siwah.com

Tag: PKS

  • PKS Akan Usung Capres dari Luar Partai

    VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan merekrut tokoh lain dari luar partai yang akan diusung menjadi kandidat calon presiden. Apakah dengan ini artinya PKS mengalami krisis kaderisasi internal?

    “Kami tidak mengalami kesulitan. Kami lebih realistis. Jadi, kita melakukan langkah-langkah yang akan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal dalam Refleksi Akhir Tahun Fraksi PKS di Senayan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011.

    Mustafa membantah bahwa PKS mengalami krisis kaderisasi. PKS, kata dia, memiliki banyak stok kader potensial. Tetapi, perkembangan zaman dan kondisi di masyarakat harus tetap menjadi perhatian.

    Maka itu, PKS kemungkinan akan mengusung tokoh-tokoh kredibel dari daerah-daerah untuk diangkat menjadi tokoh nasional. Bagi PKS, partai lain mungkin tergantung pada tokoh sentral, tapi PKS sangat memungkinkan mencari tokoh luar untuk diusung.

    Meski begitu, keputusan mengenai pengusungan tokoh-tokoh itu tergantung arahan dari Majelis Syura. “Majelis Syura akan memberikan pertimbangan, tentang arah dan perkembangan partai sampai 2014,” ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I.

    Nantinya, Majelis Syura akan melakukan penjaringan dan penyaringan di seluruh Indonesia. PKS akan memikirkan kader-kader di daerah yang punya kapasitas untuk ditampilkan ke kancah nasional.

    Seperti diketahui, kader-kader internal PKS yang namanya kerap digadang dalam bursa calon presiden dan wakil presiden 2014 antara lain, Hidayat Nur Wahid dan Lutfi Hasan Ishaaq. (umi)

    Source : Vivanews.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Ahmad Heryawan Hindari Dialog Ideologi

    VIVAnews – Meski pemilihan Gubernur Jawa Barat masih 14 bulan ke depan namun iklim politik sudah memanas. Wacana koalisi dengan berbagai dialog dan upaya penggalangan kader dengan target pundi suara dengan bebagai gaya oleh partai politik sudah mulai terlihat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang kembali mencalonkan diri mulai merasakan itu.

    “Mari hindari dialog ideologis,” kata Heryawan. “Mari kita buka dialog membangun Jawa Barat dan bangsa ini. Dialog pembangunan lebih konkret dan akan lebih  dirasakan oleh masyarakat ke depan,” kata Heryawan usai penanaman pohon pada pencanangan Gerakan Jawa Barat Hijau Berbasis Sekolah (Green School)’ di Desa Datar Nangka, Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Selasa 27 Desember 2012.

    Ia menambahkan dialog yang akhir akhir ini muncul lebih bersifat ideologis untuk kepentingan partai dan kelompok tertentu. Berbagai dialog politis cenderung mandek dan menjadi wacana. Dialog ideologi hampir tidak pernah berakhir kesepahaman terutama di tingkat partai.

    “Mari kita berdialog mengenai pembangunan bangsa dan Jawa Barat. Ini lebih konkret dan realistis. Masyarakat lebih mengerti dialog seperti ini dan mereka akan dapat merasakannya ke depan,” kata Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional itu.

    Politikus PKS itu menyatakan, wacana koalisi hanya dibangun di ruang ideologis namun melupakan objektifitasnya di masyarakat. Ideologi seharusnya rambu yang harus dipatuhi partai dan para kadernya untuk menjaga pembangunan bukan menghambat pembangunan. (eh)

    Source : Vivanews.com

  • PKS tidak Percaya Lembaga Survei

    MAKASSAR–MICOM: Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta menyatakan ketidakpercayaan partainya pada hasil survei yang dirilis lembaga-lembaga survei selama ini, sehingga lebih mendorong survei internal.

    Wakil Ketua DPR RI itu dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) I Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/12), mengatakan, ketidakpercayaan itu disebabkan banyaknya variabel yang tidak terekam pada data hasil survei, sehingga dianggap tidak objektif dalam mengungkap fenomena sosial sebenarnya.

    “Banyak sekali variabel perilaku masyarakat yang tidak mereka muat. Misalnya, di satu tempat faktor agama, figur mungkin sangat penting, tetapi di tempat lain itu itu tidak menjadi penting.”

    “Contoh lainnya, lembaga survei hanya menjelaskan bahwa pemilih 17 hingga 25 tahun memilih hanya karena figurnya keren. Itu penjelasan bias, susah diukur,” katanya.

