Dua Jimat Golkar Setelah Kasus Setya Novanto

Bagaimanakah prospek Golkar setelah drama panjang Setya Novanto (Setnov)? Akankah partai ini terpuruk dan ditinggalkan? Akankah partai ini menjadi partai gurem? Mampukah Golkar bangkit kembali?

Berkali- kali pertanyaan ini diajukan pada saya, baik oleh wartawan, politisi, kepala daerah dan tokoh Golkar sendiri.

Saya tak menjawabnya langsung. Melalui tulisan ini, saya sampaikan jawaban saya. Golkar punya dua jimat yang membuatnya selalu bisa bertahan. Partai ini bahkan memiliki kemampuan bangkit kembali yang mengejutkan.

Jawaban ini tentu berdasarkan hubungan saya yang panjang dengan partai Golkar. Saya dengan LSI sudah melakukan ratusan riset untuk dan tentang Golkar.
Continue reading

Golkar Raih 80 Kursi DPRK

* Kuasai 5 Ketua, 7 Wakil Ketua

BANDA ACEH – Pemilu 2014 membawa angin segar bagi partai politik berbasis nasional (parnas) di Aceh. Hampir semua parnas mendapatkan tambahan perolehan kursi di DPRA maupun DPRK se-Aceh. Selain Partai Nasdem yang langsung menggebrak di pemilu pertamanya, peningkatan suara cukup siginifikan dirasakan oleh Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Seperti diberitakan harian ini kemarin, si pendatang baru Partai Nasdem diprediksi meraih 8 kursi untuk DPRA dan 62 kursi DPRK se-Aceh. Sementara Partai Gerindra yang dalam Pemilu 2009 lalu hanya punya lima kursi DPRK, kali ini melejit menjadi 38 kursi DPRK se-Aceh dan 3 kursi di DPRA.
Continue reading

Akrobatik Golkar Aceh di Pemilu 2014

Aryos Nivada

Satu tahun lagi seluruh partai nasional mampu lokal mempersiapkan diri sebelum menuju pemilu 2014, jikalau hitung tahun di 2013. Menjadi pemenang sebagai target politik meraih kekuasaan di ranah legislatif. Salah satu partai yang tertarik dianalisis yakni Partai Golongan Karya (Golkar).

Ketika mengetahui rekam jejak di pentas perpolitikan sudah malang melintang, bahkan kepiawaian merajut kekuasaan hingga sampai saat ini masih diperhitungkan lawan politiknya. Bisa dibilang Golkar di atas rata-rata partai lain dari segi politisi, manajemen kepartaiannya, strategi politiknya, kalkulasi kekuatan, dll.
Continue reading

“Padi Menguning” bagi 10 Juta Kader

Entah kenapa, beberapa waktu belakangan ini, Aburizal Bakrie senang mengungkapkan perumpamaan yang mengandung frasa padi menguning. Perumpamaan semacam ini pertama kali dia sampaikan dalam resepsi Hari Ulang Tahun Ke-46 Partai Golkar di Jakarta, pekan silam. ”Langit masih tetap biru, tetapi padi sudah semakin menguning hingga ke pelosok desa,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar itu.

Perumpamaan serupa disampaikan Aburizal saat membuka Muktamar Pengajian Al-Hidayah, organisasi binaan Partai Golkar, di Surabaya, pekan lalu. ”Padi semakin menguning hingga di pelosok,” katanya.
Continue reading

Banteng Beringin Biru

KOMPAS.com – Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, 21 September 2009, berjudul lndonesian Tycoon Eyes Presidency in 2014, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan tekad mengikuti Pemilu Presiden 2014. Saat itu Ical sudah optimistis mampu merebut kursi ketua umum Golkar mengalahkan rivalnya, Surya Paloh dan Tommy Soeharto. Namun, ia menegaskan pula tidak akan bergabung sebagai menteri kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Continue reading

Terlalu Dekat dengan SBY, Ical Sulit Lakukan Gebrakan Politik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menjanjikan akan membawa Partai Golkar menjadi kendaraan politik untuk kesejahteraan rakyat selama masa kepemimpinannya. Hal itu diutarakannya seusai terpilih sebagai ketua umum 2009-2015 pada 8 Oktober lalu. Bagi Ical, oposisi atau koalisi tak bisa diimplementasikan dengan kaku. Meski berada di pemerintahan, ia menjanjikan Partai Golkar akan tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat.
Continue reading