siwah.com

Tag: facebook

  • Please ‘like’ me: why Facebook might be the key to success in the 2016 election

    Another big week in federal politics is underway, with the budget announced on Tuesday. Then, possibly this weekend, Prime Minister Malcolm Turnbull will formally call a double-dissolution election for July 2.

    While it is true that the official campaign does not begin until the governor-general issues the election writs, the mechanics of parties’ campaigns began months, even years, ago.

    Political party operatives, staffers of politicians, and political organisations such as GetUp are flooding voters’ inboxes with emails about issues they want etched in voters’ minds by polling day.
    (more…)

  • 2010, Facebook Nyaris Menguasai Dunia

    the founder facebook

    VIVAnews – Juni 2009, ada 17 media sosial bertebaran di seluruh dunia. Facebook adalah salah satu yang terbesar, namun belum mendominasi. Desember 2010, beberapa media sosial bertumbangan dikalahkan Facebook.

    Adalah Vincenzo Cosenza yang melakukan penelusuran popularitas media sosial sejak Juni 2009 sampai Desember 2010. Dengan memakai Alexa dan Google Trends, Cosenza menemukan Facebook telah nyaris menguasai dunia.

    Seperti dilansir Mashable, Facebook pada Juni 2009 mendominasi media sosial di Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Desember ini, Facebook telah mengalahkan Orkut di India dan juga beberapa negara di Amerika Latin.

    Friendster yang pada Juni 2009 masih dominan di Filipina juga digerus Facebook. Kemudian Hi5 yang populer di Thailand dan Portugal juga akhirnya dikalahkan Facebook.

    Namun, sejumlah media sosial selain Facebook masih dominan di beberapa negara. Di Rusia, pemain utama adalah V. Kontakte. Orkut juga masih kuat di Brasil. Sementara China dengan QZone. Cosenza menghitung, ada 10 media sosial lain yang belum dikalahkan Facebook di sejumlah negara.

    Lebih jauh, lihat peta perbandingan Juni 2009 dan Desember 2010

    Source: vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Email Facebook Diluncurkan Hari Ini

    HAI fans Facebook. Ada rumor yang menyatakan Anda akan mendapatkan alamat email yang diakhiri dengan @facebook.com.

    Layanan email ini diperkirakan bisa dinikmati paling cepat hari ini Senin (15/11), demikian seperti dikutip dari PcWorld.

    Layanan surat elektronik besutan Facebook mungkin membuat ngeri raksasa pencari data Google yang sebelumnya memblok akses pengguna akun Gmail di Facebook.

    Dengan adanya layanan ini, data pengguna akan jatuh di bawah kendali jaringan sosial terbesar di dunia itu. Layanan dikabarkan tidak hanya berupa versi update dari inbox Facebook yang ada saat ini. Namun layanan email barunya dipastikan akan bersaing dengan layanan lain seperti Gmail dan Hotmail.

    Proyek pembuatan email yang bertajuk Project Titan itu rencananya diumumkan dalam acara Web 2.0 Summit di San Francisco, hari ini.

    Rumor adanya layanan email Facebook sebenarnya muncul sejak Februari lalu. Pengguna Facebook secara otomatis langsung terkoneksi dengan email personal your@facebook.com.

    Jika benar diluncurkan hari ini, email facebook langsung menyalip para raksasa pemilik layanan email. Di antaranya hotmail yang punya 361 juta pengguna, Yahoomail yang memiliki 273 juta pengguna dan Gmail yang punya 193 juta pengguna. (OL-9)

    Source: Mediaindonesia.com

  • Mengapa Facebook Tidak Bangun Data Center di Indonesia?

    Saat ini, dengan jumlah lebih dari 400 juta Facebookers aktif di dunia, 25 persen di antaranya mengakses melalui telepon seluler. Angka ini dua kali lebih aktif dari akses melalui komputer personal/laptop. Di sisi lain, lebih dari 100 operator telekomunikasi di 60 negara di dunia, telah mempromosikan mobile Facebook untuk layanan mereka.

    Berdasarkan riset kami, Indonesia adalah negara urutan ke-3 ditinjau dari keaktifan Facebooker-nya. Saat ini, lebih dari 47 persen pengguna internet di dalam negeri mengakses situs tersebut. Jumlah Facebooker aktif di Indonesia mencapai 18,9 juta, dengan trafik menempati posisi ke-8 dunia.

    Melihat potensi pasar yang demikian dahsyat, secara ekonomi, sudah seharusnya situs jejaring sosial terbesar ini mendekati pelanggan agar respon lebih cepat dirasakan. Pendekatan ini juga berarti berbagi rejeki dengan daerah-daerah lokal di mana pelanggan berada.

