siwah.com

Tag: pilkada jatim

  • Jaring Suara SR Akan Jemput Bola

    TRENGGALEK – Tim pemenangan pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Soetjipto- Ridwan Hisjam (SR) akan melakukan pola jemput bola kepada para pemilih yang bertempat tinggal di desa terpencil saat pemungutan suara berlangsung.

    Tim relawan pasangan PDI Perjuangan ini akan mendatangi warga sekaligus mengantarkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
    (more…)

  • Para Ujung Tombak Keberhasilan Kandidat

    Kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Sabtu (19/7) ini, berakhir. Meski hanya dua minggu, proses itu tidak hanya menguras energi dan pemikiran lima pasang calon peserta pilkada, tetapi juga orang-orang yang menjadi anggota tim kampanye mereka.

    Bahkan, untuk memenangkan calon yang didukung, anggota tim pemenangan ini sudah bekerja beberapa bulan sebelum kampanye dimulai. Ketika calon yang mereka dukung belum resmi menjadi peserta pilkada pun, sebagian dari mereka sudah mulai memikirkan tema kampanye, jargon-jargon yang akan dipakai, hingga bentuk atribut yang hendak digunakan calon mereka.
    (more…)

  • Pergeseran Dukungan Menjelang Pemilihan

    Beberapa hari menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, persaingan di antara lima pasangan calon semakin mengarah pada ketatnya dukungan untuk dua calon kepala daerah, yaitu pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono. Meskipun demikian, pergeseran dukungan itu masih berpeluang terjadi sampai hari pencoblosan, 23 Juli nanti.

    Hasil empat kali jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan, peta kekuatan dukungan terhadap kandidat Gubernur-Wagub Jatim semakin jelas. Setidaknya, hasil jajak pendapat menyebutkan, tiga pasangan calon yang mendapat dukungan paling banyak dari responden adalah pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS); pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Patriot Pancasila, dan 10 partai nonparlemen lainnya; serta pasangan Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) yang diusung Partai Golkar.
    (more…)

  • Perilaku Pemilih: Politik Uang dan Demokrasi Kita

    ”Milih sing ngeke’i kaos ambe duit ae (memilih yang memberi kaus dan uang saja),” ujar Lastri (35), pedagang kaki lima di Sidoarjo, Jawa Timur, saat ditanya siapa yang akan dipilih dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013 yang dilaksanakan 23 Juli mendatang.

    Ungkapan seperti disampaikan Lastri belakangan ini beberapa kali terdengar di Jatim saat pertanyaan serupa diajukan. Jawaban itu agaknya juga dipahami sebagian atau bahkan semua pasangan calon kepala daerah yang tengah bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim.
    (more…)

  • Komitmen Kandidat: Kontrak Politik Bertaburan, Realisasinya…?

    Hajatan politik di Provinsi Jawa Timur hampir berakhir. Inilah saat untuk mengingat kembali kontrak politik yang disodorkan sejumlah komunitas masyarakat kepada para kandidat kepala daerah.

    Tidak kurang dari empat kontrak politik wajib ditandatangani para kandidat bila mereka berharap dukungan dari lapisan masyarakat di Jatim. Dimulai dari ikrar ”siap menang siap kalah” para calon kepala daerah di hadapan semua pimpinan Komisi Pemilihan Umum se-Jatim dan pejabat Polda Jatim pada 19 Juni 2008.
    (more…)

  • Strategi Parpol: Pasar Menjadi Sasaran Empuk untuk Kampanye

    Rabu (16/7), jarum jam masih menunjuk pukul 05.30. Namun, calon Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2008-2013, Saifullah Yusuf, sudah berada di Pasar Daerah Mojo Agung, Jombang, Jawa Timur, untuk bertemu dan menyapa pedagang di sana.

    Kedatangan Saifullah yang tiba-tiba ini cukup menarik perhatian sejumlah pedagang dan pembeli pasar tersebut. ”Saya Saifullah, wakilnya Pak De Karwo (Soekarwo). Mohon doa restunya,” kata Saifullah berkali-kali kepada mereka yang ditemuinya. Untuk lebih menunjukkan perhatiannya, selain senyum manis terus dikembang, Saifullah beberapa kali merangkul pedagang pria yang ditemuinya.

    Perhatian orang-orang di dalam pasar itu semakin besar saat seorang pengikut Saifullah tiba-tiba mengeluarkan tiga lembar uang Rp 100.000 untuk memborong kue milik seorang pedagang. ”Ini sudah dibayar. Silakan ambil sendiri, gratis,” katanya. Segera saja puluhan orang berebut mengambil kue yang ada.

    Serbuan itu tidak ayal membuat si pedagang yang dipanggil ”Bu Sus” ini panik. ”Pesanan orang ikut diambil. Saya bisa dimarahi langganan…. Saya bisa dimarahi langganan,” kata Bu Sus dengan ekspresi antara kaget dan gembira karena dagangannya diborong dengan harga tinggi.

    Sejak masa kampanye yang dimulai 6 Juli lalu, pasar tradisional di Jawa Timur telah menjadi tempat yang paling sering didatangi para cagub dan wagub. Bahkan, dalam sehari, seorang calon bisa mendatangi lebih dari dua pasar tradisional. Ini, antara lain, diperlihatkan calon gubernur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Achmady.

