siwah.com

Tag: china

  • Parpol Ingin Berdayakan Masyarakat

    Nanning, Kompas – Partai politik pasti berkeinginan memberdayakan masyarakat dan mendorong rakyat bisa menikmati hasil pembangunan karena parpol dibentuk sesungguhnya untuk kepentingan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di Indonesia, keinginan memberdayakan masyarakat itu, dan sebagian sudah dilakukan parpol dengan beragam program, tetap harus dilakukan dengan terus menumbuhkan demokrasi.

    Demikian benang merah yang dapat ditarik dari paparan berbagi pengalaman empat parpol di Indonesia dalam Konferensi Khusus yang diadakan International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Nanning, China. Wartawan Kompas, Tri Agung Kristanto, dari Nanning, melaporkan, konferensi yang diadakan bersama Partai Komunis China (PKC) itu berakhir pada Selasa (6/9), setelah berlangsung selama empat hari.

    Pembicara dari empat parpol di Indonesia adalah Ketua Bidang Usaha Kecil dan Koperasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Mindo Sianipar, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Budiyanto, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Golkar Iris Indira Murti, dan Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat M Ikhsan Modjo.

    Konferensi ICAPP diikuti sekitar 150 orang, yang mewakili parpol dari 25 negara di Asia dan Oceania, seperti dari Australia, Nepal, Thailand, Pakistan, dan India. Tema konferensi adalah ”Pembangunan dan Akses Masyarakat: Penyebaran Hasil Pembangunan pada Rakyat”.

    Budiyanto mengatakan, PKS sebagai parpol yang turut serta dalam pemerintahan di Indonesia tentu ingin mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap hasil pembangunan. PKS mempunyai sejumlah program pemberdayaan masyarakat itu.

    Namun, kata Budiyanto, peningkatan kesejahteraan rakyat itu bisa tercapai kalau ada penguatan terhadap demokrasi, pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, dan memberikan akses yang lebih baik lagi pada rakyat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

    Iris Indira Murti mengingatkan, fungsi parpol yang esensial adalah sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah. Fungsi ini berjalan dengan baik jika tergambarkan dalam upaya partai untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memajukan demokrasi.

    Ikhsan Modjo menilai, arah pembangunan di Indonesia sudah benar. Agar hasil pembangunan itu dapat dirasakan rakyat secara adil dan merata, harus ada penguatan demokrasi yang produktif. Maksudnya adalah dengan dibukanya isolasi rakyat terhadap kebijakan ekonomi, penajaman visi kepemimpinan nasional, dan penguatan keilmuan masyarakat.

    Dalam sesi diskusi yang terpisah, Mindo Sianipar lebih memaparkan upaya PDI-P dalam memberdayakan masyarakat secara nyata. Hal itu, antara lain, dilakukan dengan penguatan usaha kecil dan koperasi.

    Source : Kompas.com

  • Pembangunan Butuh Kerja Sama Parpol

    Nanning, Kompas – Asia kini menjadi pemimpin dan penentu perkembangan perekonomian dunia. Namun, untuk terus menumbuhkan perekonomian dan pembangunan di Asia, yang pada gilirannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, negara-negara di Asia, terutama melalui partai politiknya, harus saling bekerja sama dan mendukung.

    Pesan itu disampaikan Wakil Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bang Ki-Moon, dan Pendiri International Conference of Asia Political Parties (ICAPP) Jose De Venecia Jr, dalam pembukaan resmi Konferensi Khusus ICAPP di Nanning, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas Tri Agung Kristanto, Minggu (4/9) malam. Konferensi itu bertemakan ”Pembangunan dan Akses Masyarakat: Penyebaran Buah Pembangunan pada Rakyat”, dan diikuti lebih dari 150 peserta, perwakilan partai politik dari 25 negara, termasuk Indonesia.

    Pembukaan dilakukan oleh Ketua Departemen Luar Negeri Pengurus Pusat Partai Komunis China (PKC) Wang Jiarui yang membacakan sambutan Wapres China. Bang Ki-moon menyampaikan pidato melalui video.