    Pertanyaannya kemudian, dengan jumlah pelanggan sebanyak ini, mengapa Facebook tidak meletakkan data center atau kolokasi (collocation) di Indonesia? Ada apa gerangan? Ini tentu amat merugikan bagi Indonesia; yakni, hilangnya kue bisnis, dan kedua, kebutuhan bandwidth koneksi internet internasional terus meningkat.

    Coba mari kita hitung bersama. Saat ini, dengan jumlah “ummat” begitu besar, Facebook dikabarkan mempunyai 60 ribu web server, dengan pengeluaran mendekati Rp 500 miliar di tahun 2010 guna biaya sewa.  Jika kita anggap setiap user aktif mempunyai space yang sama, berarti tiap user mendapat alokasi biaya sewa data center sebesar Rp 1.250 per tahun. Jika demikian, jatah sewa data center untuk Facebooker Indonesia adalah sebesar Rp 23,6 miliar per tahun!

    Itu baru satu situs. Belum dengan Twitter, Friendster, BlackBerry, Yahoo, Google, dll.
    Rumor menyebutkan Facebook meletakkan data center-nya di Singapura.  Tentu, di samping situs buatan Mark Zuckerberg ini, top internet site lainnya melakukan duplikasi data di negeri jiran ini. Otomatis, ini mendorong ketertarikan semua industri global untuk collocation di sana. Maka, betapa untungnya Singapura dan betapa ruginya Indonesia.

    Ada empat dugaan mengapa Singapura lebih dipilih ketimbang Indonesia untuk hunian data center. Pertama, national security-safety. Harus diakui, tingkat keamanan dan iklim investasi di negeri ini belum setinggi negara tetangga kita.

    Kedua, kualitas data center di Indonesia masih tertinggal, baik dari sisi konfigurasi bangunan maupun manajemen operasi. Inilah yang sebenarnya menjadi faktor kunci.

    Data Sharing Vision menunjukkan kebutuhan data center oleh industri global rata-rata tier-3. Maksudnya data center dengan segala infrastruktur pendukungnya mempunyai redundansi sebanyak (N+1), sehingga jika data center membutuhkan 2 cooling system dalam operasinya, maka data center tersebut akan mempunyai 3 cooling system. Disamping itu, tier-3 mempunyai multiple path untuk distribusi power dan cooling meski hanya satu saluran yang aktif. Ini membuat proses perawatan dapat dilakukan tanpa mengganggu operasional. Dengan ketentuan di atas, tier-3 mempunyai availability sebesar 99,96 persen atau hanya 1,6 jam waktu down yang diperbolehkan selama satu tahun.

    Guna melihat seperti apa data center kelas dunia, sangat penting bagi kita untuk belajar dan melakukan studi banding langsung ke data center paling top di dunia. Itulah yang melandasi Sharing Vision melakukan workshop Visiting World Class Data Center di Singapura pada 2-3 Desember mendatang.

    Ketiga, belum jelasnya konsep pemasaran negara dan strategi pemasaran industri teknologi informasi nasional. Menurut data www.datacentermap.com, tercatat ada 9 data center di Indonesia yang dikomersialkan. Konon, dari 9 data center tersebut ada yang telah mendekati tier-3, namun cara pemasarannya ke industri global belum terdengar jelas.

    Ini patut disayangkan, perhitungan Sharing Vision menunjukkan pasar layanan data center di Indonesia pada tahun 2011 mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Sebab, kian banyak perusahaan di Indonesia yang sadar pentingnya data center dan data recovery center dengan infrastruktur memadai.

    Keempat, ketidakpastian regulasi. Ini bisa kita lihat dari perbandingan implementasi WiMax di Indonesia dengan keberanian pemblokiran layanan BlackBerry di Arab Saudi, misalnya. Empat faktor inilah yang membuat Facebook dkk masih memilih Singapura sebagai tempat kolokasi, meski pengguna di Indonesia jauh lebih besar.

    Ironis, memang. Dengan demikian, jelas adanya pesan tulisan ini, “Mari tingkatkan pengelolaan dan kualitas data center nasional seraya meningkatkan pasar data center nasional, agar tercipta keseimbangan aliran bandwidth dalam dan luar negeri yang akan menyejahterakan Indonesia!”

    Penulis, Dimitri Mahayana, adalah pendiri sekaligus chief lembaga riset telekomunikasi dan informasi berbasis di Bandung, Sharing Vision, dan Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB.

    Source: kompas.com

  • Awas, Virus McDonald di Facebook!

    JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna Facebook di Indonesia hari ini dihebohkan undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Banyak macam judulnya, ada “The Truth Behind McDonald” dan “Shocking McDonald Video”. Tetapi, bukannya dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox.

    Hati-hati karena semua itu hanyalah trik orang yang iseng untuk memanfaatkan akun Facebook Anda. Inilah bentuk virus baru di Facebook untuk mencuri data pribadi penggunanya. Jika pelakunya jahat, maka bukan tidak mungkin akun Anda dipakai untuk bermacam penipuan lewat Facebook.
    (more…)