How Social Media, Microtargeting and Big Data Revolutionized Political Marketing

Marketing has revolutionized politics. An expert discusses how it’s affecting November’s election.

The paradigm has shifted in U.S. politics. Out-of-nowhere candidates—such as Republican presidential nominee Donald Trump and Democratic-socialist Sen. Bernie Sanders—have grown less from the political canon and more from the will of the people.
Continue reading

“Marketing” Politik antara Mesin Politik dan Popularitas Figur

Pilkada serentak 2017, khususnya Pilkada DKI Jakarta sudah terasa gaungnya. Semua partai sudah mulai menjagokan calonnya. Kekuatan politik parpol pun siap untuk dibangun. Dan para calon yang hendak menempuh jalur independen,  seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,sudah mulai juga menggerakkan massa politiknya di bawah tim kerja politiknyayang disebut  Teman Ahok.

Bersamaan dengan itu, berbagai strategi politik baik dari parpol maupun dari non parpol sudah bersiap-siap membangun dan memperluas jaringan politik  di tengah masyarakat.

Dan tidak lama lagi marketing politik digerakkan dengan menggelontorkan aneka macam iklan di media massa cetak dan elektronik, penguatan opini publik, pemanfaatan survei-survei politik, silaturahmi politik ke tokoh-tokoh berpengaruh, dan lain sebagainya.

Continue reading

Ini Saran Ahli untuk Melawan Ahok di Pilkada DKI 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menyampaikan pidatonya saat Deklarasi dukungan Partai Hanura di Jakarta, 26 Maret 2016. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta – Untuk melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI 2017 harus dengan keberanian karena inkumben selalu diuntungkan.

“Jadi melawan Ahok bukan dengan cara mengkritik isu suku, ras, dan agama (sara),” kata pengamat komunikasi politik Benny Susetyo kata dia Jakarta Selatan.
Continue reading

Dari Prahara Sampai RIP Jokowi: Mengamati Strategi Sun Tzu dalam Kampanye Prabowo dan Jokowi

Prahara dipersoalkan, demikian pula RIP dipermasalahkan. Itulah ekses kampanye hitam yang kebablasan. Mengamati strategi kampanye Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK sungguh menarik. Kedua kubu menerapkan strategi perang Sun Tzu. Tampaknya dua kubu yang bersaing saling berhadapan dalam strategi perang yang sangat intens dan terencana. Melihat peta kampanye baik di televisi maupun media sosial, tampak sekali perbedaan strategi dasar kampanye. Bagaimana sebenarnya kampanye hitam itu terjadi dan dampaknya bagi masyarakat dan kedua pesaing pasangan capres?

Perlu dicatat, bahwa kampanye hitam – tak perlu dibuktikan asalnya karena susah dibuktikan sumbernya dan waktu kampanye terbatas – yang sudah telanjur terjadi dipersepsikan sebagai aksi dan reaksi. Ini semua berawal dari bukti awal strategi menyerang dan bertahan dari dua kubu: Prabowo dan Jokowi. Rupanya kubu Prabowo menerapkan strategi perang: menyerang. Sementara kubu Jokowi menerapkan strategi bertahan dari serangan: lu jual gua beli. Bagaimana kedua strategi itu efektif mendongkrak dan menarik simpati publik dan mampu mengubah persepsi pemilih? Mari kita telaah.
Continue reading

Ada Desain Jokowi Seolah Dizalimi & Teraniaya

Source okezone.com

JAKARTA – Pakar politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, berpendapat tulisan “RIP-Jokowi” yang sempat beredar di media sosial mungkin saja ditulis oleh tim sukses calon presiden dari PDIP itu.

“Bisa ditafsirkan dilakukan oleh tim sukses Jokowi sendiri. Ini bukan tanpa dasar,” kata Zaki Mubarak, dalam keterangan tertulis, kemarin.

Zaki menanggapi tulisan “RIP-Jokowi” yang sempat beredar di media sosial yang penyebarnya hingga saat ini belum diketahui. Menurut dia, sejak awal sudah terbentuk desain dari tim Jokowi supaya dikesankan teraniaya dan seolah diserang.
Continue reading

Mempertimbangkan Political Marketing

Indonesia baru saja melewati satu fase penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemilu 2014 sukses digelar 9 April memilih calon anggota DPR, DPRD, DPD. Pemilu merupakan sarana demokratis untuk membentuk pemerintahan yang berbasis pada kedaulatan rakyat. Seperti pemilu tahun 2004 dan 2009, pada pemilu 2014 masyarakat memilih langsung calon-calon wakil rakyat dan calon presiden yang dikehendaki. Dengan usainya pemilu legislatif, tercatat beberapa hal yang perlu dievaluasi, khususnya sehubungan dengan metode kampanye yang digunakan.

