oleh Shohibul Anshor Siregar
Tiga variable utama dalam setiap event pemilihan langsung yakni Figur, Networking dan Budgetting. Ketiga-tiganya harus berinteraksi secara serasi untuk memastikan peluang kemenangan pasangan kandidat. Salah satu pincang yang lain bisa tak bekerja maksimal dalam sistem.
Tingkat rasionalitas pemilih memang amat menentukan juga. Tetapi meskipun demikian, selamanya figur menempati pengaruh yang amat besar. Figur itu memang hanyalah sosok, ya sosok. Bagaimana image yang muncul dari masyarakat ketika menyebut atau bertemu dan berinteraksi dengan seseorang, kurang lebih seperti itu konsepsi yang kita maksudkan. Jadi figur disini adalah semacam faktor yang lebih ditentukan oleh sesuatu yang dapat disebut given (bawaan). Seseorang lahir sebagai orang Jawa atau orang apa saja, itu adalah given. Begitu juga seseorang terlahir sebagai perempuan, itu juga given. Tidak pernah diminta oleh seseorang agar dirinya terlahir sebagai orang tampan dan ganteng, ya itu juga given. Ascribed status, itu istilah lain untuk hal ini.
Tetapi di balik itu juga terdapat unsur lain yang menentukan daya tarik figur, yakni hal-hal yang terkait dengan kemampuan (achieved). Bukankah anda pernah bertemu dengan seseorang yang cantik dan anda langsung tertarik, tetapi setelah dilawan bercerita akhirnya anda menjadi hambar karena kualitas SDM-nya amat mengecewakan? Jadi meskipun figur itu sesuatu cerita yang bertalian dengan tampilan ascribed, tetapi juga terdapat unsur achieved yang terdiri dari cerita panjang tentang kapabilitas seseorang. Faktor figur amat menentukan dalam pemilihan langsung, tidak dapat dipungkiri.
(more…)