siwah.com

Category: News

  • Sains dan Manajemen PDI-P

    Selain ditentukan oleh sikap PDI Perjuangan untuk tetap beroposisi atau tidak, ideologi Pancasila 1 Juni dan manajemen organisasi partai berbasis ilmu pengetahuan (sains) juga akan menjamin kualitas kinerja organisasi dan produk politiknya bagi demokrasi dan kesejahteraan rakyat.

    Diharapkan hal ini bisa diputuskan oleh Kongres PDI Perjuangan ketiga pada bulan April 2010. Melalui kongresnya mendatang, PDI Perjuangan mengharapkan input yang baik untuk membesarkan dan memenangkan partai dalam pemilu agar bisa melayani rakyat lebih baik lagi.
    (more…)

  • Prahara Pilkada

    Otonomi daerah sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, tetapi isu politik masih sangat sentralistik. Maka, tidak aneh beberapa calon kepala daerah berkampanye melalui televisi nasional.

    Sementara itu, isu-isu penting seperti pemberdayaan kelembagaan di tingkat lokal, yang berhubungan langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, hampir tidak memperoleh tempat dalam ruang publik. Bahkan, ketika tahun 2010 dilakukan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 244 daerah, isu-isu penting tersebut tenggelam oleh isu berkualitas transaksional, seperti Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century. Padahal, pilkada dirancang untuk memperkuat demokrasi, menghasilkan pemimpin yang merakyat, memiliki empati, peka serta peduli terhadap kepentingan dan penderitaan rakyat. Dengan demikian, diharapkan lahir kebijakan yang memihak rakyat serta menumbuhkan daya saing berdasarkan keunggulan setiap daerah.
    (more…)

  • Menghitung Untung dan Rugi FTA ASEAN-China

    KOMPAS.com — Guna memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi, meliputi perdagangan dan investasi, negara anggota ASEAN dan China sepakat membuat perjanjian perdagangan bebas. Ratifikasi terkait kerja sama itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004.
    (more…)

  • Perubahan Iklim Ancam Pertanian Saree

    M. Nizar Abdurrani I The Globe Journal | Selasa, 12 Januari 2010

    Jantho – Global Warming atau pemanasan global dimana salah satu akibatnya adalah perubahan iklim ternyata bukan hanya terjadi di lapisan es Antartika ataupun gletser Himalaya. Perubahan iklim ternyata juga sudah dirasakan di Indonesia bahkan Saree, sebuah daerah dingin sentra pertanian di Aceh Besar.

    Kecamatan Saree atau biasa masyarakat menyebutnya dengan Saree terkenal sebagaia tempat yang sejuk dan hasil pertaniannya yang melimpah. Saking sejuknya jika melintasi tempat yang terletak di pegunungan Seulawah Aceh Besar tersebut masyarakat harus memakai pakaian tambahan untuk menangkal udara dingin menusuk kulit. Tapi sejak beberapa tahun belakangan ini temperatur udara di Saree sudah lebih hangat. Yang lebih mengkhawatirkan adalah perubahan iklim ini mengancam sektor pertanian Saree di masa depan.

    Petani Saree sedang memanen dini ubi
    Petani Saree sedang memanen dini ubi

    Fenomena ini menjadi fokus penelitian sekelompok peneliti yang sebelumnya telah mengikuti ‘Climate Change and Poverty’ selama bulan Oktober – November 2009, yang diselenggarakan oleh International Conference for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Banda Aceh. (more…)

  • Sepak Terjang Kakak Beradik dari Kalimati

    Liputan6.com, Jakarta: Banyak kalangan hingga kini mempertanyakan belum ditahannya Anggodo Widjojo. Padahal, adik tersangka kasus korupsi di Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo itu diduga berperan besar dalam rekayasa untuk menjerat dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Siapa sebenarnya Anggodo Widjoyo?

    Anggodo Widjojo beserta Anggoro Widjojo–kini masih buron, adalah arek Suroboyo asli. Kakak beradik ini berkarier dan menjadi pengusaha sukses di Kota Pahlawan itu. Di kalangan pengusaha Surabaya, nama Anggodo dan Anggoro Widjojo memang tidak terlalu dikenal. Tapi, bila disebutkan nama asli Tionghoa-nya, yakni Ang Tju Nek (Anggodo) dan Ang Tju Hong (Anggoro), hampir semua pengusaha senior mengenal mereka. Bahkan, mereka mengetahui dengan citra tertentu kepada adik kakak itu.
    (more…)

  • Takut Disadap, Anggodo & Anggota LPSK Janjian Ganti Nomor HP

    Jakarta – Adik buron koruptor KPK Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, melakukan pembicaraan dengan seorang pria yang diduga anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa. Takut disadap, mereka membuat janji untuk mengganti nomor selular masing-masing.
    (more…)

  • Staf Khusus SBY Masih Muda, Bergelar PhD dan Bukan Partisan

    Jakarta – Setelah lebih dari tiga pekan dimatangkan, barulah jajaran staf khusus Kepresidenan RI diperbaharui. Sebagian besar personelnya nanti adalah intelektual muda baru dan bukan dari kalangan partai politik.