Perhelatan pemilu 2014 harus diakui mendorong dinamika komunikasi politik di berbagai wilayah lebih bergairah. Sejak Agustus 2013, organisasi politik dan para pelaku politik, mulai dari partai politik, caleg, dan capres, ramai-ramai turun gelanggang memperkenalkan diri mereka ke masyarakat. Setelah KPU resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap Legislatif pada awal Agustus 2013, ruang-ruang publik di kota dan daerah dipenuhi beragam alat peraga kampanye. Hari-hari besar nasional dan keagamaan menjadi alunan pesan yang mewarnai isi poster, spanduk, banner, dan baliho yang terdapat di lokasi-lokasi strategis, perempatan jalan, jembatan penyeberangan, termasuk pula dinding-dinding gedung-gedung besar yang menyolok mata warga masyarakat. Bahkan di bawah rindangnya pepohonan, sering ditemukan wajah-wajah para caleg berupaya menyapa dengan ramah warga masyarakat.
Continue reading

Eep: Jokowi Effect Ada

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak kalangan yang mengatakan popularitas dan elektabilitas bakal calon presiden Joko Widodo tidak berpengaruh signifikan dengan perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan Umum Legislatif, 9 April lalu.

Tapi, CEO Pollmark Indonesia-Political Marketing Consulting Eep Saefullah Fatah mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya, Jokowi Effect atau pengaruh Jokowi terhadap kemenangan PDIP cukup besar. Hal tersebut dilihat dari peta persebaran pemilih PDIP di sejumlah provinsi.

Continue reading

Saling Punya “Kuncian”, Pilpres 2014 Bakal Lebih Panas

Ilustrasi Kompas

JAKARTA, KOMPAS.com — Atmosfer politik pada Pemilihan Presiden 2014 diprediksi lebih seru dan panas dibandingkan tahun 2009. Lima tahun lalu, figur masih tersentral pada sosok calon incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Kini, meski bakal capres dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, tengah di atas angin, bukan berarti pertarungan selesai. Lawan Jokowi bukan yang gampang ditaklukkan.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Kuskridho “Dodi” Ambardi, memprediksi, akan maju tiga calon presiden, yaitu Joko Widodo; bakal capres dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie; dan bakal capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ketiganya, menurut Dodi, saling punya “kuncian”. Ada titik lemah yang bisa dijadikan amunisi serangan oleh lawan. Hal inilah yang akan membuat situasi politik memanas.
Continue reading

Banggakan Orde Baru, Golkar Ingin Dekati Petani dan Nelayan

TRIBUNNEWS/HERUDIN

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi senior Partai Golkar, Siswono Yudohusodo, mengungkapkan, pihaknya ingin menarik dukungan dari kalangan petani dan nelayan terkait strategi mengungkit kepemimpinan Soeharto dan masa Orde Baru dalam kampanye Pemilu 2014.

“Dalam lingkungan tertentu, seperti di daerah pertanian dan nelayan, masa Pak Harto itu lebih banyak. Sampai sekarang masih kuat,” ujar Siswono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Siswono mencontohkan, kalangan petani masih memiliki ingatan kuat akan kepastian pada masa pemerintahan Soeharto, ketika harga jual sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara pada masa kini, sebut Siswono, petani lebih banyak menemui ketidakpastian.
Continue reading

Perkembangan Strategis Aceh Menjelang Pemilu 2014

Citizen6, Jakarta: Belum lama ini yaitu 7 Januari 2014 di Banda Aceh, salah seorang pengamat politik di Aceh bercerita kepada penulis, bahwa Partai Aceh (PA) menargetkan akan memperoleh 80% suara pada Pemilu 2014. Karena saat ini hanya 3 partai lokal saja yang mengikuti Pemilu 2014.

Muzakkir Manaf meminta seluruh pengurus dan kader PA di Aceh untuk bersatu dan saling bekerja sama meraih kemenangan tersebut. Sementara, PA wilayah Pasee akan meraih suara sebanyak 90% di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, baik untuk DPRK maupun DPRA, karena PA di wilayah Pasee sangat solid.

Continue reading