    Meski begitu, dia mengatakan, PKS masih akan menerima hasil survei lembaga independen sebagai suatu produk ilmiah. Namun ditekankannya bahwa hasil tersebut sifatnya hanya sebagai referensi sekunder atau follow tail. (Ant/OL-5)

    Source : Media Indonesia

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PKS Usul Bilangan Pembagi Pemilih Dihapus

    Semarang, Kompas – Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan penghapusan bilangan pembagi pemilih pada metode penghitungan suara menjadi kursi di Pemilu 2014, yang termaktub dalam penyelesaian Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum. Metode pengganti yang ditawarkan menggunakan metode divisor varian saintelaque/webster.

    ”Kami menginginkan pemilu ini berlangsung adil dari proses sampai hasilnya. Metode divisor lebih menawarkan keadilan bagi semua pihak karena hasil suara lebih dihargai,” kata anggota Panitia Khusus RUU Pemilu, Agus Purnomo, Minggu (18/12), pada Rapat Pimpinan Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Semarang, Jawa Tengah.

    Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS tersebut menjelaskan, Pemilu 2009 yang menggunakan metode quota share cenderung merugikan partai besar. Dalam sistem Pemilu 2009, partai yang memperoleh 230.000 suara akan berpeluang mendapat kursi yang sama dengan partai yang memperoleh 31.000 suara karena bilangan pembagi pemilih (BPP) sebanyak 200.000 suara.

    Partai yang mendapat 230.000 suara akan mendapat satu kursi penuh dengan menyisakan 30.000 suara. Selanjutnya, dalam pembagian kursi sisa, partai tersebut akan kalah dengan partai yang mendapat 31.000 suara. Artinya, kedua partai itu sama-sama mendapat satu kursi meski perolehan suaranya berbeda jauh.

    Menurut Agus, perlu ada metode yang menjamin keadilan bagi partai besar, partai menengah, dan partai kecil dalam memperhitungkan perolehan suara hasil pemilu. Sistem divisor modifikasi dengan bilangan pembagi 1, 4, 3, 5 tentunya sedikit banyak memberikan keadilan atas perolehan suara.

    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilu Kepala Daerah DPW PKS Jawa Tengah Hadi Santoso menekankan perlu adanya kajian ulang atas pembagian daerah pemilihan di tingkat Provinsi Jateng yang saat ini terbagi menjadi 10 daerah pemilihan.

    Penetapan daerah pemilihan selama ini hanya menggunakan pendekatan jumlah penduduk sehingga kursi yang disediakan antardaerah pemilihan adalah 8-13 kursi. Daerah pemilihan dengan jumlah kursi terbanyak adalah Daerah Pemilihan 3 meliputi Grobogan, Blora, Pati, dan sekitarnya, yaitu 13 kursi. Daerah Pemilihan 6 meliputi Kedu dan sekitarnya dengan jumlah kursi paling sedikit, yakni 8 kursi.

    Hadi mengusulkan sekiranya daerah pemilihan dengan jumlah kursi di atas 11 kursi bisa dibagi dua, idealnya paling realistis untuk Provinsi Jateng terbagi menjadi 12 daerah pemilihan.

    Di hari yang sama, Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogjakarta Zuber Safawi meresmikan peluncuran rumah aspirasi di kantor DPD PKS Kota Semarang di Jalan Batursari Baru Nomor 8, belakang Lapangan Garnizun, Kota Semarang.

    Zuber mengingatkan, program rumah aspirasi adalah program skala nasional yang harus lebih mengoptimalkan fungsi partai politik memberdayakan peran dan aspirasi masyarakat dalam pembangunan. (WHO)

    Source : Kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PKS Usung Aminullah Usman Cawalkot Banda Aceh

    Banda Aceh – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mengusung Aminullah Usman untuk calon walikota Banda Aceh. Dukungan untuk Aminullah Usman dibuat setelah turun keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, melalui proses komunikasi yang sangat intensif yang dilakukan dengan beberapa pihak dan antar partai, dan juga mengingat jadwal pendaftaran tinggal satu hari lagi.

    Komunikasi intensif itu akhirnya bertemu pada satu kesepakatan bahwa perlu kebersamaan dan kekompakan luar biasa antara kelompok masyarakat untuk membangun kota Banda Aceh. Kota Banda Aceh butuh sebuah gerakan dan arus besar untuk memastikan menjadi kota yang islami, modern, dan maju tanpa meninggalkan akar budaya masyarakat.