    Xi Jinping menjelaskan, tahun ini PKC merayakan ulang tahun yang ke-90. Selama sembilan dekade membangun China, tentu saja banyak persoalan yang dihadapi. Belum seluruh persoalan itu selesai. Namun, buah-buah pembangunan itu mulai dirasakan sebagian besar rakyat China. Apalagi, kini China menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia.

    Menurut Jinping, peranan parpol untuk memeratakan hasil pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat sangat penting.

    Bang Ki-Moon dalam pesannya, menyebutkan, Asia dan Pasifik kini menjadi pemimpin perekonomian dunia. Namun, keberhasilan itu juga harus diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, negara-negara di Asia dan Pasifik harus meningkatkan kerja samanya, terutama jika ingin tetap menjadi pemimpin perekonomian dunia. Apalagi, penduduk terbesar di dunia adalah Asia dan Pasifik.

    Jose de Venecia menambahkan, parpol di Asia, baik yang berkuasa atau oposisi, tetap perlu bekerja sama untuk terus memberikan hasil pembangunan kepada rakyat. Pada gilirannya, pemerataan hasil pembangunan ini, yang kini juga menjadi perhatian ICAPP, akan mampu menyejahterakan rakyat. ICAPP juga peduli untuk menekan konflik antaretnis atau antarbangsa, yang juga bisa menghambat penyebaran hasil pembangunan.

    Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Wakil Presiden Laos Bounnhang Vorachith, dan Wakil Perdana Menteri Kamboja Sok An menyampaikan sambutan pula dalam pembukaan Konferensi ICAPP itu.

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Raja Mesin Pencari Internet di China

    the king of china search engine

    ”Misi kami adalah memberikan cara-cara terbaik bagi orang banyak untuk mendapatkan informasi. Untuk melakukan ini, kami terlebih dahulu mendengarkan dengan cermat setiap kebutuhan dan keinginan para pengguna.”

    Pendiri, pemilik, dan CEO Baidu Inc, Robin Li Yanhong, mengucapkan hal itu dengan keyakinan dan percaya diri. Dia telah membuktikannya melalui Baidu, mesin pencari internet nomor satu di China yang kini melesat ke tiga besar dunia setelah Google dan Yahoo.

    Keingintahuan, inovasi, kreativitas, dan kerja keras telah mengantarnya menjadi orang kaya baru di Negeri Tirai Bambu. Majalah Forbes edisi terbaru, pekan lalu, bahkan memasukkan Robin Li sebagai satu dari dua orang terkaya China selain Zong Qinghou, pengusaha minuman ringan.

    Li telah masuk dalam deretan orang kaya di dunia. Dia berada dalam satu rentang daftar orang kaya bersama dengan pendiri Google, mesin pencari internet terbesar di dunia saat ini, Sergey Brin dan Larry Page.

    Kekayaan Li naik hampir tiga kali lipat atau 281 persen menjadi 7,2 miliar dollar AS tahun lalu. Kekayaan itu mendongkraknya naik ke urutan kedua dari sebelumnya di urutan ke-14 daftar orang kaya China. Setelah Google hengkang dari China, Baidu kian kinclong. Keuntungan bersih Baidu naik 112,4 persen per tahun.

    Saham Baidu sejak Januari 2005 hingga Juni 2006 melonjak melampaui 50 persen. Pada 2008, sahamnya naik menjadi 62 persen, lalu meroket menjadi 76 persen pada 2009. Mulai Desember 2007, Baidu menjadi perusahaan China pertama dalam indeks Nasdaq-100.

    Berkat kegigihan Li, Baidu terus memperoleh pangsa pasar di China, terutama lagi karena adanya dukungan dari pemerintah. Pada kuartal ketiga tahun 2010, Baidu menguasai pangsa pasar internet sekitar 73 persen, menyisihkan Yahoo dan Google yang telah tutup untuk pasar domestik China.

    Bermula dari ”kebetulan”

    Evolusi Baidu, dan perjalanan Li sebagai pengusaha, merupakan contoh keberhasilan di bidang bisnis serta keuletan dan ketabahan seorang pengusaha. China memiliki penduduk 1,3 miliar. Robin Li tahu benar potensi pasar dalam negeri China. Saat ini ada 420 juta pengguna internet di China, atau sekitar sepertiga total penduduknya, dan 70 persen di antaranya adalah para pengunjung Baidu.

