Banda Aceh – Pasca bencana gempa bumi dan tsunami serta perjanjian damai RI dan GAM, dunia pers di Aceh berkembang sangat pesat. Banyak terdapat Koran dan kebebasan pers berjalan dengan baik. Hal ini dikatakan oleh seorang jurnalis dari Burma, Sein Win, 38 tahun, kepada The Globe Journal, di Banda Aceh, Sabtu (11/4).
“Saya tidak menyangka pers di Aceh sangat aktif, sungguh berbeda dengan kondisi pers di negara Burma sendiri,”katanya. Sehari sebelumnya ia menghadiri sebuah konferensi pers di hotel Hermes Banda Aceh dan melihat para jurnalis Aceh sangat ekspresif. Wartawan yang juga insinyur teknik sipil ini bekerja sebagai managing director sebuah media online bernama Mizzima.com.
(more…)