprol sudah menjadi lebih dari sekadar ajang berteman. Media sosial juga bisa berfungsi sebagai media membangun kepedulian dan memasarkan produk. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk tujuan itu?

Danny Wirianto, Chief Marketing Officer KasKus, forum internet terbesar di Tanah Air, mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai pemasaran di media sosial. Pertama, kata Danny, “Read before write.” Artinya, proses pemasaran lewat media sosial harus didahului dengan riset.

Riset akan mengefektifkan mekanisme pemasaran yang dilakukan. Riset bisa berkisar tentang karakter pengguna media sosial, misalnya dengan melihat cara komunikasi dan apa yang dikomunikasikan dalam media itu.

“Kenali apa yang mereka bicarakan,” kata Danny. “Setelah tahu, lalu buat analisis. Susun strategi kecil dan lemparkan. Lakukan inception, persis seperti yang ada di film Inception itu,” papar Danny dalam ajang SparxUp Seminar bertema “Understanding Social Media 2011” di Jakarta, pekan lalu.

Untuk melakukannya, berbagai cara bisa diaplikasikan. Danny mencontohkan satu langkah yang bisa diterapkan. Caranya, mengomunikasikan secara personal sehingga produk baru seolah dianggap rahasia. Dengan cara itu, orang akan dianggap istimewa.

“Informasi yang tadinya dianggap rahasia nantinya pasti malah disebarkan. Untungnya ada pada kita. Secara tidak langsung kita berhasil menyebarkan berita tentang produk kita,” kata Danny. Setelah itu, lihat apa yang terjadi. Kalau enggak berhasil, ubah strateginya.

Dalam pemasaran lewat media sosial, dia juga menggarisbawahi bahwa setiap media sosial unik. Jadi, cara pemasaran di setiap media sosial mesti memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan karakter penggunanya. “Jangan pukul rata. Jadi, kalau di Facebook, misalnya, jangan lalu pasang hasil scan pamflet promosi dan di-tag ke banyak nama. Kalau caranya seperti itu, pasti akan diabaikan oleh pengguna,” papar Danny.

Sementara itu, Danny juga mengemukakan pentingnya membangun engagement (keterikatan) dengan konsumen. Hal ini berguna untuk mempertahankan relasi dengan konsumen, membangun kepercayaan dan loyalitas produk. Dalam membangun engagement, memberi konsumen pengalaman bisa menjadi senjata. Ia mencontohkan aplikasi game yang digarap beberapa situs sebagai salah satu cara membangun engagement.

“Seperti jejaring sosial Facebook. Pengguna tidak pernah lupa karena pernah memainkan Farmville. Ini yang jadi satu nilai lebih untuk Facebook sekarang sehingga masih bisa bertahan,” kata Danny.

Dalam skala yang lebih luas, media sosial bisa berfungsi sebagai media untuk melakukanengagement. Media sosial menjadi cara ampuh mengetahui isu-isu tentang produk yang beredar di masyarakat. “Kalau ada produk yang dijelekin, obrolannya pasti ada di social media. Jadi, pihak perusahaan harus seperti PR (humas), harus juga memantau social media, tidak hanya koran-koran besar,” katanya.

Engagement bisa dilakukan dengan merespons secara cepat masalah yang muncul. Klarifikasi yang cepat dalam menangani masalah sangat berpengaruh pada citra produk.

Source : Kompas.com