    Dalam kampanyenya yang kemarin dilakukan dengan perjalanan dari kantor DPC PKB Jember ke Kecamatan Tanggul yang berjarak sekitar 30 kilometer, Achmady beberapa kali turun dari trailer yang membawanya, untuk kemudian masuk ke pasar yang dilewatinya dan menyalami warga di sana.

    ”Ini mengingatkan asal-usul Achmady yang pernah menjadi petugas pasar sehingga dia sangat peduli dengan nasib pedagang kecil di pasar tradisional,” kata Ketua DPC PKB Jember H Miftahul Ulum yang mendampingi Achmady.

    Namun, tujuan blusukan para cagub dan wagub itu agaknya bukan hanya untuk mengingatkan asal-usul para calon, tetapi juga karena kampanye di pasar relatif murah, tak perlu menyewa gedung dan pengeras suara, atau membagikan uang bensin seperti yang biasa dilakukan saat kampanye di lapangan atau tempat tertutup.

    Potensi efektivitas kampanye di pasar juga tinggi karena di tempat itu berkumpul banyak orang dari berbagai latar belakang. Komunikasi yang ada di sana juga bebas, cair, dan sifatnya sangat manusiawi. Kedatangan para cagub atau wagub di pasar juga dapat membangun citra merakyat dalam diri mereka.

    Dengan berbagai keunggulan itu, tak aneh jika Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri kemarin juga mengampanyekan pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) di Pasar Baru Sugih Waras, Madiun.

    Namun, seperti yang umumnya terjadi di daerah lain, setelah kampanye berakhir, kunjungan para pejabat ke pasar tradisional biasanya juga akan berakhir. Bahkan, dengan alasan pembangunan, mereka dapat mengganti pasar tradisional dengan pasar modern meski hal itu berarti mematikan ekonomi rakyat.

    Akhirnya, pasar juga menunjukkan wajah politik kita di mana para elite umumnya hanya menjadikan rakyat sebagai obyek. Mereka dirangkul hanya ketika dibutuhkan.

    Keadaan ini sudah dipahami sebagian rakyat. Karena itu, meski sudah mendapat sebungkus onde-onde dari dagangan yang dibeli oleh teman Saifullah Yusuf, seorang ibu hanya tersenyum penuh arti saat ditanya siapa yang akan dipilih di Pilkada Jawa Timur, 23 Juli nanti.(RAZ/NWO/SIR)

    Source : Kompas.com

  • Megawati: Kemenangan PDIP di Jatim Punya Arti Khusus

    PASURUAN–MI: Meski telah memenangi 14 dari 26 Pilgub langsung, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menganggap kemenangan di Jawa Timur akan punya arti khusus.

    “Di sinilah Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan RI dilahirkan. Karenanya, mari kita menangkan calon gubernur (Cagub) PDI Perjuangan di Jawa Timur, yakni Ir Sutjipto,” tandasnya dengan mata berbinar penuh haru, ketika bersilaturahim dengan massa PDI Perjuangan di Pasuruan, Senin (14/7).
    (more…)

  • Aksi Vandalisme Atribut Kampanye meluas

    PASURUAN – Aksi vandalisme terhadap poster dan atribut kampanye pasangan calon gubernur jatim semakin meningkat. Saat ini, diperkirakan 50 persen alat peraga pilgub yang ada disepanjang jalan kota/kabupaten pasuruan rusak atau hilang akibat ulah tangan jahil oknum tidak bertanggung jawab.

    KPUD Kabupaten Pasuruan maupun panwas Kota Pasuruan saat dikonfirmasi Sindo membenarkan kenyataan tersebut.
    (more…)

  • Sutjipto Curi Momen, Serobot Kampanye KarSa

    JOMBANG – Cagub Jatim Sutjipto nekad berkampanye di Jombang hari ini, meski sesuai jadwal yang ditetapkan KPUD Jatim, pasangan KarSa yang memiliki jadwal kampanye di wilayah Jombang.

    Sejatinya, kampanye yang digelar di Alun-alun Kota Jombang sore tadi adalah kampanye untuk pasangan Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang, Suyanto – Widjono Soeparno (ToNo). Namun, disela kampanye calon Pilbup PDIP itu, tiba-tiba cagub Sutjipto ikut naik panggung dan berorasi meminta dukungan kepada ribuan massa yang hadir.
    (more…)

  • PILKADA JATIM: Kampanye Cagub Masih Sebatas “Hiburan”

    Surabaya, Kompas – Kampanye calon Gubernur Jawa Timur masih sebatas pada ”hiburan” dan kegiatan-kegiatan karikatif bagi warga. Kampanye dengan model seperti ini membuat calon ”selebriti” berpeluang menang.

    Hal itu disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Suko Widodo, dan anggota Komisi Pemilihan Umum Bidang Pendataan Pemilih, Peserta Pemilu, dan Kampanye, Edward Dewaruci, kepada Kompas di Surabaya, Jumat (11/7).
    (more…)