siwah.com

Tag: 2012

  • Keriuhan Elit Bakal Warnai 2012

    INILAH.COM, Jakarta – Eskalasi pertarungan politik diprediksi akan semakin memanas di 2012. Pertarungan terjadi di dalam tubuh koalisi, bukan lagi semata dari kelompok oposisi.

    Prediksi Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politiik LIPI, menyebutkan bahwa di 2012 akan menjadi sangat menarik karena ada pertarungan di dalam tubuh koalisi, bukan dari oposisi. Termasuk antara politisi di dalam partai sendiri.

    Di luar medan politik elite, kasus Mesuji, Papua dan Bima menambah rumitnya masalah. Kasus Century yang sudah lama tak kunjung usai, juga makin meruwetkan masalah pula.

    Pada 2012, kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal digerogoti partai politik yang saat ini menjadi koalisi pendukung pemerintahannya. Yudhoyono akan menghadapi leadership challenge alias tantangan terhadap kepemimpinannya. Bila gagal menghadapi leadership challenge ini, Presiden Yudhoyono bisa berhenti di tengah jalan, sebelum periode jabatannya habis tahun 2014.

    Profesor riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini mengungkapkan, tahun depan bisa menjadi saat yang tepat bagi semua partai politik untuk menanamkan investasinya, menggaet calon pemilih dalam pemilu 2014. Langkah partai politik, tak terkecuali anggota partai koalisi pendukung pemerintah, menurut Ikrar bisa sangat berlawanan dengan penguasa. Terlebih ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah sangat tinggi.

    “Pada 2012 akan ada leadership challenge, karena semua partai politik bakal berebut simpati rakyat guna mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2014. Kepemimpinan Yudhoyono akan menghadapi tantangan, termasuk dari partai politik anggota koalisi,” ungkap Ikrar.

    Di sini partai politik anggota koalisi bisa sangat menentang kebijakan pemerintah jika pada akhirnya publik menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan mereka. Ikrar menyebutkan, dua partai politik anggota koalisi yang selama ini sangat kritis terhadap pemerintah, yakni Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akan tetap mempertahankan sikap kritis mereka di 2012.

    Bahkan ada kemungkinan leadership challenge yang berujung pada pergantian kepemimpinan nasional bakal dimotori Partai Golkar. “PKS tentu akan ikut, tetapi leadership challenge ini sangat tergantung dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Jika tak ada leadership challenge dari dia, maka dipastikan tak akan terganggu kepemimpinan Presiden Yudhoyono. PKS kan tak mungkin bermain sendirian,” kata Ikrar.

    Ketegangan antarelite kian menyulitkan SBY Boediono dalam bergerak menjalankan roda pemerintahan, dan tentu saja, nasib rakyat yang menjadi taruhan. Demokrasi liberal yang sengkarut dan penuh korup makin dirasakan rakyat hanya jadi beban kehidupan. [mdr]

    Source : Inilah.com

  • Tahun Depan Suhu Politik Dipastikan Memanas

    JAKARTA–MICOM: Politisi dan pengamat memperkirakan konflik politik dan hukum masih akan masih akan terjadi dengan kondisinya akan lebih memanas pada 2012.

    Perkiraan tersebut merupakan salah satu hal yang mengemuka pada diskusi “Meneropong Kondisi Politik Hukum 2012” yang diselenggarakan Indonesia Political Institute (IPI) di Jakarta, Selasa (20/12).

    Tampil sebagai pembicara pada diskusi tersebut, pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin, serta Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nasional Wahyuni Refi.

    Menurut Wahyuni Refi, konflik politik dan hukum masih akan terjadi pada 2012 karena adanya saling sandera dari kekuatan politik yang ada, sehingga sejumlah persoalan hukum yang besar tidak terselesaikan.

    Adanya saling sandera antara kekuatan politik, kata dia, sulit mencari alasan politik hukum pada 2012 akan kondusif. “Padahal, antara politik dan hukum seharusnya adalah dua hal yang terpisah,” ucapnya.

