siwah.com

Category: News

  • Obama, Johnson, dan Politik Ras

    Sebagai seorang liberal dan Demokrat, saya kagum sekali saat mendengarkan pidato Barack Obama saat dia menerima pencalonannya sebagai presiden Amerika Serikat dalam konvensi partai minggu lalu. Dia tekankan janji utamanya: Change we can believe in, perubahan yang bisa kita yakini.

    Namun, ia juga merinci sejumlah kebijakan khas yang akan diperjuangkan, yaitu asuransi kesehatan untuk semua, perbaikan mutu pendidikan, peningkatan pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi, pengurangan ketergantungan AS pada minyak Timur Tengah, penarikan kembali tentara AS dari Irak, serta peningkatan dukungan kami kepada Pemerintah Afganistan.

    Lengkap, sempurna, sebagai langkah awal sebuah kampanye nasional. Itulah kesimpulan saya setelah menonton pidato Obama malam itu. Namun, koran pagi membawa berita lain. Ternyata saya tidak mewakili seluruh partai saya. Masih banyak aktivis, khususnya orang keturunan Afrika, yang memasalahkan pendekatan Obama.
    (more…)

  • Kekuatan Parpol pada Pemilu 2009

    Herbert Feith bisa disebut sebagai ”Bapak Studi Politik Indonesia Modern”.

    Buku klasiknya, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, menelurkan banyak konsep, dari tipe kepemimpinan administrator dan solidarity maker, ”politik aliran,” pembagian ideologi parpol pada 1950-an, sampai ”demokrasi konstitusional” (berbasis konstitusi dan konstitusionalisme). Feith juga mewariskan model kajian pemilu, Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.

    Memperingati 10 tahun reformasi, Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), The Habibie Center, dan The Herb Feith Foundation mengadakan seminar, 21-22 Mei 2008, bertema ”The Rise of Constitutional Democracy in Indonesia,” kebalikan judul buku almarhum. Ini pertanda, roh demokrasi konstitusional yang terkubur sejak tahun 1959 bangkit kembali sejak 1998.
    (more…)

  • Pemimpin Kelas Salon

    Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi sering juga berlawanan: rendah-tinggi, hina- mulia, kotor-bersih, bengkok-lurus, pamrih-tulus, palsu-sejati.

    Semua ukuran normatif itu memberi arah, ”kiblat” hidup. Tatanan pribadi maupun kolektif, di berbagai bidang lebih kurang juga ”berkiblat” ke situ.
    (more…)

  • Ketika Perundingan Nyaris Buyar

    Jumat, pukul 05.00 sore waktu Helsinki, Finlandia. Shadia Marhaban duduk terpekur. Di sampingnya, ada tiga lelaki. Munawar Liza Zainal, Teuku Hadi, dan seorang warga asing yang menjadi penasihat bagi negosiator GAM, Damien Kingsbury. Raut wajah mereka cemas.

    Sementara, udara di luar gedung Koningsted, tempat Crisis Management Inisiative (CMI) ––lembaga yang memediasi perundingan RI-GAM di Helsinki–– berkantor, terasa begitu panas. Tapi Shadia dan tiga rekannya tetap berada dalam kamar.
    (more…)

  • “Conflict Governance” Pemilu

    Pemilu 2004 bisa jadi adalah pengalaman yang mengesankan bagi bangsa Indonesia. Asas luber dan jurdil bisa ditegakkan, pujian dunia internasional bagi demokrasi muda Indonesia, dan terutama tertutup rapatnya layar kekerasan. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan fasilitas sosial. Bangsa ini berhasil dalam berdemokrasi melalui Pemilu 2004. Namun, apakah Pemilu 2009 nanti bisa lebih baik daripada Pemilu 2004 dan berlangsung tanpa konflik kekerasan yang mengancam demokrasi damai bangsa?

