siwah.com

Tag: ical

  • Dinilai Marketing Politik: “Dompleng Ibas Mendongkrak Ical Itu Keliru”

    INILAH.COM, Jakarta – Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin membantah masuknya nama Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas hanya sebagai marketing politik untuk menaikan simpati publik terhadap Capres Aburizal Bakrie alias Ical.

    “Saya kira untuk dikatakan mendompleng itu tidak benar, siapa mendompleng siapa. Kami juga heran apa yang kami inisiasi ini mendapat respon negatif. Sesungguhnya yang kami usulkan positif, tapi kalau negatif saya tidak tahu,” ujar Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Selasa (3/7/2012).

    Menurut dia, Partai Golkar memiliki kriteria tersendiri untuk kandidat cawapres pendamping Ical. Salah satunya mencakup generasi muda yang menjadi sorotan saat ini.

    Masuk atau tidak nama Ibas dalam bursa cawapres pendamping Ical, Partai Golkar sudah memiliki basis massa tersendiri. Sehingga tidak perlu sosok lain yang dijadikan pendompleng elektabilitas Ical dan Golkar.

    “Kriteria lainnya dia bisa bekerja dan melengkapi pak Ical dari unsur mana. Kalau sekarang kami dianggap mendompleng itu keliru sekali, tidak seperti itu pun Golkar sudah punya nama. Terlalu berlebihan kalau kami mendompleng justru kami ingin tahu persepsi masyarakat bagaimana jika dua orang ini dipasangkan,” ungkapnya.

    Nurul menambahkan, Partai Golkar tidak memaksakan kehendaknya untuk meminang Ibas sebagai cawapres. Sebab, keputusan sepenuhnya ada ditangan Partai Demokrat sebagai partai tempat Ibas bernaung.

    “Ini juga semua tergantung Demokrat, apa Demokrat mau bekoalisi dengan Golkar. Kami lihat selama ini yang mau berkoalisi adalah yang punya ideologi politik yang sama,” imbuhnya.

    Golkar memahami jika saat ini Partai Demokrat masih bersikukuh ingin memajukan capresnya di 2014. Namun itu tergantung perkembangan politik nanti. “Kalau Partai Demokrat elektabilitas meningkat, saya kira tidak mustahil juga kalau Demokrat menginginkan posisi no 1. Politik ituday by day lah bisa berubah,” tandasnya.

    Penilaian tentang marketing politik Ical datang dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie, Senin (2/7/2012). Menurut Marzuki, masuknya nama Ibas sebagai kandidat cawapres Ical adalah sesuatu yang wajar.

    Langkah Ical yang menggaet beberapa nama untuk menjadi cawapresnya adalah strategi marketing untuk bisa bertarung di 2014. “Biasa-biasa saja. Tidak perlu dipandang. Itu strategi marketing saja. Misalnya, saya mencalonkan diri, pasangan saya banyak,” ujar Marzuki.

    Menurut dia, Ical merupakan orang yang pintar dalam strategi marketing karena latar belakangnya sebagai pengusaha. Sehingga wajar beberapa nama penting seperti Ibas, Mahfud MD, Khofifah, Pramono Edhie, dan Sri Sultan masuk dalan radar cawapresnya. [yeh]

    Source : inilah.com

  • Akbar: Ical-Dahlan Iskan, Nanti Dulu

    VIVAnews – Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Akbar Tandjung, menilai masih terlalu dini untuk menyebut nama Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan sebagai calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Masih butuh waktu untuk menilai Dahlan Iskan.

    “Saya kira terlalu cepat menilai seorang menteri itu dikatakan berhasil,” kata Akbar Tanjung usai menghadiri acara ‘Mengenang Humor Gus Dur’ di kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Selasa dini hari 3 Januari 2012.

    Menurut Akbar, sekalipun Dahlan Iskan sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya sebagai menteri, penilaian keberhasilannya belum bisa dinilai sekarang. “Untuk dikatakan sudah berhasil tentu butuh waktu,” ujar mantan Ketua DPR ini.

    Akbar menegaskan, Golkar sendiri belum ada pembicaraan internal untuk mencari pasangan Aburizal Bakrie. Tetapi analisa nama-nama yang akan digandeng dengan Aburizal sudah dilakukan.

    “Itu sudah ada dan itu bisa saja. Tapi belum ada pembicaraan resmi dari Golkar,” ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar ini. Golkar saat ini masih fokus pada konsolidasi daerah berdasarkan amanat Musyawaran Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional.

    “Golkar fokus mempersiapkan menghadapi pemilu legislatif 2014, agar bisa meraih suara sebagaimana diamanatkan Rapimnas, yakni 30 persen suara,” kata Akbar.

    Nama Dahlan Iskan semakin populer setelah menjadi Dirut PLN. Bahkan setelah menjadi Menteri Negara BUMN, Dahlan kerap melakukan kegiatan yang nyaris tak pernah dilakukan anggota kabinet lainnya, seperti mendadak naik kereta listrik. (ren)

    Source : Vivanews.com

  • Ical: Idealnya Cukup 4 atau 5 Partai Saja

    VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, setuju bahwa ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diperbesar agar partai yang ada di parlemen menjadi sederhana dan membuat pemerintahan lebih efektif.

    “Sebaiknya empat atau lima partai saja yang ada di parlemen,” kata Aburizal, di Hotel Mandarin Oriental, Kuala Lumpur, Malaysia.

    Aburizal mencontohkan, di negara maju penyederhanaan partai sudah lama berjalan. Politisi yang biasa disapa Ical ini mengambil contoh, di Amerika Serikat misalnya, hanya memiliki dua partai.

    Nantinya, kata dia, partai yang tidak lolos suaranya akan diwakili atau digabung dengan partai yang ada. Hal tersebut lebih efektif dibandingkan dengan dengan banyak kelompok di parlemen. Karena itu Gokar mendukung gagasan ini.  “Golkar, PDIP, dan Demokrat, satu suara untuk tiga sampai lima persen PT,” kata Ical.

    Mengenai partai dalam Sekretariat Gabungan yang berbeda suara, menurut Ical, itu wajar saja. Hal itu nanti akan dibicarakan dalam rapat Setgab. “Di Setgab belum dibicarakan, nantinya akan didengarkan pendapat masing-masing,” kata Ical.

    Seperti diketahui, pembahasan revisi Undang-undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, kabupaten/kota semakin alot. Penentuan angka ambang batas parlemen masih menjadi tarik ulur.

    Angka kompromi 3 persen yang sempat mengerucut dalam pembahasan di Badan Legislasi kembali dipermasalahkan. Golkar dan PDIP bersikukuh pada posisi 5 persen. Demokrat dan PKS memilih angka 4 persen. Sisanya, mempertahankan angka pada Pemilu 2009 lalu yakni 2,5 persen.

    Laporan: Dian Widyanarko l Kuala Lumpur

    Source : Vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.