siwah.com

Tag: parpol pemilu 2009 analisa

  • Parpol Harus Buka Diri

    Yogyakarta, Kompas – Partai politik harus membuka diri dan berpikir obyektif untuk memilih orang yang akan dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden. Jangan sampai parpol memaksakan diri mengangkat calon dari dalam jika mereka tak memiliki kompetensi untuk memimpin bangsa.

    ”Dalam situasi sekarang, di mana ada beberapa calon alternatif yang potensial menjadi presiden dan wapres, perlu dicermati secara mendalam. Artinya, parpol harus membuka diri,” ujar Rektor Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Edy Suandi Hamid dalam seminar Prospek Pemilihan Calon Presiden Independen di Yogyakarta, Sabtu (20/12).
    (more…)

  • Rekayasa Sistem Pemilu Bentuk Perilaku Aktor

    Jakarta, Kompas – Demokrasi dibentuk dengan aturan dan prosedur. Itu sebabnya rekayasa sistem pemilihan umum, melalui aturan dan prosedur ini, bisa membentuk perilaku pemilih dan politisi. Prosedur dalam pemilu ini harus memenuhi kepastian hukum jika tidak ingin timbul banyak masalah dalam pelaksanaan pemilu.

    Hal ini disampaikan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ramlan Surbakti, dalam peluncuran data hasil pemilu legislatif 2004 dan buku Rekayasa Sistem Pemilihan Kemungkinan dan Jebakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokrasi di Jakarta, Selasa (15/12) malam.
    (more…)

  • Parpol Selalu Berwajah Ganda

    Jakarta, Kompas – Partai politik selalu mempunyai dua wajah, yaitu idealis dan realis. Wajah idealis berada di akar rumput, ramah dan normatif, sedangkan wajah realis berada di pemerintahan legislatif dan eksekutif.

    Tarik-menarik antara wajah realis yang selalu ingin mencari kesempatan dan wajah idealis yang ingin memunculkan ide partai akan menjadi paparan yang dilihat rakyat.
    (more…)

  • Jelang Pemilu, Faksi-Faksi PKS Sering Berseberangan

    JAKARTA – Mendekati Pemilu 2009, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin mendapat banyak sorotan. Sejumlah pihak melihat faksi-faksi di tubuh partai ini semakin kentara. Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen DPP PKS Anis Matta disebut-disebut memiliki perbedaan strategi menghadapi pesta demokrasi tahun depan.

    “Tifatul memandang masyarakat Indonesia akan tertarik jika PKS konsisten. Sedangkan Anis Matta lebih melihat pada peluang untuk bekerja sama dengan siapa saja,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani dalam diskusi Partai Islam dan Demokrasi: PKS di Indonesia 1998-2006 di Kantor Maarif Institute, Jalan Muria No 7, Guntur, Setiabudi, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
    (more…)

  • Parpol Baru tidak Miliki Format Kaderisasi yang Baik

    KUPANG–MI: Partai politik (parpol) baru peserta pemilu 2009 dinilai belum memiliki format kaderisasi secara baik. Dampaknya, dalam perekrutan caleg mereka terjebak praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

    “Sehingga asas langsung, umum, dan bebas (luber) dari pemilu hanya sekadar menjadi asas formal dan tidak diwujudkan dalam pelaksanaanya,” tutur pakar hukum tata negara Universitas Nusa Cendana Kupang Kotan Y Stefanus di Kupang, Minggu (14/12).
    (more…)

  • Akbar Tandjung: Partai Politik Perlu Dirampingkan

    SOLO–MI: Indonesia kedepan perlu menerapkan sistem multipartai sederhana. Jumlah partai politik perlu dirampingkan, karena jika terlalu banyak akan membuka peluang konflik politis menjadi lebih besar.

    Wacana itu dikemukakan tokoh politik yang juga mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam paparannya pada seminar nasional “Mewujudkan Kemandirian Bangsa Berdasarkan Nilai-Nilai Islam Berkemajuan’ di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (12/12).
    (more…)

  • Aktivis Partai Sulit Bersaing dengan Pemodal di Partai

    Surabaya, Kompas – Para pemodal telah mengalahkan aktivis partai dalam perebutan kedudukan internal partai. Situasi itu menunjukkan hubungan tidak sehat antara partai politik dan kadernya.

    Demikian terangkum dalam seminar ”Partai Politik, Demokrasi, dan Dominasi Modal” yang diselenggarakan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi, Kamis (11/12) di Surabaya. Ketua Departemen Pemuda DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Budiman Sudjatmiko, pakar politik dari Universitas Gadjah Mada Mochtar Mas’oed, dan pengajar ilmu politik Universitas Brawijaya Ahmad Erani hadir sebagai pembicara.
    (more…)

  • Iklan Politik, KPK, dan DPR yang Lebih Baik

    Punya anak berusia 17 tahun yang hamil tetapi belum menikah, keras terhadap korupsi, dan menentang pandangan beruang kutub sebagai spesies yang terancam. Itulah sebagian dari rekam jejak Sarah Palin, Gubernur Alaska yang akan mendampingi John McCain, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, dalam pemilihan kepala negara itu, November mendatang.

    Pemahaman dunia, khususnya rakyat Amerika Serikat (AS), atas rekam jejak Palin ini sama mendetailnya dengan pemahaman mereka atas sejarah hidup veteran perang Vietnam, McCain, berikut lawannya dari Partai Demokrat, pasangan Senator Illinois Barack Obama dan Joe Biden.
    (more…)

  • Pilpres 2008 atau 2009?

    Semoga di tengah kesibukan silaturahim Idul Fitri pekan ini Anda masih punya waktu mengikuti terus perkembangan pilpres. Maksud saya bukan Pilpres 2009, tetapi Pilpres 2008 di Amerika Serikat.

    Mengapa Pilpres 2008 layak disimak? Sebab, ia bukan hanya sekadar ”pilpres biasa”, tetapi sebuah ”pilpres istimewa”.

    Ia istimewa karena hasilnya memengaruhi nasib warga dunia—termasuk kita. Beda dengan Pilpres 2009 yang hasilnya kayaknya enggak ngaruh ke nasib kita.
    (more…)

  • Mencoba Peruntungan pada Pemilu 2009

    Dalam pemilihan umum tahun 2004, partai yang keberadaannya dibidani ormas Pemuda Pancasila ini mengusung nama Partai Patriot Pancasila.

    Dengan nomor urut 21 dan berlambang burung garuda bersayap warna-warni, merah, hijau, dan kuning, serta perisai merah-putih lengkap diisi lambang kelima sila Pancasila, parpol ini gagal memperoleh kursi di DPR.

    Bukannya tidak ada yang memilih. Partai Patriot Pancasila saat itu setidaknya mampu meyakinkan satu juta pemilih untuk memercayakan suara mereka ke parpol tersebut.
    (more…)