Aktivitas kampanye pilkada di banyak daerah sejak tiga tahun terakhir tampak meriah. Yang paling terasa adalah hebohnya komunikasi massal dan gosip seputar money politics. Pertanyaannya, masih efektifkah kampanye tradisional ala pemilu? Apakah ada cara yang lebih baik? EH, barusan Ente lihat spanduk gede di dekat mal tadi nggak?” tanya Pak Dede, rekan saya, waktu kami melintas di jalan raya Serpong, Banten, baru-baru ini. “Wah, nggak tuh. Emangnya kenapa?” jawab saya sambil mengubah saluran radio di mobil.