    “Karena itulah, PKS Banda Aceh melihat bahwa arus besar ini perlu didukung dan diperkuat, sehingga PKS merasa tidak harus membuat ‘kutub’ baru dalam kompetisi pemilihan Walikota,”kata Dewan Pengurus Daerah (DPD) Banda Aceh, Subhan S. Ag secara tertulis kepada The Globe Journal, Kamis malam (6/10).

    Menurut Subhan, keputusan PKS untuk bergabung dengan Kutub Aminullah adalah karena kesamaan visi dan misi, keterbukaan komunikasi yang dibangun, intensifnya pertemuan yang bisa digelar, dimana hal itu kemudian membuat banyak titik temu dan cara rasa yang sama antara PKS dengan kandidat yang diusung.

    Adapun alasan kongkrit yang mendasari keputusan mengusung Aminullah Usman, muncul statement kandidat bahwa ada keinginan besar untuk menjadi bagian dari keluarga besar PKS. Hal ini kemudian menjadi point positif bagi PKS dalam menilai dan membangun komunikasi untuk menjadi lebih intensif dengan Aminullah.

    “Kesamaan secara phsikologis yang terbentuk tersebut, kemudian didukung oleh kenyamanan PKS dengan konsep dan visi misi yang diusung oleh Bapak Aminullah Usman,” lanjut Subhan.

    Empat hal yang membuat PKS tertarik dengan Aminullah, yang pertama penguatan pada implementasi Syariat Islam secara kaffah, peningkatan dan pemerataan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat

    Sementara hasil survey yang dilakukan secara resmi melalui lembaga survey kredibel dan independen LP3ES, menunjukkan nama Aminullah Usman merupakan salah satu kandidat yang memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi. Fakta survey ini kemudian didukung oleh survey terakhir yang dibuat oleh PKS dimana hasil survey tersebut menunjukkan bahwa trend suara elektabilitas Aminullah Usman terus menanjak, disaat elektabilitas kandidat yang lain menujukkan suara yang stagnan.

    Terkait dengan tahapan Pilkada yang sudah disosialisasikan oleh KIP Aceh, hingga saat ini tidak ada perubahan dan keputusan lain dari Pemerintah Pusat, maka PKS Kota Banda Aceh akan mengikuti prosedur dan tahapan tersebut dengan rencana mendaftarkan kandidat secara bersama-sama dengan Parpol koalisi lainnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

    Source : The Globe Journal

  • Elite PKS tidak Seperti yang Dulu

    JAKARTA–MICOM: Tidak ada yang istimewa di kediaman Yusuf Supendi. Rumah tiga lantai seluas 225 meter persegi yang berada di sudut gang Saorma, Jl Lapan V, Pasar Rebo Jakarta Timur berdiri berjejer dengan rumah penduduk yang sempit.

    Tidak ada halaman luas, parkiran mobil mewah atau sarana istimewah lainnya, hanya hamparan pot bunga yang menutupi pagar tembok kusam rumahnya.

    Rumah yang biasa. Tentu mengherankan, karena Yusuf Supendi dikenal sebagai pendiri Partai Keadilan (PK) yang menjadi cikal bakal Partai Kesejahteraan Keadilan (PKS) dan pernah menjabat sebagai anggota DPR dari dapil Bogor periode 2004-2009.

    “Dari dulu rumahnya begini saja. Tidak pernah berubah. Dia tidak punya rumah lain,” ujar adik Kandung Yusuf Supendi, Bahrum Rangkuti, Kamis (24/3).

    Bahkan dedengkot PKS yang pernah jadi anggota Majelis Syuro tersebut, saat ini hanya mempunyai sebuah mobil pikap dan sebuah usaha bengkel AC. Pernah Yusuf memiliki mobil Toyota Innova yang dibeli dengan kredit, namun mobil ii sudah dijual. “Bahkan mobil pikap ini rencananya akan dijual untuk membiayai kuliah anaknya,” ujar Rangkuti.

    Yusuf Supendi memang jarang mengungkapkan perasaan kalau dirinya kecewa dengan elite-elite PKS. Dirinya hanya melaporkan elite PKS yang menuduh dirinya berselingkuh sampai istri orang bercerai dengan suaminya. Juga melaporkan penggelapan dana pemilu oleh elite PKS.

