siwah.com

Tag: megawati

  • Partai Politik Harus Bergerak Bersama Rakyat

    Manado, Kompas – Partai politik harus turun ke bawah dan bergerak bersama rakyat. Dengan cara itu, kepercayaan rakyat kepada parpol yang disebut berbagai pihak kini menurun dapat diperbaiki.

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan hal tersebut ketika bertemu dengan sekitar 4.000 kadernya di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (2/10). (more…)

  • Megawati Pun Heran Lihat Cara Jokowi Kampanye

    JAKARTA, KOMPAS.com – Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tak lepas dari peran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri. Melalui mesin partai, Jokowi sebenarnya disokong dana yang tak sedikit. Partai juga sudah menyiapkan segala macam atribut untuk berkampanye. Namun, cara berkampanye Jokowi justru membuat Megawati tertegun. (more…)

  • Megawati Isyaratkan Tak Maju

    megawati, pdip

    Jakarta, Kompas – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengisyaratkan tak lagi mau maju dalam pemilihan presiden 2014.

    Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PDI Perjuangan di Manado, Rabu (27/7), Megawati mengatakan, dalam amanat Kongres III PDI-P di Bali pada 2010 tidak ada amanat yang secara eksplisit menyatakan ketua umum terpilih otomatis menjadi calon presiden.

    Hal ini berbeda dengan amanat kongres pertama dan kedua PDI-P yang secara tegas memutuskan ketua umum terpilih otomatis menjadi calon presiden. ”Itu ada di dalam rumusan keputusan kongres. Jadi, nantinya ada saatnya PDI-P akan memberikan suatu akses untuk calon-calon, siapa gerangan yang akan dijadikan calon presiden. Hanya yang memang berbeda dari dua kongres sebelumnya, kongres pertama dan kongres kedua langsung mengatakan ketua umum terpilih adalah calon presiden PDI-P. Kongres ketiga tidak demikian bunyinya,” ujar Megawati di sela-sela pelaksanaan rakornas.

    Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo enggan mengomentari pernyataan Megawati tersebut. Menurut Tjahjo, rakornas kali ini hanya membahas strategi jangka pendek, belum sampai pada pembicaraan tentang persiapan PDI-P dalam Pemilu 2014. Tjahjo mengatakan, kesiapan Megawati untuk kembali bertarung dalam pemilihan presiden 2014 sepenuhnya tergantung pada Presiden Republik Indonesia kelima tersebut. ”Silakan bertanya kepada beliau. Itu ranah beliau,” katanya.

    Namun, Ketua DPP PDI-P Bidang Pemuda dan Olahraga Maruarar Sirait mengatakan, dari survei yang dilakukan partainya, Megawati masih menjadi calon presiden yang paling banyak dipilih responden. ” Ibu Mega tidak memaksakan kehendak apakah menjadi calon presiden atau ketua umum. Persoalannya adalah survei sekarang, soal calon presiden dari kalangan muda, ya Megawati dan Prabowo. Artinya, karena SBY enggak akan ikut (Pemilu 2014), dari survei yang dilakukan terhadap kalangan muda, nomor satu Megawati, nomor dua Prabowo. Capres yang lain-lain flat,” kata Maruarar.

    Dia mengatakan, PDI-P juga mengevaluasi hasil kekalahan Megawati dalam pemilu presiden 2004 dan 2009. Menurut Maruarar, kemungkinan Megawati kembali bertarung pada 2014 belum tertutup.

    Maruarar mengatakan, basis penentuan calon presiden dari PDI-P tetap dari hasil survei dan aspirasi internal partai. Dia mengatakan, internal partai masih sangat solid mendukung Megawati.

    Rakornas di Manado ini antara lain dihadiri 33 pimpinan DPD PDI-P seluruh Indonesia beserta seluruh fungsionaris DPP PDI-P, antara lain Bendahara Umum Olly Dondokambey. Di antara peserta hadir dua gubernur yang juga Ketua DPD PDI-P Maluku Karel Rahalau dan Ketua DPD PDI-P Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya.

    Masih tebang pilih

    Menjawab pertanyaan wartawan seusai memberi sambutan, Megawati mengatakan, merosotnya kepercayaan masyarakat kepada partai politik disebabkan hukum di negeri ini tidak ditegakkan sebagaimana mestinya, masih tebang pilih.

    ”Tidak etis saya mengomentari persoalan Partai Demokrat, tetapi alur utama PDI Perjuangan adalah hukum mesti ditegakkan, tidak tebang pilih. Dalam kasus Miranda Gultom, anak-anak kami (anggota PDI-P) ditindak kasus korupsi, tetapi pelakunya masih di luar negeri. Silakan artikan sendiri,” katanya.

    Menurut Megawati, persoalan penegakan hukum merupakan hal krusial di republik ini. Penindakan hukum yang tebang pilih bakal membuat Indonesia terperosok sebab banyak pelaku korupsi bersembunyi dalam kekuatan partai politik.

    Ia juga mengingatkan masalah bangsa bukan hanya persoalan politik, melainkan juga ketersediaan pangan. Kenaikan harga pangan, seperti beras dan sejumlah bahan pokok, harus menjadi tanggung jawab bersama. ”Sekarang, semuanya susah sebab tergantung pada impor dari negara lain,” ujarnya. (BIL/ZAL)

    Source : Kompas.com

  • Kenapa Mega Datang ke Istana Tadi Malam?

    megawati hadir di istana negara
    JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran mantan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, tadi malam, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Mega kerap tidak pernah memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sejumlah momen.

    Politisi senior PDI-P Pramono Anung mengatakan, kedatangan Mega bukanlah hal yang tiba-tiba diputuskan. “Ibu diundang sebagai mantan presiden kelima. Kalau dilihat dari tempat duduknya, secara protokoler, beliau itu menduduki sebagai mantan presiden kelima. Jadi kalau duduk sebagai istri Ketua MPR tentunya tempat duduknya tidak di situ. Tetapi sebagai mantan presiden kelima, tempat duduknya di samping Michelle,” ungkapnya di Gedung DPR, Rabu (10/11/2010).

    Menurut Wakil Ketua DPR ini, Mega diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono. Pramono juga yakin, Kepala Negara juga mengundang mantan Presiden ketiga BJ Habibie.

    Pramono menambahkan kedatangan Mega menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik meski memiliki posisi politik yang berbeda. Apalagi, kunjungan Obama memperoleh perhatian yang luar biasa dari dunia internasional.

    “Sehingga kehadiran Ibu Mega semata-mata untuk memperlihatkan bahwa proses demokratisasi di republik ini sudah mengalami kematangan,” tandasnya.

    Menurut catatan Kompas.com,  ini adalah kedatangan Megawati pertamakali ke Istana memenuhi undangan sejak ia dikalahkan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilu presiden 2004. Sebagai mantan Presiden, Megawati selalu diundang menghadiri upacara kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara. Namun, ia tidak pernah datang.
    Caroline Damanik ? ?Editor: Heru Margianto

    Source: Kompas.com