    Total populasi pengguna internet itu merupakan peluang besar, menjadi saingan AS. Apalagi China telah menjadi raksasa ekonomi dunia yang bertumbuh paling cepat. Model Baidu yang dikembangkan Li bekerja superbaik tanpa masalah berarti dan loyal pada kebutuhan pengguna.

    Prestasi bisnis Li bermula dari ”kebetulan” pada musim panas tahun 1998 di Silicon Valley, Amerika Serikat. Saat itu Eric Xu, seorang ahli biokimia, memperkenalkan rekannya yang pemalu, Robin Li, kepada John Wu yang kemudian menjadi ketua tim mesin pencari Yahoo.

    Li, yang ketika itu masih berusia 30 tahun, sedang frustrasi. Dia hanya seorang anggota staf di Infoseek, sebuah mesin pencari internet milik Disney. Komitmen Disney untuk mengembangkan Infoseek lambat laun terus memudar dan hal itu membuat Li frustrasi hingga ia terdorong untuk menemukan caranya sendiri.

    Setahun setelah piknik ke Silicon Valley, pada 1999, Li bersama Eric Xu lalu mendirikan perusahaan pencari bernama Baidu. Kini, Baidu telah mempunyai nilai pasar sekitar 3 miliar dollar AS, menjadi empat besar website dunia yang paling diminati pengguna internet.

    Nama Baidu terinspirasi oleh sebuah puisi yang ditulis lebih dari 800 tahun silam di China, tepatnya pada masa Dinasti Song yang berkuasa tahun 960-1279 Masehi.

    Baidu, secara literal berarti ”ratusan kali”, mempresentasikan sebuah ”pencarian yang gigih terhadap apa yang dicita-citakan”. Baidu adalah puncak dari pencarian tiada henti, kerja keras, dan ketabahan dari seorang yang frustrasi menjadi sukses mengubah hidup serta menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Dialah Robin Li.

    Untuk meningkatkan pengalaman para pengguna, Li terus melakukan perbaikan produk dan layanannya. ”Sebagai contoh, kami memperkenalkan ’fonetik’ atau ’pin-yin’ pencarian yang memungkinkan para pengguna untuk mengetik kata kunci dalam bahasa China menggunakan abjad Inggris,” katanya.

    Li berasal dari Yangquan, kota miskin di Provinsi Shanxi, barat daya Beijing. Anak keempat dari lima bersaudara itu dibesarkan dalam suasana revolusi budaya China yang brutal.

    Sekalipun penindasan mengepungnya, ia fokus pada minatnya sebagai pengoleksi prangko. Ia terlibat pertunjukan opera tradisional dan kegiatan lainnya hingga akhirnya terjun ke dunia komputer.

    Li cukup cerdas ketika masuk perguruan tinggi paling bergengsi di China, Universitas Peking. Dia mengambil jurusan ilmu perpustakaan dan berkecimpung dalam ilmu komputer. Ia mendapat Bachelor of Science (BSc) dalam Informasi Manajemen (1991).

    Setelah lulus, Li meninggalkan tanah airnya yang sedang kacau menyusul peristiwa Lapangan Tiananmen. Dia hijrah ke AS untuk belajar komputer. ”Saya mengirimkan lebih dari 20 surat lamaran,” katanya.

    Dia kemudian diterima di State University of New York, Buffalo. Setelah meraih gelar Master of Science (MSc) dalam Ilmu Komputer (1994) dan langsung bergabung dengan New Jersey Dow Jones & Company, Li mengembangkan program perangkat lunak untuk edisi online The Wall Sreet Journal.

    Selama di AS dia terus mengikuti perkembangan teknologi di Silicon Valley. Terobosan mengejutkan muncul pada 1996 ketika Li berhasil mengembangkan mekanisme pencarian yang disebutnya link analysis.

    Li lalu bekerja sebagai staf Infoseek, pelopor internet perusahaan mesin pencari (1997-1999). Dia juga menjadi konsultan senior untuk IDD Information Service (1994-1997). Saat di Infoseek itulah dia merasa frustrasi.

    ”Lalu lintas Baidu terus meningkat. Kami sekarang menjadi mesin pencari nomor satu di China,” kata Li bangga.

    (NEW YORK TIMES/AFP/AP)

    Source: Kompas.com