    Raut kekecewaan terhadap PKS rupanya terbesit makin jelas tatkala ia menceritakan istrinya yang telah lima tahun menderita stroke. Yusuf menceritakan, istrinya sakit, karena kecewa pada PKS. Mereka telah dibohongi oleh elite-elite PKS.

    Ada yang mengatakan, Mahfud Siddiq hendak membantu biaya penyembuhan istrinya. ”Saya jawab, bahwa istri saya sakit, karena kecewa dengan PKS,” tegasnya.

    Raut kekecewaan pun belum lenyap dari wajahnya, saat ia mengisahkan bahwa beberapa elite PKS yang duduk di jajaran DPP PKS betahun-tahun menjadikan rumahnya sebagi tempat aktivitas dakwah. “Pada 1991, 1992, dan 1993 secara rutin dilakukan rapat dakwah di rumah saya. Karena pada waktu itu, di kalangan aktivis, yang punya rumah cuma saya,” terangnya.

    Pada tahun-tahun tersebut, kurang lebih 96% aktivis dakwah PKS tinggal di rumah kontrakan. “Termasuk Hilmi Aminuddin. Ia dulu ngontrak di Jl Kalimalang. Tapi sekarang Hilmi kaya drastis. Dari mana? Itulah yang saya katakan, ia gesit terima setoran,” ungkapnya.

    Yusuf mengatakan, PKS tidak lagi bergerak dalam koridor ideologinya. Untuk itulah Yusuf tergerak untuk mewartakan ke seluruh publik Indonesia bahwa PKS harus kembalih ke fitrahnya. Pada Kamis (17/3)dengan mengendarai pikap, Yusuf menuju Badan Kehormatan (BK) DPR RI.

    Yusuf mengadukan Preiden PKS, Luthfi Hasan Isaaq ke BK, karena sebagai elite PKS tidak memperlihatkan akhlak yang baik. Sejumlah SMS fitnah dan ancaman dari Luthfi diperlihatkan Yusuf. Salah satu bunyi SMS yang dikirim Luthfi per tanggal 23 Juni 2010:

    “Selama ini ikhwan yang marah pada antum dan ingin merespon secara fisik dan hukum selalu kami tahan, ihtiroman li fadllikum alaina, sekarang sulit menahannya karena antum sudah melangkah terlalu jauh, kalo boleh ana kasih saran, baiknya antum mulai mengosongkan rumah, khawatir ada yang tidak dapat menahan diri.”

    Tidak hanya Lutfi yang diincar Yusuf, Sekjen PKS Anis Matta pada Senin (21/3) dilaporkan ke KPK, karena diduga menggelapkan dana pemilu kada DKI Jakarta tahun 2007. Yusuf menjelaskan, dokumen yang ia bawa ke KPK terkait dugaan penggelapan dana Rp10 miliar oleh Anis, saat Anis menjadi koordinator kampanye Adang Darodjatun di Pemilihan Gubernur DKI 2007.

    “Saya akan bawa alat bukti permulaan skandal tersebut, dan menyerahkan nama-nama saksi terkait penggelapan dana Rp10 miliar,” ujarnya.

    Aksi Yusuf tidak berhenti di situ. Pada Kamis (25/3) Yusuf didampingi sejumlah pengacara bergegas menuju Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tujuannya, agar dirinya mendapat perlindungan setelah bertubi-tubi Luthfi mengirimkan SMS berisi ancaman.

    Rencananya, Yusuf akan terus melaporkan elite PKS hingga ke Badan intelijen Negara (BIN). Alasan Yusuf menemui BIN karena dalam SMS kiriman Luthfi tanggal 5 Juli 2010 terdapat sejumlah tuduhan bahwa Yusuf berkolaborasi dengan BIN.

    Yusuf secara gamblang menjelaskan bahwa target dari pelaporannya adalah tiga  ‘anak nakal’ PKS yaitu, Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin, Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq dan Sekjen PKS Anis Mata, diberhentikan dari keanggotaan partai. “PKS kembali menjadi partai yang bersih bila ketiga orang ini diadili dan dikeluarkan dari PKS,” tegasnya. (OL-12)

    Source : Media Indonesia

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Hanura: Golkar-PKS Harus Keluar Koalisi

    Yuddy Chrisnandi

    JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Yuddy Chrisnandi, menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saatnya menggunakan momentum kekisruhan koalisi untuk mencoret Partai Golongan Karya dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi.

