siwah.com

Tag: pilkada political marketing

  • Pilkada Berada Pada Arah yang Benar

    JAKARTA–MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (pilkada) secara langsung di berbagai daerah secara umum telah berada pada arah yang benar.

    “Tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi,” kata Presiden dalam pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU APBN 2009 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI Jakarta, Jumat (15/8).
    (more…)

  • PILKADA DAN PENTINGNYA POLITICAL MARKETING STRATEGY

    Tidak dipungkiri bahwa Pilkada adalah suatu pristiwa politik, namun proses dan hasil Pilkada dapat pula dicapai melalui analisis mekanisme pasar dan pendekatan makro-mikro ekonomi. Mensukseskan Pilkada (KPUD) dan memenangkan Pilkada (kandidat Gubernur/Bupati/Walikota) membutuhkan analisis untung rugi dan kalkulasi ekonomi yang akurat yakni bagaimana mengurangi resiko-biaya sosio-ekonomi dan sosio-politik. Efisiensi penting dalam berbagai bidang baik dalam pelaksanaan Pilkada (KPU/Desk Pilkada) maupun cara memenangkan Pilkada (kandidat/ koalisi/non koalisi partai pendukung). Tim sukses kandidat Pilkada seharusnya berpikir strategik-efisien bagaimana mengurangi resiko dan meningkatkan keuntungan/manfaat (”to minimize risks and to maximizize profits”). Hal ini diperlukan agar Pilkada dapat dilaksanakan secara efisien bukan sekedar efektif dengan mengurangi beban (”economic burdens”) dibandingkan dengan manfaat politik (”political benefits”). Dua kerugian dan kemubaziran yang timbul pertama pelaksanaan Pilkada tidak dijalankan dengan efisien dan yang kedua biaya ekonomi dan ongkos politik dari kandidat Gubernur/Bupati/ Walikota akan semakin besar.

    (more…)

  • Figur, Networking dan Budgeting

    Tulisan ini dikutip dari ‘nBASIS, 15 April 2008

    oleh Shohibul Anshor Siregar

    Tiga variable utama dalam setiap event pemilihan langsung yakni Figur, Networking dan Budgetting. Ketiga-tiganya harus berinteraksi secara serasi untuk memastikan peluang kemenangan pasangan kandidat. Salah satu pincang yang lain bisa tak bekerja maksimal dalam sistem.

    Tingkat rasionalitas pemilih memang amat menentukan juga. Tetapi meskipun demikian, selamanya figur menempati pengaruh yang amat besar. Figur itu memang hanyalah sosok, ya sosok. Bagaimana image yang muncul dari masyarakat ketika menyebut atau bertemu dan berinteraksi dengan seseorang, kurang lebih seperti itu konsepsi yang kita maksudkan. Jadi figur disini adalah semacam faktor yang lebih ditentukan oleh sesuatu yang dapat disebut given (bawaan). Seseorang lahir sebagai orang Jawa atau orang apa saja, itu adalah given. Begitu juga seseorang terlahir sebagai perempuan, itu juga given. Tidak pernah diminta oleh seseorang agar dirinya terlahir sebagai orang tampan dan ganteng, ya itu juga given. Ascribed status, itu istilah lain untuk hal ini.

    Tetapi di balik itu juga terdapat unsur lain yang menentukan daya tarik figur, yakni hal-hal yang terkait dengan kemampuan (achieved). Bukankah anda pernah bertemu dengan seseorang yang cantik dan anda langsung tertarik, tetapi setelah dilawan bercerita akhirnya anda menjadi hambar karena kualitas SDM-nya amat mengecewakan? Jadi meskipun figur itu sesuatu cerita yang bertalian dengan tampilan ascribed, tetapi juga terdapat unsur achieved yang terdiri dari cerita panjang tentang kapabilitas seseorang. Faktor figur amat menentukan dalam pemilihan langsung, tidak dapat dipungkiri.

    (more…)