siwah.com

Tag: kuota 30% perempuan

  • Menyoal Peran Politik Perempuan

    Perempuan Aceh sejak dulu terlibat aktif dalam melawan penjajah. Mereka pengambil keputusan dan terlibat aktif merancang kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kini, peran itu semakin kecil. Mengapa demikian?

    WANITA paruh baya itu sibuk di ruang kerjanya di lantai satu, gedung DPR Kabupaten Aceh Utara. Mengenakan gamis biru, kaca mata minus. Tumpukan berkas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten – Perubahan (RAPBK-P) tertata rapi di atas meja kerja. Dia membuka lembar demi lembar. Dialah Ida Suryana. Politisi Partai Demokrat Kabupaten Aceh Utara ini resmi menjadi Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, sejak akhir September lalu. Dia satu-satunya perempuan dalam parlemen kabupaten itu. Sebanyak 44 orang lainnya berjenis kelamin laki-laki. Di Lhokseumawe, juga hanya satu orang perempuan yang terpilih menjadi anggota DPRK, yaitu Hj Marliyah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
    (more…)

  • Tak Optimal, Kaderisasi Perempuan di Parpol

    Jakarta, Kompas – Rekrutmen dan pengaderan perempuan pada semua partai politik tidak optimal. Tidak ada satu partai politik pun yang memenuhi kriteria 30 persen calon anggota legislatif atau caleg berdasarkan daerah pemilihan. Hal yang sama juga terjadi dalam ketentuan memasang caleg perempuan untuk setiap tiga urutan caleg atau zipper.

    Peneliti Centre for Electoral Reform, Erika Widyaningsih, di Jakarta, Minggu (12/10), mengatakan, Komisi Pemilihan Umum memang mengumumkan bahwa hanya empat partai politik peserta pemilu yang tidak memenuhi kuota 30 persen perempuan calon anggota legislatif secara kumulatif nasional. Namun, bila dilihat lebih jauh, nyatanya tak ada satu parpol pun yang mampu memenuhi kriteria itu untuk setiap daerah pemilihan (dapil).
    (more…)

  • Perempuan Aceh kurang tertarik terjun ke politik

    BANDA ACEH – Kaum perempuan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dinilai kurang tertarik terjun ke dunia politik, sehingga sejumlah partai nasional dan lokal sulit mencari kader untuk dijadikan calon anggota legislatif.

    Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NAD Karimun Usman di Banda Aceh, Kamis, menyatakan, partai politik membuka peluang seluas-luasnya untuk menjadi caleg, namun perempuan Aceh kurang berminat sehingga banyak partai yang tidak memenuhi kuota 30 persen.
    (more…)

  • Perempuan Aceh harus siap hadapi pemilu 2009

    Banda Aceh, 15/8 (ANTARA) – Kaum perempuan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) harus siap menghadapi Pemilu Legislatif 2009 terutama untuk memenuhi ketentuan kuota 30 persen dalam partai politik.

    “Memang memenuhi kuota 30 persen perempuan dalam partai politik tidak mudah. Saat ini saja banyak partai yang belum siap,” kata Direktur Eksekutif Mitra Sejati Perempuan Indonesia (MiSPI) Aceh, Syarifah Rahmatillah di Banda Aceh, Jumat.
    (more…)