    “Sebaliknya, bagi Partai Golkar dan PKS justru harus menggunakan momentum sekarang ini untuk keluar dari koalisi dan tidak hanya mengejar kekuasaan semata,” kata Yuddy kepada Kompas, Kamis (3/3/2011), di Jakarta.

    Menurut ketua bidang pemenangan pemilu itu, kecepatan bertindak terhadap anggota partai koalisi akan menentukan citra politik Presiden Yudhoyono. “Presiden akan dinilai tegas dan berani jika menteri-menteri dari Partai Golkar dan PKS segera diganti. Jadi, jangan sekadar mengancam,” tambahnya.

    Sebaliknya, lanjut Yuddy, jika Partai Golkar dan PKS akan mempersilakan Presiden mengganti menteri-menteri dari partai politik itu, hal itu justru akan menciptakan sistem politik yang sehat.

    “Diharapkan, dukungan partai-partai di legislatif bukan karena keanggotaan koalisi, akan tetapi substansi program yang memang berpihak kepada rakyat,” jelas Yuddy lagi.

    Partai Hanura, lanjut Yuddy, menunggu kehadiran kedua partai tersebut di DPR untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat dan bukan kepentingan kekuasaan.

    “Kalau Golkar dan PKS tidak menggunakan momentum sekarang ini menyatakan independen terhadap pemerintah, kedua partai itu memang tidak berorientasi pada rakyat, akan tetapi kekuasaan semata,” kata Yuddy lagi.

    Adapun politisi muda dan pengusaha Partai Golkar, Pumpida Hidayatulloh, mendukung agar partainya berada di luar pemerintahan menghadapi kekisruhan koalisi sekarang ini pasca voting soal hak angket pajak.

    “Partai Golkar independen merupakan pilihan yang terbaik dengan sejumlah pertimbangan pengalaman politik tahun 2009 di mana keberadaan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yang juga Wapres tidak membuahkan hasil yang maksimal sehingga sikap independen Partai Golkar justru hal yang terbaik sekarang ini,” demikain Pumpida.

    Source: kompas.com

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • Sekretaris Kabinet Dipo Alam Bilang Puan Gantikan Tifatul Sembiring

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu semakin liar. Partai Demokrat dikabarkan berhasil menggaet PDIP dan Gerindra untuk masuk ke dalam koalisinya dengan iming-iming jabatan menteri.

    Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, mengabarkan lewat akun twitternya @dipoalam46 bahwa PDIP bergabung di kapal Demokrat. “Perlu saya informasikan, jika tidak ada aral melintang, PDIP akan menjadi mitra koalisi, dengan Mbak Puan sebagai Menkominfo,” demikian pernyataan Dipo yang dimuat Kamis, 23.00 WIB

    Masuknya Puan tampaknya menyusul manuver yang dilakukan kubu Demokrat-PAN dengan mengutus Ketum DPP PAN Hatta Rajasa bertemu Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kiemas. Namun Hatta tidak bertemu Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri maupun Puan Maharani.

    Dipo Alam selanjutnya mengatakan terima kasih terhadap PKS. Ia tidak menyebut terima kasih secara spesifik terhadap Menkominfo saat ini Tifatul Sembiring. “Terima kasih juga saya ucapkan kepada rekan PKS atas pengabdiannya selama ini. Sayangnya kita harus berpisah, tapi silahturahmi tetap dijaga,” kata dia.

    Red: Stevy Maradona
    Sumber: Twitter

    Source: republika.co.id

    Posted with WordPress for BlackBerry.

  • PKS dan Golkar Siap di Oposisi

    Jakarta, Kompas – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Jakarta, Rabu (2/3), menyatakan partai mereka siap menjadi oposisi.

    ”Golkar sudah siap berada di dalam atau di luar pemerintahan. Saya pastikan Golkar akan mengerjakan tugasnya dengan cara terbaik yang kami punya. Jangan remehkan,” ujar Priyo di Jakarta Rabu (2/3).

    Menurut Priyo, berada di dalam koalisi pendukung pemerintah atau tidak itu tergantung dari keputusan akhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ”Tetapi, kami tidak mempunyai rencana mengubah sikap kritis itu. Esensi kemandirian partai kan di sana. Tidak kemudian kami harus menginduk semua keinginan,” ujarnya.

    Sejak awal, kata Priyo, Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan tidak dibangun untuk menyeragamkan semua pendapat, dan itu ada dalam esensi butir-butir kesepakatan koalisi.