    “Mereka semuanya orang profesional, PhD, masih muda dan bukan partisan,” ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
    (more…)

  • Alasan MK Perdengarkan Rekaman dalam Sidang Terbuka

    JAKARTA, KOMPAS.com — Pemutaran rekaman yang diduga berisi upaya pelemahan KPK dalam sidang uji materiil di MK, Selasa (3/11), dipersoalkan.

    Menurut sejumlah pihak yang tak setuju, seharusnya rekaman tidak diputar di depan publik. Namun, majelis hakim MK yang dipimpin oleh Mahfud MD memutuskan rekaman bisa diputar sebagai barang bukti dalam sidang yang terbuka untuk umum.
    (more…)

  • Orang Gemuk Kurang Suka Bunuh Diri

    Orang Gemuk Kurang Suka Bunuh Diri
    NEW YORK  – Kegemukan (obesitas) bisa saja menimbulkan banyak masalah dengan kesehatan seseorang, tetapi hanya sedikit persoalan obesitas bisa menyebabkan orang bunuh diri, ini menurut sebuah laporan studi kesehatan. Demikian dilansir oleh Reuteur kemarin.
    Ahli dari Harvard School of Public Health Boston-Amerika, Dr. Kenneth J. Mukamal, mempelajari kasus bunuh diri dan obesitas di Amerika antara tahun 2004 dan 2005. Kenneth menemukan rata-rata seperempat orang dewasa yang dipelajarinya adalah kelompok obesitas berdasarkan indeks berat tubuhnya, dimana hal ini diukur dari perbandingan berat dan tinggi tubuh orang tersebut. Ia juga menemukan, rata-rata 12 kasus bunuh diri tiap 100.000 orang dewasa.
    Negara bagian di Amerika Serikat dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi ternyata memiliki laju bunuh diri yang lebih rendah dengan menggunakan senjata, gantung diri dan racun.
    Umumnya, negara bagian yang mempunyai tingkat obesitas lebih tinggi memiliki tingkat kepemilikan senjata dan orang dewasa yang merokok lebih tinggi serta tingkat pendidikan dan pendapatan yang lebih rendah.
    Setelah mempelajari faktor-faktor tersebut, Kenneth menganggap tidak ada pengaruh antara bunuh diri dan obesitas.
    Mukamal mengatakan studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi kaitan dan penyebab hubungan obesitas-bunuh diri. Sebagai contoh, banyak penulis berspekulasi mengatakan racun kurang mematikan bagi orang gemuk karena butuh dosis yang lebih tinggi dan gantung diri bukan hal yang umum karena “gantung diri sulit dan tidak nyaman” bagi orang gemuk.
    Penelitian tersebut tidak membuktikan antara penyebab dan efeknya bahkan jika dilakukan studi yang lebih mendalam. “Obesitas banyak memiliki potensi untuk mencegah bunuh diri.”
    Banyak orang mati akibat bunuh diri dibanding dibunuh di Amerika, kata Mukamal. Kita sangat sedikit mengetahui cara untuk mencegah bunuh diri. “Selain mengurangi kepemilikan senjata,”tambahnya.

    NEW YORK  – Kegemukan (obesitas) bisa saja menimbulkan banyak masalah dengan kesehatan seseorang, tetapi hanya sedikit persoalan obesitas bisa menyebabkan orang bunuh diri, ini menurut sebuah laporan studi kesehatan. Demikian dilansir oleh Reuteur kemarin.

    Ahli dari Harvard School of Public Health Boston-Amerika, Dr. Kenneth J. Mukamal, mempelajari kasus bunuh diri dan obesitas di Amerika antara tahun 2004 dan 2005. Kenneth menemukan rata-rata seperempat orang dewasa yang dipelajarinya adalah kelompok obesitas berdasarkan indeks berat tubuhnya, dimana hal ini diukur dari perbandingan berat dan tinggi tubuh orang tersebut. Ia juga menemukan, rata-rata 12 kasus bunuh diri tiap 100.000 orang dewasa. (more…)

  • IMF: Pengangguran Capai Puncak Dalam 8-12 Bulan

    Istanbul (ANTARA News/AFP) – Pengangguran dunia tidak akan mencapai puncak pada sekurangnya delapan sampai 12 bulan paling tidak, karena pemulihan ekonomi mengakar, kata kepala Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin.

    Untuk semua negara “itu akan mengambil dari sekarang setidaknya delapan sampai 12 bulan sebelum pengangguran akan berkurang,” Direkstur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan dalam jumpa pers malam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Istanbul.
    (more…)