    Namun dua hal itu, kata dia, menjadi bias karena adanya intervensi politik pada persoalan hukum, sehingga supremasi hukum sulit ditegakkan secara adil dan tegas.

    Menurut dia, keterlibatan elit politik pada sutau persoalan hukum membuat kasus hukum tersebut menjadi sulit terselesaikan dan berdampak menimbulkan kegaduhan politik. “Padahal, Indonesia adalah negara hukum yang seharusnya supremasi hukum ditegakkan sesuai dengan prosuder yang berlaku,” ujarnya.

    Sementara itu, pengamat politik dari LSI, Burhanuddin Muhtadi memprediksi, pada 2012 situasi politik akan lebih memanas yang merupakan imbas dari politik saling menyandera.

    Burhaninuddin memperkirakan, kondisi politik yang saling menyandera ini akan terus berkelanjutan hingga 2014.  “Tarik menarik kepentingan elit politik akan terus terjadi dari tahun ke tahun, apalagi hal ini dibumbui oleh pertarungan kepentingan politik,” tuturnya. (Ant/OL-04)

    Source : Media Indonesia

  • Obama Siapkan Program Ekonomi Baru

    Atkinson, Rabu – Presiden Amerika Serikat Barack Obama tengah menyiapkan rencana ekonomi untuk membangkitkan kembali ekonomi AS. Program untuk menjawab kekhawatiran masyarakat soal tingginya angka pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lambat itu akan disampaikan saat Kongres AS kembali bersidang, September.

    Pejabat Gedung Putih, Rabu (17/8), mengumumkan, proposal itu termasuk paket pemotongan pajak, pembangunan infrastruktur, dan bantuan bagi jutaan warga AS yang kehilangan pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir.

    Untuk mewujudkan program itu, Obama meminta komite khusus di Kongres memutuskan penghematan anggaran lebih besar dari 1,5 juta dollar AS yang ditargetkan pada 23 November. Sebagian penghematan itu yang digunakan untuk membiayai programnya.

    ”Saat Kongres kembali bersidang pada September, argumen dasar saya adalah kami tak bisa memilih antara kebijakan fiskal dan lowongan pekerjaan serta pertumbuhan di sisi lain. Kami harus melakukan kedua-duanya sekaligus,” kata Obama dalam pertemuan dengan pendukungnya di Atkinson, Illinois.

    Rencana tersebut belum diungkap dalam perjalanan Obama ke Minnesota dan Iowa sebelumnya. Selama kunjungan itu, Obama banyak mendapat pertanyaan soal pengangguran dan merosotnya ekonomi.

    Karena itu, Obama juga meminta rakyat mendukung anggota Kongres untuk mencapai kesepakatan dengannya. ”Jika Anda yang mendesak, suara Anda akan lebih didengar daripada saya. Bagaimanapun, Anda yang menempatkan mereka di sana, bukan?” ujar Obama.

    Program ini akan disampaikan pada September setelah masa libur Hari Buruh yang jatuh pada 5 September. Obama sendiri seusai kunjungan tiga hari ke tiga negara bagian itu langsung kembali ke Washington, dan akan berlibur selama 10 hari bersama keluarganya ke Martha’s Vineyard.

    Obama berjuang mengegolkan program ini di tengah popularitasnya yang menurun. Jajak pendapat Gallup yang dipublikasikan pada Rabu memperlihatkan, hanya 26 persen rakyat AS yang setuju dengan Obama menangani ekonomi AS. Jumlah ini turun 11 persen sejak pertengahan Mei.

    Rencana ini langsung ditentang Partai Republik. Mereka menegaskan kembali posisi Republik terhadap kenaikan pajak dan stimulus ekonomi. ”Berhenti berutang, kurangi pengeluaran. Berhentilah berusaha menaikkan pajak,” kata pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell.

    ”Terlalu sedikit dan terlambat. Namun, kami mengapresiasi fakta dia menyediakan waktunya untuk bekerja, tak hanya bepergian dengan bus, lalu berlibur ke Martha’s Vineyard,” ujar kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, menyindir Obama. (AP/Reuters/was)

    Source : Kompas.com