    Terkait dengan pertemuan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Taufiq Kiemas, Priyo mengatakan, Partai Golkar tetap menghormati pertemuan itu, termasuk jika PDI-P diajak bergabung dengan pemerintah. ”Hanya setahu saya, kata kunci di PDI-P itu ada pada satu orang, bukan dua orang. Satu orang itu bernama Megawati Soekarnoputri. Saya tidak melihat Ibu Mega dalam hitungan hari kemudian mengubah haluan politiknya hanya karena utusan Presiden tersebut,” tutur Priyo.

    Sementara itu, di kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, kemarin, Anis Matta, mengatakan, PKS berpengalaman menjadi partai oposisi pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. ”Kalau dikeluarkan, ya selamat datang. Otomatis PKS jadi oposisi,” ujar Anis.

    Anis berpandangan, rencana evaluasi yang disampaikan Yudhoyono merupakan hasil provokasi berlebihan dari Partai Demokrat. ”Demokrat sudah memprovokasi Yudhoyono secara berlebihan,” kata Anis. Padahal, Partai Demokrat-lah yang sebenarnya gagal mengelola keberagaman dalam koalisi.

    Sementara Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Jakarta kemarin memuji pernyataan Presiden tentang kisruh dalam tubuh koalisi ini. Ia juga menyatakan, PKS tidak melanggar 11 butir kesepakatan dalam koalisi dengan pemerintahan.

    Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Ramlan Surbakti, di Jakarta, Selasa, mengatakan, memanasnya hubungan antarpartai dalam koalisi pemerintah hanya memperlihatkan tindakan bagi-bagi kekuasaan di kalangan elite. ”Dalam hal ini, masyarakat sangat dirugikan,” katanya.(BIL/NWO/NTA/IAM/MAS/LOK/MAM)

    Source: Kompas.com

  • PKS Isyaratkan Dukung Sultan

    JAKARTA–MICOM: Upaya untuk menjadi partai terbuka yang tidak lagi eksklusif mulai ditunjukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah sebelumnya menggelar musyawarah nasional (munas) di Bali, kali ini PKS menggelar mukernas di YogYakarta, 24-27 Februari 2011.

    Seperti diketahui, kedua wilayah itu dikenal memiliki tradisi lokal yang masih kuat. Komunikasi politik yang dilakukan PKS kepada Sri Sultan Hamengku Bowono (HB) X menjelang pelaksanaan mukernas di Yogya, tak hanya menunjukkan pesan inklusifitas partai tersebut kepada publik. Tetapi lebih dari itu bisa dimaknai sebagai isyarat adanya pesan khusus dukungan PKS kepada Sri Sultan.

    Demikian pandangan pengamat politik M Alfan Alfian dan Yudi Latif kepada pers di Jakarta, Kamis (17/2), menanggapi pertemuan Sekjen PKS Anis Matta dengan HB X dan keputusan PKS untuk memilih tempat mukernas di Kota Gudeg.

    “Jika dilihat dari dimensi politik, pertemuan Anis dan HB X yang sekaligus meminta raja Jawa itu untuk membuka mukernas menyiratkan pesan khusus yang ingin disampaikan PKS. Artinya, PKS mendukung HB X dalam beberapa hal. Salah satunya sikap politik HB X. Dan ini bukti bahwa PKS bisa berbeda dengan SBY atau koalisi partai,” ungkap Alfan.

    Pola yang dilakukan PKS dengan mendekat ke HB X ini, lanjut Alfan, bisa juga sebagai sebuah isyarat bahwa PKS sedang melakukan komunikasi politik yang tak biasa dengan HB X. Meskipun untuk bicara 2014 masih terlalu dini. ”Tapi bagaimanapun, saat ini HB X merupakan salah satu tokoh nasional yang signifikan, di luar tokoh-tokoh lain di dalam lingkaran kekuasaan. Jadi wajar kalau PKS mendekat ke HB X,” ulas Alfan.

    Menurut Alfan, pemilihan tempat acara tersebut bukan tanpa alasan. Tapi memiliki pesan khusus yang ingin disampaikan PKS ke publik. Pemilihan kedua tempat itu juga bisa dimaknai bahwa PKS membuka diri dan masih memiliki nilai-nilai kultural Indonesia. “Ada upaya kuat PKS untuk menunjukkan bahwa mereka entitas politik yang tidak eksklusif,” ujarnya. (AO/OL-8)

    Source: Media Indonesia