siwah.com

Category: Education

  • Menyoal Peran Politik Perempuan

    Perempuan Aceh sejak dulu terlibat aktif dalam melawan penjajah. Mereka pengambil keputusan dan terlibat aktif merancang kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kini, peran itu semakin kecil. Mengapa demikian?

    WANITA paruh baya itu sibuk di ruang kerjanya di lantai satu, gedung DPR Kabupaten Aceh Utara. Mengenakan gamis biru, kaca mata minus. Tumpukan berkas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten – Perubahan (RAPBK-P) tertata rapi di atas meja kerja. Dia membuka lembar demi lembar. Dialah Ida Suryana. Politisi Partai Demokrat Kabupaten Aceh Utara ini resmi menjadi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, sejak akhir September lalu. Dia satu-satunya perempuan dalam parlemen kabupaten itu. Sebanyak 44 orang lainnya berjenis kelamin laki-laki. Di Lhokseumawe, juga hanya satu orang perempuan yang terpilih menjadi anggota DPRK, yaitu Hj Marliyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
    (more…)

  • Ini Dosa Besar Partai Politik

    Pengamat politik nasional yang kini menetap di Aceh, Al Chaidar, menyebutkan bahwa kurangnya komposisi perempuan dalam partai politik merupakan dosa besar partai politik di Aceh. Dia mengatakan, seharusnya partai politik berperan aktif dalam melakukan rekrutmen kader kaum perempuan. Persoalannya adalah, partai politik di daerah sangat sedikit melakukan rekrutmen. Baru sibuk ketika saat-saat pendaftaran nama calon anggota legislatif. Lakon itu dilakukan partai besar dan kecil. Partai nasional dan juga lokal. “Ini dosa besar partai politik. Seharusnya, mereka melakukan rekrutmen politik secara benar. Jangan hanya ketika musim Pemilu. Jadi, kader mereka juga akan sangat loyal jika dilakukan jauh hari sebelum Pemilu,” kata Al Chaidar.
    (more…)

  • Harapan Warga dan Mantan Kombatan

    Potret daerah terisolir terekam jelas di kawasan Nisam Antara. Sejumlah ruas jalan masih sangat buruk dan terjal. Kondisi ini sudah berpuluh kali dilaporkan pada Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid. Buruknya sarana jalan, membuat hasil pertanian di sana sangat murah. Misalnya, harga pinang. Saat ini hanya Rp 1.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 3.000 per kilogram. “Harga pinang di sini selalu murah. Tak akan pernah lebih mahal dari kecamatan lainnya. Karena, jalan yang rusak. Jadi, agen pengumpul selalu beralasan, sangat susah kemari. Harganya diturunkan,” kata Adnan, warga Desa Darussalam, Kecamatan Nisam Antara. Dia masih memiliki hubungan family dengan Bupati Aceh Utara, Ilyas Pase. Sebagai keluarga, Adnan menyebutkan sudah berulangkali menyampaikan pada bupati agar memperbaiki jalan itu.
    (more…)

  • Arah Politik eks-Kombatan

    Kesepakatan damai antara Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah mengubur makna merdeka yang selama ini diperjuangkan para kombatan. Mereka beralih ke jalur politik, meraih makna lain dari kata merdeka dalam arti lepas dari batas-batas teritorial. Kini, mereka menguasi semua perangkat layaknya sebuah ‘negara’. Peta Aceh sedang dibuka, ke mana sesungguhnya arah yang hendak dituju?

    Tidak ada hujan yang tak reda, begitu pula tak ada perang yang tak selesai. Kalimat ini, sering menjadi piasan manis menakar suksesnya perdamaian yang terjadi di Aceh. Orang-orang di kampung bersuka ria, jalanan kembali ramai, malam hari di jalur-jalur perdagangan kembali semarak. Denyut nadi Aceh telah hidup kembali setelah 30 tahun berdegub lemah hingga ke titik kritis.
    (more…)

  • Nih, “Tagline” Kabinet Indonesia Bersatu II

    JAKARTA, KOMPAS.com — Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.

    Secara keseluruhan, ada tiga tagline yang hendak direkatkan pada kabinet berjumlah 34 menteri tersebut. “Pertama, change and continuity. Apa yang dilakukan kabinet sebelumnya, yang masih relevan, yang masih berlanjut, harus dilakukan. Jangan malu-malu,” ujar Presiden.
    (more…)

  • Inilah Program 100 Hari Tim Ekonomi

    JAKARTA, KOMPAS.com — ”Pekerjaan besar belum selesai,” demikian penggalan dari sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai dilantik, Selasa (20/10). Sebuah ungkapan bahwa para menteri, khususnya menteri-menteri ekonomi, punya tugas besar menyelesaikan pekerjaan besar yang belum tuntas itu.

    Berikut beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, Kamis di Jakarta, memaparkan tekad mereka menyelesaikan tugas besar tadi, khususnya dalam 100 hari mendatang
    (more…)

  • Struktur Kabinet SBY Tuntas, Total 34 Menteri

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menuntaskan struktur kabinet pemerintahan 2009 – 2014.

    “Kemarin, susunan struktur sudah selesai,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok di Jakarta, Senin (12/10/2009).
    (more…)

  • Pengamat: SBY Akan Buat Skema Korporatisme Politik

    Liputan6.com, Yogyakarta: Arie Sujito, pemerhati masalah sosial politik asal Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkirakan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY akan membuat skema korporatisme politik dalam kabinetnya. “…Skema korporatisme antara Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Golkar,” kata Arie di Yogyakarta, Ahad (11/10).

    Menurut dia, komposisi kabinet kemungkinan proporsional antara partai politik (parpol) dan kalangan profesional. Hanya saja, kekuasaan dikelola dan disangga koalisi tiga parpol besar dengan arah yang sama. “Dengan skema tersebut maka jelas tidak akan ada oposisi efektif, sementara parpol-parpol kecil hanya menjadi penggembira sirkuit politik,” kata Arie, seperti dikutip ANTARA.
    (more…)

  • Banteng Beringin Biru

    KOMPAS.com – Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, 21 September 2009, berjudul lndonesian Tycoon Eyes Presidency in 2014, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan tekad mengikuti Pemilu Presiden 2014. Saat itu Ical sudah optimistis mampu merebut kursi ketua umum Golkar mengalahkan rivalnya, Surya Paloh dan Tommy Soeharto. Namun, ia menegaskan pula tidak akan bergabung sebagai menteri kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
    (more…)

  • Terlalu Dekat dengan SBY, Ical Sulit Lakukan Gebrakan Politik

    JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menjanjikan akan membawa Partai Golkar menjadi kendaraan politik untuk kesejahteraan rakyat selama masa kepemimpinannya. Hal itu diutarakannya seusai terpilih sebagai ketua umum 2009-2015 pada 8 Oktober lalu. Bagi Ical, oposisi atau koalisi tak bisa diimplementasikan dengan kaku. Meski berada di pemerintahan, ia menjanjikan Partai Golkar akan tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat.
    (more…)