    Gejala kekerasan bagi terbukanya layar kekerasan pada Pemilu 2009 sebenarnya sudah bermunculan. Paling tidak ada gejala kekerasan pemilu yang menonjol, yaitu konflik kekerasan yang muncul dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Pelaksanaan pilkada di Indonesia sering diikuti oleh perilaku kekerasan. Bangsa ini terenyak ketika pilkada di Tuban tahun 2005 diwarnai perilaku kekerasan massa pendukung partai dan kandidat kepala daerah. Sebagian gedung utama pemda dihancurkan dan dibakar. Suasana damai dalam dunia sosial ekonomi sehari-hari ikut terganggu. Konflik kekerasan pilkada pun menjadi fenomena di daerah-daerah lainnya. Tengok saja konflik kekerasan pilkada baru-baru ini di Maluku Utara.
    (more…)

  • Seminar Tiga Tahun MoU Helsinki: Jangan Kembalikan Aceh ke Era Konflik

    BANDA ACEH – Masa depan perdamaian Aceh masih meretas jalan panjang dan penuh rintangan. Untuk itu, merupakan kewajiban semua pihak menjaga agar konflik tidak kembali terulang yang pada akhirnya membuat masyarakat Aceh harus kembali didera penderitaan.

    Hal itu dikatakan mantan anggota Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, dr Zaini Abdullah, saat menyampaikan sambutan pada Seminar Tiga Tahun MoU Helsinki bertajuk Merajut Persaudaraan Menuju Damai Abadi di Aceh yang berlangsung di Hermes Palace Hotel, Selasa (12/8) kemarin.
    (more…)

  • Batas-batas Iklan Politik

    Meski belum ada calon presiden Amerika Serikat yang diresmikan konvensi partai, baik Republik maupun Demokrat, perang iklan sudah dimulai.

    Masyarakat AS, khususnya warga Demokrat, diguncang iklan TV yang baru dari kubu Republik. Dalam iklan itu, Barack Obama disamakan Britney Spears dan Paris Hilton, selebriti muda yang dikenal tetapi dicemooh jutaan orang. Bagi mainstream atau kelas menengah AS, perilaku dua cewek itu dianggap kekanak-kanakan dan memalukan.
    (more…)

  • Ibunya Cinta, Ayahnya Keikhlasan

    Dalam ilmu pengetahuan sudah lama dikenal archaeology of knowledge yang memberi inspirasi bahwa pengetahuan pun ada silsilahnya.

    Dalam karya indah Fritjof Capra berjudul The Tao of Physics bisa ditemukan tidak saja jejak-jejak pengetahuan Newton, Einstein, dan Heisenberg, tetapi juga bisa ditemukan sidik-sidik jari Confusius, Buddha, dan Krishna. Di bagian tertentu temuan Fritjof Capra (doktor fisika kelahiran Austria) tentang atom dan subatom, bahkan diberi judul The Dancing of Shiva.
    (more…)

  • Golput dan Memilih dengan Rasional

    Sedikitnya ada tiga alasan mengapa seseorang menjadi golput.

    Pertama, seseorang menjadi golput karena di luar kehendak; misalnya sebetulnya ingin memilih tetapi karena suatu hal —misalnya sakit parah—dia tidak memilih.

    Kedua, golput sebagai pernyataan politik yang mengisyaratkan ketidakpercayaan pada sistem yang ada.
    (more…)

  • Ketika Selebriti Berpolitik Kosong

    Makin hari makin banyak artis yang diajak maju di beberapa pilkada dan pemilu legislatif sampai-sampai nama suatu partai dipelesetkan menjadi Partai Artis Nasional. Salah artisnyakah atau salah politisi?

    Di Amerika Serikat kebetulan kubu Partai Republik baru saja melancarkan kampanye hitam yang menyamakan calon presiden Partai Demokrat, Barack Obama, dengan selebriti Paris Hilton dan Britney Spears, yang dipungkas dengan pertanyaan sinis ”Is He Ready to Lead?” Iklan Partai Republik berikutnya tak kalah sadisnya, menyamakan pidato Obama yang bergelora dengan seruan Nabi Musa yang diperankan oleh Charlton Heston dalam film The Ten Commandments.
    (more…)