Minimnya Keteladanan dari Elite Menjadi Persoalan
JAKARTA, KOMPAS — Gerakan kerelawanan politik jadi oase di tengah kelelahan menghadapi struktur kehidupan politik yang kaku, pengap, dan dipenuhi kepentingan kelompok. Kini, gerakan kerelawanan jadi faktor penting untuk merekatkan kembali rasa peduli dan saling tolong antarindividu.
Sejarawan dari majalah Historia, Hendri Isnaeni, mengatakan semangat yang muncul saat terbentuknya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 untuk membangun kecerdasan bangsa dan juga saat perjuangan kemerdekaan tidak berbeda jauh dengan semangat kerelawanan yang tumbuh belakangan ini. “Semangat ini harus terus ditumbuhkan karena justru dari kemunculan kerelawanan-kerelawanan itu tumbuh harapan,” kata Hendri, Kamis (19/5) di Jakarta.
Gerakan kerelawanan, lanjut Hendri, saat ini punya peran besar dalam membantu menyelesaikan persoalan bangsa. Pasalnya, kerelawanan tidak hanya akan menjadi alat kontrol yang efektif. Namun juga penyeimbang elite negara yang terkadang hanya bergerak atas kepentingan kelompoknya sekaligus solusi atas keterbatasan negara memenuhi tanggung jawabnya kepada rakyat.
(more…)